Suara.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mendukung mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya menjadi calon gubernur Jakarta di Gedung Djoeang, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016). Mereka mendukung Rizal Ramli karena menganggapnya berpihak kepada masyarakat kecil ketimbang Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
"Dalam kesempatan ini kami ingin memberi pesan tentang keberadaan Ahok dengan kebijakan reklamasi, upah murah. Dia lebih mengutamakan kepentingan pemodal," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers.
Said Iqbal menuding Ahok telah membarter atau menukar persoalan hukum dengan kesejahteraan masyarakat.
"Kami ingatkan kepada warga Jakarta, hukum dibarter dengan kesejahteraan oleh Ahok. Seperti jembatan Semanggi, reklamasi. Tapi hukum dibarter, artinya negara patuh dengan pemodal. Hukum tidak bisa dibarter dengan alasan apapun," ujar dia.
Menurut Said Iqbal, Ahok merasa penentu kekuasaan, jumawa, dan sering menentang lembaga negara yang berbeda pendapat dengannya.
"BPS bilang angka kemiskinan naik menjadi 16 ribu, Ahok bantah dan bilangnya itu salah metodologi. Kemudian terjadi kesenjangan pendapatan dengan kebijakan reklamasi. Itulah sikap mengapa buruh dan tokoh lain ingin menyadarkan masyarakat," tutur dia.
Said Iqbal juga menuding Ahok melanggar HAM dengan mengeluarkan kebijakan menggusur pemukiman padat penduduk.
"Kebijakan penggusuran adalah representasi pelanggaran HAM," kata dia.
Menurutnya sikap Rizal Ramli berbeda dengan Ahok. Rizal Ramli, katanya, berani menghentikan proyek reklamasi Pulau G dan meminta beberapa pulau lainnya untuk dikaji ulang.
"Sikap kami buruh Jakarta terus memberi perlawanan dan penyadaran terhadap kelas pekerja. Oleh karena itu kami akhirnya dengan tandatangan, siapa parpol-nya nanti kami tawarkan. Akhirnya kami mencari sosok yang punya makro ekonomi, punya empati kepedulian, kami memutuskan mendukung Rizal Ramli menjadi cagub. Selama dua minggu ke depan akan mengumpulkan tandatangan," ujar dia.