Ahok: Nggak Ada Sejarah Politik Partai Ngatur Saya

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 10 Agustus 2016 | 14:59 WIB
Ahok: Nggak Ada Sejarah Politik Partai Ngatur Saya
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri, di Jakarta, Kamis (14/7). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan tidak pernah mau diatur-atur partai. Dia mengatakan sudah pernah menjadi kader tiga partai dan selama itu sikapnya tidak bisa diganggu gugat.

"Kamu kalau lihat orang, itu lihat karakter. Saya ini udah tiga partai, pernah nggak partai ngatur saya? Saya mau tanya kamu, pernah nggak dalam sejarah berpolitik partai ngatur saya?" ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Pernyataan Ahok untuk menepis anggapan bahwa nanti akan diatur partai yang mengusungnya ke pilkada Jakarta periode 2017-2022. Ahok diusung oleh Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar.

Ahok menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi anggota Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Ketika itu, untuk mempertahankan sikap, dia sampai bersitegang dengan pemimpin partai.

"Di PIB, saya dulu mau ribut sama wasekjen, banting-banting, pukul-pukul meja, nggak berani dipecat juga. Sampai terakhir saya jadi sekjen, jadi sekjen gitu, pada nggak bener gue berhenti saja," katanya.

Setelah keluar dari PIB, Ahok gabung Golkar. Di Golkar, dia pernah dilarang untuk maju ke pilkada Jakarta. Bukannya tunduk pada perintah, Ahok malah keluar dari Golkar.

"Masuk ke Golkar, terus bilang kalau kamu calon ke DKI kita pecat, pecat aja, berhenti saya," kata Ahok.

Kemudian Ahok masuk Partai Gerindra yang kemudian mengantarkannya menjadi wakil gubernur Jakarta bersama Joko Widodo pada pilkada tahun 2012.

Lagi-lagi ada masalah. Ketika itu, Ahok tak setuju dengan Fraksi Gerindra DPRD yang mengusulkan kepala daerah dipilih DPRD. Tak lama kemudian, Ahok tinggalkan Gerindra.

"Masuk Gerindra saya ikut aja, begitu kamu maksa mau memperjuangkan kepala daerah dipilih oleh DPRD, kita kan nggak sepaham, berhenti, jadi apa masih kurang?" katanya.

Saat ini, Ahok tidak punya partai. Dia akan maju ke pilkada periode kedua. Dia sempat maju lewat jalur independen, tetapi kemudian memutuskan maju lewat jalur partai. Meski maju lewat partai, dia menegaskan tidak akan mau jadi kader partai dan tidak akan mau disetir.

"Terus hari ini orang minta, kalau saya mau ikut dicalonkan, mesti masuk partai saya, saya bilang nggak bisa," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:46 WIB

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:41 WIB