Menpar Arief Yahya: Saya Butuh 5 Juta Dolar dari Cina

Ruben Setiawan

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 09:47 WIB
Menpar Arief Yahya: Saya Butuh 5 Juta Dolar dari Cina
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Puskompublik Kemenpar).

Suara.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pihaknya membutuhkan dana investasi sekitar 5 juta dolar AS dari Cina untuk mengembangkan daerah tujuan wisata di Indonesia, khususnya di 10 destinasi yang diprioritaskan pemerintah.

"Total investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan 10 destinasi adalah 20 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, 10 miliar dolar AS adalah dari pemerintah, sedangkan sisanya diharapkan dari swasta, termasuk investor Tiongkok," katanya, pada forum bisnis, di Shanghai, Jumat malam.

Forum bisnis pariwsata yang dihadiri 40 pelaku industri tersebut merupakan rangkaian malam resepsi peringatan HUT-71 yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Beijing, Konsulat Jenderal RI di Shanghai, bekerja sama dengan Garuda Indonesia dan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM), serta seluruh komponen masyarakat Indonesia di Shanghai.

Arief mengatakan dari total investasi sebesar 10 miliar dolar AS dari swasta pihaknya telah mengantongi investasi senilai satu miliar dolar AS.

"Rata-rata per tahun, kita dapat satu miliar dolar AS. Itu artinya kita masih kekurangan sekitar lima miliar dolar AS sampai 2019. Investor Tiongkok, belum masuk daftar. Dan saya membutuhkan lima juta dolar AS dari Tiongkok. Pada 2015 pemerintah telah mengantongi komitmen investasi senilai satu miliar dolar AS, dan pada 2016 diperkirakan 1,5 miliar dolar AS," katanya.

Arief menuturkan investasi di sektor pariwisata sangatlah menjanjikan terlebih kini Pemerintah Indonesia telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu dari lima sektor yang diunggulkan.

"Saat ini sumber devisa Indonesia terdiri atas minyak dan gas, batu bara, minyak sawit dan pariwisata. Namun, tiga sumber pertama kini mengalami pertumbuhan minus, sehingga dapat dipastikan pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar pada 2019," katanya.

Pada 2019, lanjut dia, pariwisata diproyeksikan dapat menyumbangkan PDB sekitar 15 persen, devisa sebesar 20 miliar dolar AS atau penghasil devisa terbesar yang dapat menyerap tenaga kerja sebesar 13 juta orang. "Pariwisata juga diyakini mampu menciptakan sentra pertumbuhan ekonomi baru," ungkap Arief.

Fokus pengembangan destinasi, lanjut Menpar, sejalan dengan langkah percepatan yang diprioritaskan pemerintah yakni pembangunan infrastruktur khususnya di sepuluh destinasi prioritas yang akan dikembangkan ke destinasi lain secara bertahap.

Sepuluh destinasi utama yakni Tanjung Kelayang (Provinsi Belitung), Kepulauan Seribu (Provinsi DKI), Danau Toba (Provinsi Sumatera Utara), Tanjung Lesung (Provinsi Banten) dan Borobudur, Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu terdapat pula Wakatobi (Provinsi Sulawesi Tenggara), Pulau Morotai (Provonsi Maluku Utara), Gunung Bromo/Tengger/Semeru (Provinsi Jawa Timur), Labuan Bajo (Provinsi Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Provinsi Nusa Tenggara Barat).

Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincent Jemadu mengatakan Athan yang disiapkan untuk pengembangan di 10 destinasi prioritas bervariasi yakni 500 hingga 700 hektare. Dengan pengembangan destinasi tersebut, kunjungan wisman dan pembangunan infrastruktur akan meningkat siginifikan.

Ia memaparkan pada 2014-2019 Indonesia memproyeksikan antara lain pembangunan hotel hingga 120 ribu kamar, 15 restoran, operator wisata diving, taman rekreasi internasional, marina, dan daerah khusus wisata masing-masing 100.

Presiden Inacham James Hartono mengatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah untuk mengembangkan pariwisata nasional. "Kami akan mensosialisasikan program investasi di Indonesia kepada mitra usaha Kami di Tiongkok," ungkapnya.

James mengatakan pihaknya berfungsi sebagai jembatan bagi kepentingan pengusaha Indonesia yang ingin berinvestasi di Tiongkok, begitu pun sebaliknya. "Termasuk untuk mempromosikan peluang investasi yang ditawarkan Indonesia kepada calon investor Tiongkok," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×