JK: Indonesia Menjalankan Toleransi dan Moderasi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 10 Agustus 2016 | 23:45 WIB
JK: Indonesia Menjalankan Toleransi dan Moderasi
Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri 'Sujud Syukur Menyambut 90 Tahun Pondok Modern Gontor' di Masjid Istiqlal, Sabtu (28/5/2016). (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla membanggakan sikap toleransi rakyat Indonesia kepada para peserta Pertemuan Internasional Kontra-Terorisme (IMCT) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

"Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Penduduk Islam mencapai 88 persen. Tapi orang-orang di belahan dunia melihat advertorial (pariwisata) Indonesia yang selalu muncul adalah Borobudur dan Bali yang itu berarti (simbol) Buddha dan Hindu, bukan Islam. Kita menerimanya itu," ujarnya saat menjadi pembicara kunci dalam IMCT.

IMCT yang digelar di Bali dihadiri 140 peserta dari 23 negara dan tiga organisasi internasional, yakni ASEAN, PBB, dan Interpol. Menurut dia, menumbuhkan sikap saling toleransi itu bagian dari upaya mengatasi radikalisme yang mengarah pada tindakan-tindakan terorisme.

"Indonesia menjalankan toleransi, moderasi. Jadi, di Indonesia tidak ada alasan orang marah karena sudah dilandasi sikap saling toleransi," ujarnya dalam acara yang juga dihadiri oleh Jaksa Agung Australia George Brandis itu.

Indonesia masih menghadapi persoalan-persoalan radikalisme. "Karena itu, Indonesia punya program deradikalisasi," katanya menambahkan.

Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat menyelesaikan konflik di Ambon (Maluku) dan Poso (Sulawesi Tengah).

"Saya pikir kenapa dia bisa saling membunuh, membakar masjid, lima ribu orang tewas. Saya bingung, ternyata mereka dapat (pelajaran) dari ulama karena dengan melakukan tindakan seperti itu bisa masuk surga. Dua minggu kemudian saya bilang kepada mereka, bahwa mereka bisa masuk neraka (karena perbuatannya)," ujarnya.

Menurut dia, pola pikir yang sudah telanjur mewabah itu tidak bisa diselesaikan melalui kekerasan atau tindakan lain dengan menggunakan senjata.

"You (kalian) tidak bisa memakai senjata. Pikiran harus diubah dengan cara berpikir yang baru," ujarnya mengingatkan.

Kegiatan bertemakan "Countering Cross-Border Movement of Terrorism" tersebut dirangkai dengan Pertemuan Puncak Kedua Pembiayaan Kontra-Terorisme yang digelar atas kerja sama PPATK-Austrac. Saat menghadiri pertemuan tersebut, Wapres didampingi Menkopolhukam Wiranto, Menkumham Yasonna Laolay, Jaksa Agung HM Prasetyo, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengatakan, Indonesia sangat mendukung acara tersebut. Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam penanganan terorisme.

"Jakarta dan beberapa kota di Indonesia, sama dengan negara-negara lain, mengalami hal yang sama. Makanya kita bersatu di sini untuk mengatasi masalah yang tak hanya menimbulkan kerugian jiwa, ekonomi, tetapi juga 'image'," kata Kalla. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×