Kaum 'Jihadis' Rentan Tunggangi Aksi Berlatar Agama

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 08 November 2016 | 11:45 WIB
Kaum 'Jihadis' Rentan Tunggangi Aksi Berlatar Agama
Pendemo bentrok dengan aparat di depan Istana Negara [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tuduhan Presiden Joko Widodo jika demo anti calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama 4 November lalu ditunggai tokoh politik sangat beralasan. Bahkan aksi itu bisa ditunggani kelompok radikal.

Analisa itu dipaparkan Direktur Setara Institute Hendardi, Selasa (8/11/2016). Menurutnya demo berlatar agama rentan menjadi medium recovery kaum 'jihadis'. Sebab sejak perdamaian di Poso dan Ambon mereka kehilangan arena recovery dan radikalisasi.

“Baik untuk merekrut kader-kader baru maupun untuk menghimpun dukungan publik,” papar Hendardi.

Mantan anggota Tim Pencari Fakta Kasus pembunuhan Munir. Sejak 2010, kelompok jihadis beralih menggunakan isu penodaan agama, penyesatan, antikristenisasi, dan solidaritas atas segala peristiwa di Timur Tengah, sebagai medium kampanyenya.

“Peristiwa di Cikeusik 6 Februari 2011 dan di Temanggung 9 Februari 2011 adalah dua peristiwa yg secara nyata ditunggani oleh kelompok jihadi. Salah satu aktor lapangan peristiwa penyerangan Ahmadiyah adalah aktor yg aktif melakukan pembantaian di Poso. Sedangkan di Temanggung, operator lapangan dari pembakaran gereja adalah salah satu tokoh yang pada masa konflik di Ambon bertugas memasok amunisi untuk kelompok Islam.,” kata dia.

Hendardi menjelaskan indikasi keterlibatan kelompok jihadi dalam aksi 4 November lalu juga terdeteksi dengan keterlibatan tokoh kunci Bachtiar Nasir (pendakwah Wahabi), Abu Jibril (MMI) dan M. Zaitun (Wahdah Islamiyah) ormas yang disponsori Wahabi dan gemar mengkafirkan kelompok lain. Tiga tokoh kunci tersebut secara ideologis membenarkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

“Aksi-aksi massa selalu mengundang aneka kepentingan bertaruh. Karena itu, jika praktik-praktik intoleransi dengan aksi kekerasan dan penyebaran kebencian dibiarkan, maka sama saja kita menyediakan arena recovery kelompok-kelompok jihadi untuk terus memupuk semangat pengikut dan simpatisannya,” papar Hendardi.

“Bagi Setara Institute, intoleransi adalah titik awal dari terorisme, sebaliknya, terorisme adalah puncak intoleransi,” tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komisi III DPR Akan Bentuk Tim Pengawas Demo Rusuh 4 November

Komisi III DPR Akan Bentuk Tim Pengawas Demo Rusuh 4 November

News | Selasa, 08 November 2016 | 11:19 WIB

Polisi Segera Periksa Ketua HMI Jaksel Terkait Demo 4 November

Polisi Segera Periksa Ketua HMI Jaksel Terkait Demo 4 November

News | Selasa, 08 November 2016 | 06:17 WIB

Polda Metro Tangkap Terduga Perusuh 4 November

Polda Metro Tangkap Terduga Perusuh 4 November

News | Selasa, 08 November 2016 | 04:00 WIB

Polda Metro: 350 Terluka Akibat Ricuhnya Demo 4 November

Polda Metro: 350 Terluka Akibat Ricuhnya Demo 4 November

News | Selasa, 08 November 2016 | 01:14 WIB

Polisi Kantongi Identitas Provokator Kerusuhan di Penjaringan

Polisi Kantongi Identitas Provokator Kerusuhan di Penjaringan

News | Senin, 07 November 2016 | 20:10 WIB

Motif Penjarahan Penjaringan Manfaatkan Demo Rusuh

Motif Penjarahan Penjaringan Manfaatkan Demo Rusuh

News | Senin, 07 November 2016 | 19:38 WIB

Pakar: Ada Perebutan Ruang Publik di Demo 4 November

Pakar: Ada Perebutan Ruang Publik di Demo 4 November

News | Senin, 07 November 2016 | 19:14 WIB

Polisi Sebut Provokator Rusuh di Demo 4 November  Beratribut HMI

Polisi Sebut Provokator Rusuh di Demo 4 November Beratribut HMI

News | Senin, 07 November 2016 | 18:21 WIB

Polisi Telisik Penyandang Dana Demo 4 November

Polisi Telisik Penyandang Dana Demo 4 November

News | Senin, 07 November 2016 | 18:17 WIB

Polisi Tangkis Tuduhan Bubarkan Pendemo Pakai Peluru Karet

Polisi Tangkis Tuduhan Bubarkan Pendemo Pakai Peluru Karet

News | Senin, 07 November 2016 | 17:53 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB