Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Senin, 02 Maret 2026 | 14:03 WIB
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Antara/Putra M. Akbar/foc]
baca 10 detik
  • Ahok geram dicecar motif pelaporan kasus korupsi LNG Pertamina di persidangan.
  • Basuki Tjahaja Purnama tegaskan pelaporan korupsi LNG demi selamatkan uang negara.
  • Hakim tengahi ketegangan antara Ahok dan pengacara terdakwa korupsi LNG Pertamina.

Suara.com - Suasana persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) PT Pertamina di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026), mendadak tegang saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan kesaksian.

Mantan Komisaris Utama Pertamina tersebut tidak dapat menyembunyikan kekesalannya saat dicecar tim penasihat hukum salah satu terdakwa, Hari Karyuliarto, mengenai motif di balik pelaporan kasus tersebut.

Ahok menegaskan bahwa tindakannya menyeret persoalan ini ke ranah hukum semata-mata dilakukan untuk melindungi perusahaan dari praktik korupsi.

“Saya paling benci jika ada korupsi di dalam institusi mana pun tempat saya berada,” tegas Ahok dengan nada tinggi di hadapan majelis hakim.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menekankan komitmennya untuk bertindak tegas terhadap siapa saja yang berani menyalahgunakan keuangan negara.

“Saya sangat benci itu! Makanya akan saya sikat, akan saya lawan!” lanjutnya penuh penekanan.

Ketegangan bermula ketika pengacara terdakwa mempertanyakan pengetahuan Ahok mengenai realisasi pembayaran kontrak LNG Corpus Christi yang dimulai pada 2019. Pihak pengacara menuding Ahok memiliki maksud terselubung karena melaporkan kasus tersebut, padahal perusahaan diklaim sempat meraup keuntungan.

Mendengar tudingan tersebut, Ahok langsung membantah. Ia menyatakan bahwa laporannya didasarkan pada dokumen resmi dari jajaran direksi.

“Saya tidak punya niat menjadikan beliau tersangka. Jadi, jangan menuduh saya seperti itu,” sanggah Ahok di ruang sidang.

baca juga

Ia bahkan menantang penasihat hukum untuk memanggil jajaran direksi jika meragukan keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Jika meragukan, silakan panggil direksi sebagai saksi Anda. Tanyakan kepada mereka mengapa dalam laporan resmi rapat BOD-BOC disebutkan adanya potensi kerugian ratusan juta,” cetusnya.

Melihat tensi yang kian memanas, hakim ketua terpaksa mengintervensi perdebatan antara saksi dan penasihat hukum. Hakim meminta seluruh pihak untuk tetap tenang dan mengedepankan objektivitas selama proses pembuktian berlangsung.

“Persidangan ini harus berjalan dengan tenang. Jangan terbawa emosi,” ujar hakim menengahi suasana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan

Blak-blakan di Sidang, Ahok Cium Upaya 'Sembunyikan' Rugi Pengadaan LNG Pertamina ke Cucu Perusahaan

News | Senin, 02 Maret 2026 | 13:57 WIB

Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor

Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor

News | Senin, 02 Maret 2026 | 11:46 WIB

Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan

Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:29 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:28 WIB

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

×