Politisi Hanura Sayangkan PKS Angkat Isu SARA di Paripurna

Tomi Tresnady, Bagus Santosa

Kamis, 20 Oktober 2016 | 11:11 WIB
Politisi Hanura Sayangkan PKS Angkat Isu SARA di Paripurna
Raker Komisi VII DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana meminta agar Anggota DPR tidak membicarakan hal-hal yang sensitif pada saat rapat Paripurna, terutama mengenai SARA.

Suara.com - Hal itu dikatakan Dadang menanggapi ‎pernyataan Anggota Fraksi PKS Almuzammil Yusuf yang menyampaikan kegelisahan umat Islam dari pernyataan seorang doktor Universitas Brawijaya tentang makna toleransi antar umat beragama, terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengutip ayat suci Alquran .

‎"Jangan bicara yang sensitif seperti larang-larang orang memilih pemimpin karena perbedaan agama, itu SARA yang sensitif," kata Dadang dihubungi Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Menurut Anggota Komisi X ini, membicarakan SARA bisa membahayakan keamanan negara. Padahal, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah disepakati para pendiri bangsa dari berbagai agama dan suku.

‎"Pancasila adalah kesepakatan, jadi kita harus bicara dalam perspektif Pancasila ketika berbicara di wilayah publik, maka agama yang kita bicarakan adalah sebagai moralitas dan akhlak," ujar tim pengarah pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat ‎dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sementara itu, kolega Dadang di Hanura, Miryam S Haryani menilai wajar apa yang disampaikan oleh anggota DPR Fraksi PKS Almuzammil Yusuf mengenai toleransi. Namun, Anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, Fraksi Hanura tidak akan meniru hal tersebut.

"Pernyataan yang dibacaka PKS di paripurna sesuatu yang wajar, karena semua berharap toleransi selalu jadi pegangan kita dalam berbagai kondisi tidak hanya pilkada," kata juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot ini.

Menurutnya,  tensi politik yang meninggi di Jakarta perlu disikapi dengan bijaksana oleh setiap pihak. Miryam berkata, segala sesuatu terjadi karena merupakan bentuk reaksi atas aksi yang muncul sebelumnya sehingga setiap orang harus bisa saling menahan diri.

"Bagi kami Partai Hanura tidak akan meniru hal yang sama di paripurna, karena yang jauh lebih penting adalah substansi dan pelaksanaan dari toleransinya itu," ujarnya.

Berikut isi surat yang disampaikan Al Muzammil dalam rapat paripurna:

THE HIGHEST RESULT OF TOLERANCE IS RESPECT AND SOCIAL RELATIONS

Oleh dr. Gamal Albinsaid

Bismillahirrahmanirrahim...

Dua hari lalu, sebelum saya menerima penghargaan Empowering people Award dari Siemens di Jerman, salah seorang panitia mendatangi saya untuk menanyakan cara bersalaman di atas panggung karena pimpinan mereka adalah seorang wanita. Mereka menghormati ketika tahu saya tidak bersalaman dengan wanita karena tidak ingin bersentuhan dengan yang bukan muhrim saya. Saya cukup menempelkan kedua tangan saya, lalu menyapa mereka tanpa menyentuh tangannya. Mereka mengatur itu di atas panggung agar saya merasakan kenyamanan. Itulah toleransi.

Di perjalanan ke Inggris untuk kunjungan ke 15 perusahaan, pernah saya menaiki pesawat yang tidak menyediakan makanan halal. Setelah saya sampaikan kepada mereka saya hanya bisa makan makanan halal, mereka mencari sebuah mie instan yang memiliki label halal untuk saya. Itulah toleransi.

Ketika saya harus presentasi di California University yang bersamaan saat Salat Jumat, saya minta panitia menggeser jam presentasi kami, karena saya ingin melaksanakan Salat Jum'at di sana. Mereka mengijinkan menggeser waktu presentasi saya. Itulah toleransi.

Ketika makan malam dengan pangeran Charles di Istana Buckingham, mereka mengatur supaya saya mendapatkan makanan untuk vegetarian agar saya merasa nyaman. Itulah toleransi.

Di berbagai pengalaman itu, saya merasakan dan menyimpulkan bahwa bentuk toleransi adalah hormat. Bagi saya "The highest result of tolerance is respect and social relations", toleransi itu adalah bentuk penghormatan kita pada perbedaan yang ada. Mulai dari hal yang kecil seperti makanan, cara berpakaian, cara beraktivitas, sampai hal yang besar soal agama, kitab suci, dan prinsip Ketuhanan.

UNESCO dalam publikasinya "Tolerance: The Threshold of Peace"

Menyatakan social relations adalah salah satu indikator dari suksesnya toleransi di sebuah masyarakat. Oleh karenanya hasil dari toleransi adalah kenyamanan individu dan keharmonisan sosial.

Mau tidak mau, pemimpin berperan besar dalam menjaga, membangun, dan menciptakan toleransi yang baik. Tidak boleh pemimpin itu masuk atau memberikan komentar terhadap agama, kitab suci, prinsip Ketuhanan, dan cara beribadah sebuah agama.

Peran pemimpin itu penting sekali dalam toleransi yang kita bangun. Kita rindu pemimpin yang mampu menyejukkan perbedaan kita dalam kesantunan, menciptakan keharmonisan di antara perbedaan dengan sikap saling menghormati dalam cinta kasih. Bukan pemimpin yang tidak mempedulikan perbedaan yang ada, menciptakan ketegangan dengan menghina agama, melecehkan kitab, membatasi cara beribadah. Seorang pemimpin harus menghormati agama yang berbeda dengan tidak menilai atau mengomentari agama, tidak mengomentari kitab suci, dan tidak mengomentari cara beribadah. Lalu bagaimana keharmonisan bisa hadir jika pernyataan mengarah pada pelecehan atau penghinaan pada kitab suci dan isi kitab suci?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bertemu Ahok Malam, Raline Shah Ngobrol Soal Pembangunan Jakarta

Bertemu Ahok Malam, Raline Shah Ngobrol Soal Pembangunan Jakarta

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 02:31 WIB

Luncurkan 116 Bus, Ahok Ingin Bus Terbaik di Dunia Ada di Jakarta

Luncurkan 116 Bus, Ahok Ingin Bus Terbaik di Dunia Ada di Jakarta

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 22:26 WIB

Kubu Djan Faridz: PPP Dukung Ahok Ikhlas, Tak Ada Mahar

Kubu Djan Faridz: PPP Dukung Ahok Ikhlas, Tak Ada Mahar

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 20:44 WIB

Membela Amien Rais Ikut Demo Ormas Islam Anti Ahok

Membela Amien Rais Ikut Demo Ormas Islam Anti Ahok

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 19:13 WIB

Anggota DPR Kehilangan Ruhut Sitompul yang Vokal dan Lucu

Anggota DPR Kehilangan Ruhut Sitompul yang Vokal dan Lucu

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 19:10 WIB

Ruhut Mundur dari DPR: Bagi Gue Jabatan Bukan Segalanya

Ruhut Mundur dari DPR: Bagi Gue Jabatan Bukan Segalanya

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:53 WIB

Kepala BIN Bantah Buat Surat Keputusan Timses Ahok

Kepala BIN Bantah Buat Surat Keputusan Timses Ahok

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 16:40 WIB

Di MK, Habiburokhman Gagal Putar Video Dugaan Ahok Curi Start

Di MK, Habiburokhman Gagal Putar Video Dugaan Ahok Curi Start

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 13:55 WIB

Ahok Buru-buru Tinggalkan MK Saat Habiburokhman Mau Beri Surat

Ahok Buru-buru Tinggalkan MK Saat Habiburokhman Mau Beri Surat

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 13:25 WIB

Fendy Chow Akan Pilih Ahok Bukan karena Agama

Fendy Chow Akan Pilih Ahok Bukan karena Agama

Entertainment | Rabu, 19 Oktober 2016 | 09:44 WIB

Terkini

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review

5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:07 WIB

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat

Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?

Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra

Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:37 WIB

Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu

Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:32 WIB

×