Mendagri Lantik Ketua DP Korpri Jadi Plt Gubernur Gorontalo

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 28 Oktober 2016 | 16:00 WIB
Mendagri Lantik Ketua DP Korpri Jadi Plt Gubernur Gorontalo
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambangi kantor Ombudsman, di Jakarta, Kamis (9/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo resmi melantik Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Nasional, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Gorontalo, Kamis (27/10/2016), di Jakarta. Zudan akan mengambil alih tugas Rusli Habibie yang cuti kampanye untuk mengikuti kembali kontestasi pilkada di Bumi Hulondhalo 2017 sebagai incumbent.

Laki-laki yang kini menjabat Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri itu akan memimpin Pemerintah Provinsi Gorontalo hingga pejabat definitif terpilih tahun depan. Serah terima jabatan dari Rusli dan wakilnya, Idris Rahim dilakukan di Kantor Kemendagri usai pelantikan tersebut.

Terkait netralitas pegawai negeri sipil (PNS), sejak jauh-jauh hari Zudan telah memperingatkan agar anggotanya tidak mendukung kandidat tertentu dalam proses pemilihan kepala daerah (pilkada) yang bakal dilakukan serentak pada 2017.

Zudan mencontohkan, ada PNS yang sudah berkarier bagus, lalu diminta mendukung salah satu calon dengan iming-iming naik jabatan. Hal ini menurutnya sangat spekulatif, dan sebaiknya dihindari aparatur sipil negara (ASN).

“Sebab kalau jagoannya kalah, bisa mandeg kariernya,” kata Zudan berpesan.

Korpri, menurutnya, telah berikrar menjadi organisasi profesi ASN yang kuat, profesional,  netral, dan sejahtera. Sebagai ASN yang profesional, Zudan mengajak anggota Korpri tidak terganggu dalam proses kontestasi pilkada.

Zudan Muda Sudah Banyak Berprestasi
Lahir di Sleman, Yogyakarta, 24 Agustus 1969, Zudan muda sudah terbiasa aktif. Beberapa prestasi yang pernah ditorehkan sejak remaja antara lain, juara baca puisi, juara pidato dan juara karate se-provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kejuaraan terakhir diraihnya saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Hingga kini, Zudan masih aktif dalam olahraga karate.

Pendidikan SD dan SMP ditempuhnya di Sleman, sedangkan masa sekolah menengah atas ditempuhnya di SMA tertua di Yogyakarta, SMA 3 Padmanaba.

Lulus SMA, anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo pada 1992. Saat kuliah, ia juga masih tetap aktif.

Beberapa prestasi yang diraihnya adalah gelar Mahasiswa Berprestasi Utama UNS pada 1992, juara cerdas cermat mahasiswa se DIY-Jateng, dan menjuarai berbagai lomba karya tulis ilmiah.

Zudan juga aktif menjadi Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum UNS, aktif pula dalam kegiatan senat, pers kampus dan mahasiswa pecinta alam Gopala Valentara FH UNS. Selepas meraih sarjana strata-1, Zudan mengajar di Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sejak 1993.

Dua tahun kemudian, ia meraih gelar Magister Hukum di Universitas Diponegoro pada 1995. Selanjutnya ia mencari peruntungan di dunia birokrasi. Dalam sejarah hidupnya, Zudan dua kali menjadi calon PNS.

Pertama, status itu diperolehnya satu tahun setelah meraih Magister Hukum. Saat itu, 1996, Zudan tercatat sebagai CPNS Badan Urusan Piutang dan Lelang Departemen Keuangan. Rupanya kegemarannya menimba ilmu, membuat Zudan memilih mengundurkan diri dari CPNS. Ia pun menempuh program doktoral di Universitas Diponegoro.

Di bawah bimbingan promotor yang sangat terkenal di dunia hukum, Prof Dr Satjipto Rahardjo, Zudan meraih gelar doktor ilmu hukum, khususnya tentang pranata hukum pada 2001.

Seluruh pendidikan sarjananya tidak dibiayainya sendiri. Ia memperoleh beasiswa strata-1 dari Yayasan Adji Dharma Bakti, strata-2 dari Yayasan Wijaya Kusuma Surabaya, dan strata-3 dari Bank Dunia melalui project URGE World Bank.

Dengan gelar doktornya, Zudan mengembangkan kemampuan mengajar ilmu hukum di dua universitas berbeda, yaitu di Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya pada 2002 dan empat tahun kemudian di Universitas Borobudur.

Sebelum meraih gelar doktor, Zudan ternyata mencoba peruntungannya lagi di lingkungan birokrasi yang pernah ditinggalkannya. Pada 1999, ia kembali berhasil menjadi CPNS. Kali ini di Kemendagri. Ia menjadi calon pegawai Badan Diklat pada 1 April 1999 untuk diarahkan menjadi widyaiswara (pengajar).

Makan dimulailah kariernya sebagai birokrat. Pada Desember 2002, ia ditugaskan sebagai eselon IV di Badan Diklat Kemendagri dengan tugas menyusun kebijakan pengelolaan dua sekolah pemerintah yang dikelola kementerian itu. Hasilnya, Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri dan Institut Ilmu Pemerintahan digabung menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Pada 25 Juni 2008, Zudan dipromosi ke Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kemendagri sebagai Kepala Bagian Penyusunan Perundang-undangan. Dua tahun kemudian ia menjadi pelaksana tugas Kepala Biro Hukum dan menjadi Kepala Biro Hukum Kemendagri pada 9 November 2011.

Pernah Menjadi Guru Bedsar Ilmu Hukum Termuda
Minat Zudan pada ilmu hukum adalah di bidang hukum administrasi negara dan sosiologi hukum. Karena minatnya tersebut, ia menjadi guru besar ilmu hukum termuda, yaitu menjadi Guru Besar Ilmu Lembaga dan Pranata Hukum di usia 35 tahun lebih 36 hari.

Di luar pekerjaannya, Zudan aktif berorganisasi. Pemegang sabuk hitam karate itu dipercaya sebagai Ketua Federasi Karate Tradisional Provinsi Jawa Barat. Kegemarannya adalah merawat bonsai dan adenium, yang membuatnya diangkat menjadi Ketua Umum Asosiasi Komunitas Adenium Seluruh Indonesia (Assadi). Zudan juga memiliki kegemaran memelihara burung dan ayam hias.

Saat ini, Zudan masih mengajar dan membimbing mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya. Selain itu, Universitas Tanjung Pura, Universitas Jayabaya, Universitas Borobudur, dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Ia juga pernah menjadi anggota Panitia Seleksi Komisi Kejaksaan Tahun 2010. Selain itu, menjadi angggota tim pakar pemerintah dalam penyusunan sejumlah undang-undang.

Kiprahnya sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional menunjukkan kepeduliannya kepada orang lain. Ia selalu berupaya agar Korpri bisa menyejahterakan 4,5 juta PNS yang menjadi anggotanya.

Sejumlah program sudah disiapkan, seperti membangun jaringan toko online khusus untuk pegawai negeri dan fasilitas dana talangan ibadah Umrah Bareng Korpri.

Selain itu, Korpri menyediakan Korprimart yang bisa memudahkan pegawai negeri di daerah memenuhi kebutuhan harian, fasilitas poliklinik Korpri sebagai fasilitas kesehatan pratama untuk pegawai negeri dan umum, serta masih banyak program yang akan diluncurkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpar Yakin Target 20 Juta Kunjungan pada 2019 Tercapai

Menpar Yakin Target 20 Juta Kunjungan pada 2019 Tercapai

Lifestyle | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 15:00 WIB

Korpri Ajak Pensiunan Tetap Ciptakan Kesejahteraan

Korpri Ajak Pensiunan Tetap Ciptakan Kesejahteraan

News | Kamis, 27 Oktober 2016 | 16:00 WIB

Ayo, Pilih Indonesia di "World Halal Tourism Awards"

Ayo, Pilih Indonesia di "World Halal Tourism Awards"

Lifestyle | Kamis, 27 Oktober 2016 | 13:00 WIB

Terkini

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

Health | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 19:26 WIB

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:19 WIB

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

×