Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:40 WIB
Dokter Paru Respons Pernyataan Prabowo: Asbes Berbahaya, Tapi Rokok Jauh Lebih Mematikan
Rumah beratap asbes. (Youtube DW Indonesia)
baca 10 detik
  • Agus Dwi Susanto menyatakan paparan asbes dapat meningkatkan risiko kanker paru bagi para pekerja industri terkait.
  • Data RSUP Persahabatan menunjukkan sekitar 75 hingga 80 persen pasien kanker paru laki-laki merupakan perokok aktif.
  • Selain rokok, paparan zat karsinogen seperti asbes dan silika di lingkungan kerja turut memicu kanker paru.

Suara.com - Dewan Eksekutif Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto menegaskan bahwa paparan asbes memang dapat meningkatkan risiko kanker paru.

Namun, ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu memahami risiko tersebut secara utuh karena penyebab kanker paru tidak hanya berasal dari satu faktor.

Pernyataan itu disampaikan Agus menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut banyak anak muda mengidap kanker akibat penggunaan atap rumah berbahan asbes.

Menurut Agus, faktor risiko terbesar kanker paru hingga kini masih berasal dari kebiasaan merokok.

Meski begitu, paparan zat-zat karsinogen di lingkungan maupun tempat kerja juga berkontribusi terhadap munculnya penyakit tersebut.

"Masyarakat suka tidak paham bahwa risiko kanker paru itu bisa terjadi karena pajanan di tempat kerja maupun lingkungan. Memang faktor risiko tertinggi dari kanker paru itu merokok. Nomor satu itu merokok," kata Agus kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan data di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, sekitar 75-80 persen pasien kanker paru laki-laki merupakan perokok.

Diketahui bahwa RSUP Persahabatan menjadi pusat rujukan nasional dalam pelayanan respirasi dan kesehatan paru.

"Data di Persahabatan saja hampir sekitar 75-80 persen penderita kanker paru laki-laki itu merokok. Tetapi risiko kanker paru itu selain merokok ada pajanan di luar merokok, yaitu pajanan di tempat kerja atau pajanan di lingkungan sekitar rumah," ujarnya.

baca juga

Agus menjelaskan, di lingkungan kerja terdapat berbagai bahan yang bersifat karsinogen atau dapat memicu kanker apabila seseorang terpapar dalam jangka panjang.

Beberapa di antaranya adalah asbes, silika, arsen, krom, dan berbagai bahan kimia lainnya.

"Kalau pajanan di tempat kerja itu adalah bahan-bahan yang bersifat karsinogen yang diolah di tempat kerja yang bisa menginduksi terjadinya kanker pada pekerja. Contohnya asbes, silika, arsen, krom, dan lain sebagainya," jelasnya.

Terkait asbes, Agus menegaskan bahwa material tersebut memang dapat menginduksi terjadinya kanker paru. Paparan paling tinggi umumnya dialami para pekerja yang setiap hari bersentuhan langsung dengan material tersebut.

"Yang jadi pertanyaan soal asbes, bisakah asbes menginduksi terjadinya kanker? Bisa," tegas Agus.

Ia mencontohkan, asbes masih digunakan dalam berbagai industri, seperti pembuatan pipa, PVC, hingga komponen kendaraan bermotor seperti rem dan cakram.

"Di tempat kerja cukup banyak yang pakai asbes. Pengolahan produk asbes, pipa, PVC, kemudian rem, cakram mobil itu ada asbesnya. Jadi pekerja-pekerja yang mengolah itu punya risiko kanker karena terpajan setiap hari," katanya.

Meski demikian, Agus menekankan bahwa risiko kanker paru dipengaruhi oleh tingkat dan lamanya paparan terhadap zat karsinogen, sehingga masyarakat perlu memahami faktor risiko tersebut secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu penyebab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

Pilih Fokus Kerja, Istana Tak Ambil Pusing Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Merosot Tajam

Pilih Fokus Kerja, Istana Tak Ambil Pusing Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Merosot Tajam

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:24 WIB

Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak

Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:35 WIB

Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:30 WIB

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:28 WIB

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:08 WIB

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

Dari 81 Persen ke 51 Persen: Begini Pembelaan Istana Atas Merosotnya Kepuasan Publik ke Prabowo

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:16 WIB

Terkini

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

×