Array

Ruhut Dipecat dari Jubir Demokrat, Ini Dia Memo Khusus SBY

Senin, 22 Agustus 2016 | 16:39 WIB
Ruhut Dipecat dari Jubir Demokrat, Ini Dia Memo Khusus SBY
Ruhut Sitompul [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Internal Partai Demokrat sedang bergejolak. Hal ini ditandai oleh penonaktifan Ruhut Sitompul dari posisi koordinator juru bicara partai yang dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Ruhut mengatakan sudah dipanggil Yudhoyono untuk membicarakan hal tersebut.

Mantan Presiden telah memberikan memo khusus kepada anggota Komisi III DPR tersebut dengan judul Tugas untuk Bung Ruhut Sitompul.

Memo dari Yudhoyono terdiri dari tujuh poin. Dia meminta keputusan ini dilaksanakan sebaik-baiknya.

Berikut ini isi tujuh poin surat dari SBY:

Satu, tetap aktif dan kritis di Komisi III DPR, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan komunikatif dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat.

‎Dua, lebih aktif dalam jabatan di DPP sebagai Koordinator Polhukam, para ketua departemen (dibawah koordinasi Ruhut) harus lebih digalakkan.

Ketiga, mengimplementasikan sikap politik Partai Demokrat yang nonblok dan tidak masuk koalisi. Serta, mendukung kebijakan pemerintah yang tepat dan prorakyat.

Keempat, menyangkut isu politik yang sangat sensitif dan berkaitan dengan Partai Demokrat, harus lebih memahami posisi Partai Demokrat, lebih aktif.

Kelima, berkaitan dengan penataan kembali pengurus Partai Demokrat dalam proses ke depan, tim jubir akan dipimpin langsung oleh SBY.

Keenam, harus lebih fokus laksanakan tugas tersebut. Ruhut diharapkan tetap kritis dan aktif dengan sikap dan kebijakan ketum, jika ada yang ingin dikonfirmakasikan agar langsung hubungi ketum atau sekjen atau ketua fraksi.

Ketujuh, keputusan ini untuk dilaksanakan dan sukses selalu.

Hingga saat ini belum jelas kenapa Yudhoyono mengganti Ruhut. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan tidak tahu secara persis kenapa Ruhut mendadak dinonaktifkan.

Tapi menurut dia, keputusan itu tak terkait dengan sikap Ruhut yang menjadi pendukung Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilkada Jakarta periode 2017-2022, meskipun Demokrat belum bersikap.

"Tentunya bukan karena satu faktor (Ruhut dukung Ahok), ada beberapa faktor. Saya juga tidak begitu jelas," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI