Sempat Dibui di Arab Saudi, 2 Jamaah Haji Indonesia Dibebaskan

Ardi Mandiri

Minggu, 25 September 2016 | 04:45 WIB
Sempat Dibui di Arab Saudi, 2 Jamaah Haji Indonesia Dibebaskan
Ilustrasi haji. [shutterstock]

Suara.com - Dua jamaah haji Indonesia, Muhammad Rasul Daeng Naba bin Laujeng (41) dan Abdul Rauf Nuraling Pattola bin H Nuraling (43), dibebaskan dari penjara Shumaisy pada Jumat (23/9).

Kedua jamaah yang tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Makassar (UPG 11) yang tinggal di Hotel Al Sa Wi (504) di wilayah Aziziah ini ditahan sejak Selasa (20/9) pagi karena diduga menjadi joki Hajar Aswad.

"Kedua jamaah ini berhasil dibebaskan berkat kerja sama antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, KJRI, Maktab, dan Muassasah," kata Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Mekkah Wagirun Topan Tuwinangun saat memberikan keterangan pers di Daker Mekkah, Sabtu.

Ia menjelaskan kronologi penangkapan dan upaya yang dilakukan untuk membebaskan kedua jamaah haji yang ditangkap setelah memandu istri, nenek, dan keluarga mereka untuk mencium Hajar Aswad.

Pada kesempatan pertama, Muhammad Rasul berhasil memandu sejumlah perempuan untuk mencium Hajar Aswad. Giliran berikutnya, Rasul akan membantu Abdul Rauf Nuraling. Namun, baru beranjak dari tempat berkumpul mereka yang berada di salah satu sudut area thawaf yang segaris dengan lampu hijau (tanda permulaan tawaf), kedua orang ini ditangkap polisi Haram dan dibawa ke markas kepolisian untuk dimintai keterangan.

Sementara itu, rombongan perempuan yang akan dipandu mencium Hajar Aswad akhirnya kembali ke hotel sekitar pukul 02.00 dini hari.

Pada 20 September pagi, sekitar jam 08.45 waktu Arab Saudi, perwakilan dari mereka melapor ke Linjam Sektor Lima yang ditindaklanjuti dengan melaporkan ke Daker Mekkah sekitar pukul 09.00 waktu Arab Saudi.

"Kami beserta penghubung instansi langsung meluncur ke kepolisian Haram untuk menelusuri jejak saudara kita ini ada di mana. Pada pos pertama kosong. Di pos polisi kedua, kami mendapat informasi bahwa pagi sekali mereka sudah dikirim ke penjara di Shumasy," katanya.

Oleh karena kedua jamaah tersebut telah berada di penjara Shumaisy atau di luar "check point" maka langkah selanjutnya harus berkordinasi dengan maktab.

Saat itu, pihak maktab menjanjikan menjemput kedua jamaah haji tersebut di Shumaisy. Namun, sampai 22 September upaya belum membuahkan hasil.

Upaya selanjutnya, lanjut Wagirun, Tim Linjam Daker Mekkah pada 23 September bersurat ke Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang intinya menyampaikan laporan dan meminta bantuan penyelesaian kasus.

"Kami juga meminta bantuan kepada Tim KJRI yang menangani perlindungan warga negara Indonesia agar secara paralel mereka juga melakukan upaya pembebasan jamaah kita," terangnya.

Masih sebagai bagian dari upaya, Tim Linjam Daker Mekkah bersama Kadaker menemui Kepala Kepolisian Haram pada 23 September untuk meminta bantuannya karena tempat kejadian perkara (TKP) ada di Masjidil Haram.

"Respons dia cukup bagus. Saat itu kami tunjukkan visa dua orang ini, dia merespons dengan menghubungi pihak terkait dan menjanjikan bahwa dalam waktu dekat, kalau bisa malam ini atau besok (akan dilakukan pembebasan)," katanya.

Pada 24 September dua jamaah tersebut dibebaskan dan diantar langsung petugas maktab.

Muhammad Rasul dan Abdul Rauf berada di Shumaisy sekitar empat hari lima malam. Menurut Wagirun kendala terbesar untuk membebaskan kedua jamaah itu adalah karena peristiwanya bersamaan dengan libur panjang di Arab Saudi, 22-24 September, sehingga ada kendala dalam koordinasi dengan aparat Arab Saudi.

Wagirun mengimbau jamaah haji Indonesia untuk berhati-hati dan tidak memaksakan diri saat akan mencium Hajar Aswad.

Ia menjelaskan oknum yang mencari keuntungan atau penghasilan menjadi joki mencium Hajar Aswad menjadi perhatian dan target tersendiri bagi kepolisian Masjidil Haram.

"Bagi saudara kita yang mau mencium Hajar Aswad, sewajarnya saja karena yang wajib itu ibadahnya. Mencium Hajar Aswad hanya bagian sunah. Kalau memungkinkan ada waktu dan badan sehat dilaksanakan, kalau tidak memungkinkan jangan dipaksakan," katanya.

Saat ini, dua jamaah tersebut berada di Daker Mekkah untuk menunggu paspor mereka yang tertahan di kantor kepolisian. Setelah paspor kembali, para jamaah yang berasal dari Makassar tersebut, akan bergabung dengan keluarga dan rombongannya yang saat ini berada di Madinah.

Sementara itu Abdul Rauf mengaku sebelum peristiwa itu ia merasa berat untuk pergi namun karena sang istri ingin mencium Hajar Aswad maka ia pun pergi ke Masjidil Haram.

Ia mengaku kasus tersebut merupakan pelajaran yang sangat berharga baginya.

Sedangkan Muhammad Rasul mengaku akan menuruti imbauan pemerintah untuk tidak memaksakan diri dalam mencium Hajar Aswad. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Daftar 188 Jamaah Haji yang Meninggal

Ini Daftar 188 Jamaah Haji yang Meninggal

News | Selasa, 20 September 2016 | 04:15 WIB

Terkini

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Harga iPhone 13 Terbaru Resmi dan Bekas di Pasaran: Masih Jadi Primadona, Banderol Masuk Akal

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Konstruksi Stadion Untia Makassar Berkapasitas 15.000 Penonton Dimulai Awal 2027

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Wamensos Agus Jabo Resmikan Taman Anak Sejahtera dan Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta

Wamensos Agus Jabo Resmikan Taman Anak Sejahtera dan Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Polri Kerahkan 200 Brimob Tangani Karhutla, Tanjung Puting Jadi Perhatian

Polri Kerahkan 200 Brimob Tangani Karhutla, Tanjung Puting Jadi Perhatian

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Tak Semua Harus UMKM, Ketika Para Ahli tak Punya Tempat di Negara Sendiri

Tak Semua Harus UMKM, Ketika Para Ahli tak Punya Tempat di Negara Sendiri

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel

Danantara Buka Peluang Mitra Strategis, MIND ID Perkuat Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Viral Keributan Pecah di Stasiun Tebet, Awalnya Adu Mulut Penumpang di Gerbong Wanita

Viral Keributan Pecah di Stasiun Tebet, Awalnya Adu Mulut Penumpang di Gerbong Wanita

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas

Jerit Hati Orang Tua: Saat Anak Berkebutuhan Khusus Menjadi Korban Perundungan hingga Tewas

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Cara Memakai Bedak Padat dengan Spons Basah agar Coverage Ekstra Tinggi

Cara Memakai Bedak Padat dengan Spons Basah agar Coverage Ekstra Tinggi

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:59 WIB

×