facebook

Demokrat Minta Jokowi Terima Kritik SBY untuk Energi Positif

Pebriansyah Ariefana | Bagus Santosa
Demokrat Minta Jokowi Terima Kritik SBY untuk Energi Positif
Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono saat melayat jenazah Mike Mohede di Komplek Kuricang, Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (1/8/2016). [suara.com/Wahyu]

Pemerintah Jokowi harusnya bisa mengoreksi diri bahwa konsep membangun kebijakan bukan hanya sebatas wacana.

Suara.com - Ketua DPP Demokrat Didik Mukriyanto mengatakan kritikan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang poros maritim, dinilai sebagai energi positif baru buat pemerintahan saat ini. Didik mengatakan kritikan ini merupakan hasil dari pengalaman SBY memimpin negeri ini selama 10 tahun.

"Ya saya pikir itu energi baru buat pemerintah yang sekarang. Karena, kalaupun Pak SBY mantan presiden tentu beliau memahami betul bagaimana road map pengelolaan negara, juga termasuk di dalamnya road map negara kepulauan kita dihubungkan dengan kemaritiman," kata Didik di DPR, Selasa (30/8/2016).

Dia menambahkan, dengan kritik ini, pemerintah Jokowi harusnya bisa mengoreksi diri bahwa konsep membangun kebijakan bukan hanya sebatas wacana. Dia pun berharap wacana poros maritim itu bisa direalisasikan.

"Yang penting adalah bagaimana implementasnmya dan masyarakat bisa merasakan. Itu kan hakikat yang diingatkan Pak SBY," kata Didik.

Untuk diketahui, Presiden Indonesia keenam SBY mengkritik konsep poros maritim dunia yang digagas Jokowi. Kritikan itu disampaikan SBY dalam orasi ilmiahnya di acara wisuda Universitas Al Azhar Indonesia di Gedung Manggala Wanabhakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Sabtu (27/8/2016).

SBY menilai gagasan Jokowi yang sering digembar-gemborkan itu dalam perkembangannya sebatas retorika belaka.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS