Polisi Mengaku Hati-hati Tangani Kasus Ahok

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Jum'at, 11 November 2016 | 14:23 WIB
Polisi Mengaku Hati-hati Tangani Kasus Ahok
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Badan Reserse Kriminal Polri sangat berhati-hati dalam menangani penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang disangkakan kepada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto menanggapi adanya pernyataan Majelis Ulama Indonesia yang meminta sikap keagamaan dijadikan rujukan dalam penanganan kasus Ahok.

Menurutnya, penyidik memiliki ketentuan khusus untuk menggali seluruh keterangan yang telah diperoleh. Hal ini, kata dia, agar kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok tidak keluar dari koridor hukum sehingga penyidik bisa secepatnya menentukan status kasus tersebut dalam gelar perkara.

"Kita terimakasih kalau ada masukan-masukan itu tapi tentunya kita tetap memiliki hak untuk kita memilih untuk menentukan karena jangan sampai kasus ini melebar ke mana-ke mana kita akan fokus apalagi kita sudah ditentukan dalam dua minggu harus menentukan status kasus ini seperti apa," kata Agus kepada wartawan Jumat (11/11/2016).

Menurutnya, adanya pendapat MUI dijadikan rujukan masih ditelaah dengan keterangan dari ahli-ahli yang keterangannya telah diperoleh.

"Yang pasti semua informasi yang kita miliki memiliki mekanisme dan konsekuensi hukum memang berdasarkan keahliannya. Bukan berdasarkan kepentingan-kepentingan yang mungkin akan berbeda dengan yang kita inginkan," kata dia.

Lebih lanjut, Agus memastikan jika penanganan penyelidikan kasus Ahok sudah sesuai prosedur berdasarkan aturan yang berlaku.

"Yang jelas Polri menjalankan tugas sesuai perundang-undangan dan mekanisme yang ada," katanya.

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan MUI rapat pleno dan menghasilkan enam kesimpulan terkait kasus Ahok.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin menyebut enam poin tersebut merupakan pandangan yang disepakati seluruh organisasi Islam di Indonesia.

"Jadi tingkatannya tinggi (kesimpulan rapat pleno), kalau bisa disebut inilah pandangan dan sikap seluruh ormas Islam. Terkait apa yang telah disepakati tadi," kata Din, Rabu (9/11/2016) kemarin.

Din menegaskan Dewan Pertimbangan MUI mendukung sikap keagamaan yang telah dikeluarkan MUI sebelumnya, yang menyatakan bahwa Ahok telah menistakan Al Quran dan ulama.

"Dewan Pertimbangan MUI mendukung, memperkuat pendapat keagamaan MUI yang telah dikeluarkan bulan Oktober lalu tentang penistaan agama ini," ujar Din.

Din berharap sikap keagamaan MUI dijadikan rujukan hukum bagi Bareskrim Polri dalam memproses kasus Ahok.

"Jelas di situ (sikap keagamaan MUI) dinyatakan sebagai penistaan, maka itulah pandangan keagamaan dan itulah yang kita minta jadi referensi oleh aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini," tutur Din.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Sebut Pengusir Dirinya Bukan Warga Setempat

Ahok Sebut Pengusir Dirinya Bukan Warga Setempat

News | Jum'at, 11 November 2016 | 14:13 WIB

Ketua DPR Puji Jokowi Temui Ulama dan Militer, Tapi ...

Ketua DPR Puji Jokowi Temui Ulama dan Militer, Tapi ...

News | Jum'at, 11 November 2016 | 13:35 WIB

Menhan Ajak Bersabar Menunggu Proses Hukum Ahok

Menhan Ajak Bersabar Menunggu Proses Hukum Ahok

News | Jum'at, 11 November 2016 | 13:19 WIB

Pengacara Buni Yani Masih Kumpulkan Data Soal Ucapan Ahok

Pengacara Buni Yani Masih Kumpulkan Data Soal Ucapan Ahok

News | Jum'at, 11 November 2016 | 13:08 WIB

Pelapor Ahok Soal Al Maidah  dari Sulsel Diperiksa di Bareksrim

Pelapor Ahok Soal Al Maidah dari Sulsel Diperiksa di Bareksrim

News | Jum'at, 11 November 2016 | 12:14 WIB

Ahok Dengar Ada Pengerahan 5 Juta Massa di Demo 25 November

Ahok Dengar Ada Pengerahan 5 Juta Massa di Demo 25 November

News | Jum'at, 11 November 2016 | 11:32 WIB

Polisi Analisa Isu Demonstrasi 25 November

Polisi Analisa Isu Demonstrasi 25 November

News | Jum'at, 11 November 2016 | 11:30 WIB

Ahok: Saya Bukan Orang yang Selalu Bilang Prihatin

Ahok: Saya Bukan Orang yang Selalu Bilang Prihatin

News | Jum'at, 11 November 2016 | 11:22 WIB

Fadel Beberkan Kenapa Dipecat Golkar Usai Singgung Ahok

Fadel Beberkan Kenapa Dipecat Golkar Usai Singgung Ahok

News | Jum'at, 11 November 2016 | 11:09 WIB

Gara-gara Minta Golkar Tarik Dukungan ke Ahok, Fadel Dipecat

Gara-gara Minta Golkar Tarik Dukungan ke Ahok, Fadel Dipecat

News | Jum'at, 11 November 2016 | 10:56 WIB

Terkini

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB

Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet

Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:50 WIB

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB

Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya

Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:39 WIB

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:38 WIB

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:33 WIB

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB