Haris Cuma Mau Serahkan Data Orang Besar Mafia Narkoba ke Istana

Siswanto, Erick Tanjung

Rabu, 10 Agustus 2016 | 15:47 WIB
Haris Cuma Mau Serahkan Data Orang Besar Mafia Narkoba ke Istana
Haris Azhar [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Haris Azhar meminta Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim khusus guna menginvestigasi dugaan keterlibatan pejabat TNI, Polri, dan BNN dalam bisnis narkoba. Tim khusus yang dibentuk Presiden harus di luar tim investigasi yang telah dibentuk ketiga institusi tersebut.

"Saya minta Presiden harus turun tangan. Meski sudah ada tim dari Polri, TNI dan BNN, tetapi harus ada tim lagi dari Kepresidenan supaya bisa bersinergi," kata Haris kepada wartawan di di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/8/2016).

Hal ini menyusul tulisan Haris Azhar yang didasarkan pada hasil wawancara dengan Freddy Budiman. Freddy menyebut pernah dibantu oleh oknum TNI, Polri, dan BNN untuk menyelundupkan narkoba. Freddy juga mengaku pernah memberi uang ratusan miliar kepada mereka.

Haris Azhar mengatakan dugaan kongkalikong penegak hukum dengan bandar narkoba sebagaimana yang disampaikan Freddy, sekarang sudah disorot publik. Itu sebabnya, Jokowi harus segera merespon.

"Saya dengan masyarakat sipil ingin Presiden mendengar suara-suara masyarakat. Sebaiknya momentum ini direspon oleh Presiden, tanpa harus menegasikan (menghilangkan) tim dari tiga institusi. Tim Kepresidenan harus juga bisa disinergikan dengan tim dari Polri, TNI dan BNN. Jadi menurut saya harus ada saling membantu antar tim dari masing-masing institusi," ujar dia.

Haris mengaku belum mengungkap semua informasi penting kepada publik dan penegak hukum. Dia akan menyerahkan data yang berisi nama orang-orang besar di balik peredaran narkoba, ke Istana.

"Merampungkan beberapa informasi tambahan, sebagian berupa data, sebagian berupa informasi, ini akan saya sampaikan. Kami ingin sampaikan ke Istana, ke tim Presiden. Saya ingin Presiden jangan terlalu lama menunggu dalam merespon isu ini," tutur dia.

Haris menambahkan informasi yang dia tulis di media sosial bukan dimaksudkan untuk menyerang atau menjatuhkan institusi penegak hukum, tapi untuk membantu membongkar kasus.

"Di sini ada aspek abuse of power (penyawahgunaan wewenang), jadi di sini tidak menyalahi institusinya, tapi menyalahi kewenangan dan jawabatannya, menyalahi mandat dari masyarakat yang dia selewengkan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB