TPF Temukan Data Tambahan Terkait Freddy Budiman di Nusakambangan

Adhitya Himawan

Rabu, 17 Agustus 2016 | 06:40 WIB
TPF Temukan Data Tambahan Terkait Freddy Budiman di Nusakambangan
Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. [Antara/Idhad Zakaria]

Tim Pencari Fakta (TPF) Gabungan saat mendatangi Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, menemukan data tambahan terkait testimoni mendiang terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman.

"Kami menemukan data tambahan namun masih harus dikonfirmasikan lagi dengan beberapa pihak termasuk saudara Haris Azhar (Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan/Kontras, red.)," kata salah seorang anggota TPF Gabungan, Effendi Ghazali di Cilacap, Selasa malam (16/8/2016).

Effendi mengatakan hal itu kepada wartawan saat menggelar konferensi pers seusai mendatangi sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan.

Konferensi pers tersebut juga dihadiri anggota TPF Gabungan lainya, yakni Direktur Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, dan Kombes Edi H. Napitupulu dari Divpropam Mabes Polri serta dimediatori Kepala Kepolisian Resor Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya.

Kendati demikian, Effendi enggan menjelaskan data baru tersebut kepada wartawan.

"Ada beberapa hal yang belum bisa kami sampaikan karena harus dilaporkan dulu kepada tim di Jakarta dan selanjutnya ke Kapolri," jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat berada di Nusakambangan, TPF Gabungan mendatangi dua lapas, yakni Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih.

Menurut dia, pihaknya melakukan analisis terhadap administrasi, arsip, termasuk buku tamu di lapas tersebut.

Berdasarkan analisis terhadap buku tamu, kata dia, diketahui adanya kunjungan yang sejalan pada tanggal 9 Juni 2014, yakni kunjungan ke Lapas Batu yang dilanjutkan ke Lapas Pasir Putih.

Dalam hal ini, lanjut dia, kunjungan pada tanggal 9 Juni 2014 itu dilakukan oleh dua orang rohaniwan dari Bethesda, yakni Andreas dan Yani dengan tujuan ibadah serta membawa empat orang yang diketahui berasal dari Kontras.

Selain itu, pihaknya juga mencatat dua nama tamu yang kemungkinan berinteraksi dengan Freddy Budiman.

"Kami juga langsung melihat kamarnya Pak Freddy Budiman berikut CCTV yang katanya diprotes," kata pakar komunikasi Universitas Indonesia itu.

Menurut dia, kamera CCTV tersebut masih terpasang dan berfungsi dengan baik.

Ia mengatakan pihaknya juga dapat memastikan siapa saja yang hadir dalam pertemuan antara Freddy Budiman dan Haris Azhar, salah satunya John Key yang merupakan terpidana kasus pembunuhan.

"Data-data tambahan juga diperoleh tapi harus dikonfirmasi lagi kepada Pak Haris Azhar," tegasnya.

Ia mengatakan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berupaya menggali informasi terkait video yang dikabarkan dibuat menjelang pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap Freddy Budiman.

Dalam penelusuran yang dilakukan TPF Gabungan, kata dia, diketahui ada dua pihak yang membuat video tersebut, yakni keluarga Freddy Budiman serta petugas Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Menurut dia, video tersebut dibuat pada tanggal 28 Juli 2016 sekitar pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Sementara itu, Direktur Setara Institute Hendardi mengatakan saat mendatangi Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih, pihaknya berupaya mengecek materi pembicaraan dalam pertemuan Haris Azhar dan Freddy Budiman termasuk saksi-saksi yang hadir Dari hasil pengecekan itu, kata dia, secara umum materi pembicaraan maupun saksi-saksi yang hadir sesuai dengan yang disampaikan Haris Azhar.

"Kami juga mencoba melakukan wawancara, bukan saja dengan petugas lapas tetapi juga dengan orang-orang di sekitar Lapas Nusakambangan yang mungkin ada informasi berkaitan dengan Freddy Budiman, berbicara dengan Freddy Budiman, atau semacam itu, kami usahakan bertemu. Soal hasilnya, belum bisa kami sampaikan," katanya.

Lebih lanjut, Hendardi mengatakan sebelum ke Nusakambangan, pihaknya telah berusaha menyapih berbagai informasi yang berkaitan dengan Freddy Budiman, baik yang menyangkut perkaranya, kehidupan sosial, dan sebagainya.

Dia mengakui fakta-fakta yang disampaikan Freddy Budiman melalui Haris Azhar masih sumir sehingga tim harus bekerja keras untuk menyapih berbagai informasi dari berbagai pihak termasuk masyarakat.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengundang masyarakat untuk memberikan informasi yang relevan sehingga tim lebih mudah dalam bekerja.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya oknum aparat yang terlibat dalam bisnis narkoba yang dijalankan Freddy Budiman seperti yang disampaikan melalui Haris Azhar, dia mengatakan hal itu yang sedang dicari.

"Tim ini memang bertujuan mencari itu (keterlibatan oknum, red.). Arahnya memang ke situ, apakah betul ada petinggi Mabes Polri yang katanya menerima uang sekian miliar atau yang berkaitan dengan bisnis Freddy Budiman," katanya.

Mendiang Freddy Budiman saat masih mendekam di Lapas Batu dikabarkan memberikan testimoni melalui Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar terkait aliran dana hingga ratusan miliar rupiah kepada sejumlah petugas guna memperlancar bisnis narkoba.

Akan tetapi testimoni tersebut baru mencuat setelah Freddy Budiman menjalani eksekusi hukuman mati pada tanggal 29 Juli 2016. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Belum Siap Beberkan Pemeriksaan Adik Freddy Budiman

Polisi Belum Siap Beberkan Pemeriksaan Adik Freddy Budiman

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 13:59 WIB

Tim Pencari Fakta Masih Bungkam Soal Pemeriksaan Adik Freddy

Tim Pencari Fakta Masih Bungkam Soal Pemeriksaan Adik Freddy

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 13:41 WIB

Begini Cara Kerja Tim Pencari Fakta Ungkap Kesaksian Freddy

Begini Cara Kerja Tim Pencari Fakta Ungkap Kesaksian Freddy

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 12:45 WIB

TPF Telusuri Kesaksian Freddy ke Nusakambangan, Ini Tujuan Mereka

TPF Telusuri Kesaksian Freddy ke Nusakambangan, Ini Tujuan Mereka

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 12:28 WIB

Bahas Guyuran Duit Freddy Budiman, Kapolri Ketemu PPATK dan TPF

Bahas Guyuran Duit Freddy Budiman, Kapolri Ketemu PPATK dan TPF

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 12:02 WIB

Usut Curhat Freddy, Tim Polri Hari Ini Terbang ke Nusakambangan

Usut Curhat Freddy, Tim Polri Hari Ini Terbang ke Nusakambangan

News | Selasa, 16 Agustus 2016 | 11:28 WIB

Busyet, Suap Rp450 M Freddy Budiman Cuma Setara Kacang Goreng!

Busyet, Suap Rp450 M Freddy Budiman Cuma Setara Kacang Goreng!

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 19:25 WIB

Benarkah Ada Cuci Uang di Balik Bisnis Narkoba Freddy Budiman?

Benarkah Ada Cuci Uang di Balik Bisnis Narkoba Freddy Budiman?

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 19:20 WIB

Pemerintah Jangan Main-main Tanggapi Pengakuan Freddy Budiman

Pemerintah Jangan Main-main Tanggapi Pengakuan Freddy Budiman

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 15:50 WIB

BNN Masih Selidiki Laporan PPATK  Terkait Aliran Duit Freddy

BNN Masih Selidiki Laporan PPATK Terkait Aliran Duit Freddy

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 00:27 WIB

Terkini

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:20 WIB

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:07 WIB

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:04 WIB

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB