Politisi Golkar: Pembenahan Sektor Hukum di Era Jokowi Lambat

Adhitya Himawan | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:43 WIB
Politisi Golkar: Pembenahan Sektor Hukum di Era Jokowi Lambat
Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo [suara.com/Dian Rosmala]
Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengkritisi dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait keterlambatan dalam menyentuh sektor hukum. Pasalnya, sektor hukum di dalam negeri ditandai dengan buruknya kualitas penegakan hukum  serta tidak ada institusi penegak hukum yang bersih dari masalah.
 
"Presiden baru mulai memberi perhatian sektor hukum tepat pada tahun kedua periode pemerintahannya. Presiden ingin merevitalisasi sektor hukum untuk mewujudkan kepastian dan efisiensi. Pembenahan di sektor hukum akan dimulai dengan program pemberantasan pungutan liar (pungli)," ujar Bambang kepada wartawan, Jumat (21/10/2016).
 
Oleh karena itu, kata Bambang, masyarakat masih menunggu keberhasilan Jokowi-JK dalam membenahi sektor hukum. Bukan hanya pungli, namun Presiden Jokowi-JK harus memperbaiki kualitas penegakan hukum di Indonesia.
 
"Pungli memang merugikan masyarakat. Tetapi, persoalan di sektor hukum bukan hanya pungli. Tidak kalah pentingnya adalah upaya memperbaiki atau memulihkan kualitas penegakan hukum, dengan cara memerangi mafia kasus dan mafia peradilan," katanya.
 
Meski begitu, ia pun mengapresiasi keberhasilan pemerintah Jokowi-JK dalam mengonsolidasi mayoritas kekuatan politik, sehingga terwujudnya stabilitas politik di dalam negeri. 
 
"Stabilitas politik itulah yang menjadi modal dasar bagi pemerintahan Jokowi-JK bisa merealisasikan sejumlah program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah hingga realisasi kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang fenomenal itu," tutur  Ketua Komisi III tersebut.
 
Lebih lanjut, Bambang menilai Presiden Jokowi telah mengejawantahkan politik pembangunan nasional yang berorientasi Indonesiasentris, tidak lagi Jawasentris. Kata Bambang, dengan pembangunan yang berorientasi Indonesiasentris, Presiden berusaha memperkecil kesenjangan antara Jawa dan sejumlah daerah di luar Jawa.
 
"Itu sebabnya, pemerintah sekarang membangun ragam infrastruktur strategis di sejumlah daerah, mulai dari jalan bebas hambatan, jalur kereta api, pembangunan ketenagalistrikan, pelabuhan, bandara hingga waduk atau bendungan. Saya melihat bahwa politik pembangunan Indonesiasentris merupakan upaya pemerintah memperkokoh fondasi dan ikatan NKRI. Semua wilayah negara menikmati kue pembangunan," jelasnya.
 
Bambang menambahkan, pemerintah juga saat ini mencoba mempraktikkan politik ekonomi baru, yakni satu kebijakan berlaku nasional. 
 
"Semangat dan praktik politik ekonomi baru itu terlihat pada upaya Presiden menyeragamkan harga bahan bakar minyak (BBM). Harga bensin di Jawa dan luar Jawa harus sama. Tidak boleh lagi ada perbedaan, seperti yang terjadi selama ini," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Tahun Jokowi-JK, Ini Pencapaian Susi Pudjiastuti

Dua Tahun Jokowi-JK, Ini Pencapaian Susi Pudjiastuti

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 12:11 WIB

Presiden Jokowi Jamin Pulau Terdepan akan Terus Dibangun

Presiden Jokowi Jamin Pulau Terdepan akan Terus Dibangun

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:00 WIB

Jokowi: Wisatawan dari Cina ke Manado Melonjak 1000 Persen

Jokowi: Wisatawan dari Cina ke Manado Melonjak 1000 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 10:30 WIB

Jokowi: Puluhan Tahun di Papua Harga Bensin Rp50 Ribu per Liter

Jokowi: Puluhan Tahun di Papua Harga Bensin Rp50 Ribu per Liter

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 14:10 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Nop Goliat Dekai

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Nop Goliat Dekai

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:44 WIB

Presiden Jokowi: Rasio Elektrifikasi di Papua Baru 47 Persen

Presiden Jokowi: Rasio Elektrifikasi di Papua Baru 47 Persen

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 19:51 WIB

Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono Ditargetkan Kelar 2018

Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono Ditargetkan Kelar 2018

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 18:39 WIB

Fahri Hamzah Kritik Pemerintahan Jokowi Cuma Kerja Tanpa Berpikir

Fahri Hamzah Kritik Pemerintahan Jokowi Cuma Kerja Tanpa Berpikir

News | Senin, 17 Oktober 2016 | 17:07 WIB

Fadli Zon Sindir Jokowi Supaya Stop Pencitraan

Fadli Zon Sindir Jokowi Supaya Stop Pencitraan

DPR | Senin, 17 Oktober 2016 | 13:39 WIB

Golkar Gelar Lomba Kartu Gaple 3 Hari "Non Stop"

Golkar Gelar Lomba Kartu Gaple 3 Hari "Non Stop"

News | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 22:04 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB