Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Bella

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto (kiri) menerima buku rekomendasi dan usulan dari Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie dalam seremoni di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
baca 10 detik
  • Komisi Percepatan Reformasi menyerahkan rekomendasi perbaikan Polri kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pengawasan eksternal institusi kepolisian.
  • Kompolnas akan direvitalisasi menjadi lembaga independen yang memiliki kewenangan penuh memeriksa serta memutus pelanggaran anggota Polri secara tegas.
  • Revisi Undang-Undang Polri akan segera dilakukan untuk mengintegrasikan penguatan Kompolnas serta pembaruan berbagai peraturan internal institusi kepolisian.

Suara.com - Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menyerahkan poin-poin krusial terkait rekomendasi perbaikan institusi Polri kepada Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu poin paling signifikan adalah rencana penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjadi lembaga pengawas eksternal yang independen dan memiliki kewenangan untuk memeriksa serta memutus pelanggaran.

Anggota Komisi Percepatan Reformasi Hukum, Mahfud MD, menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu struktural, instrumental, dan kultural. Pada aspek struktural, diputuskan bahwa Polri tetap berada langsung di bawah kendali Presiden, namun dengan pengawasan eksternal yang jauh lebih kuat melalui revitalisasi Kompolnas.

“Rekomendasi ini kalau dikelompokkan dari buku besar tuh sebenarnya hanya ada tiga kelompok. Satu kelompok struktural, dua kelompok instrumental, lalu yang ketiga, kelompok kultural. Nah, yang struktural itu sebenarnya menyangkut tentang organisasi Mabes Polri yang tadi disebut tuh Kapolri gimana ngangkatnya, Kapolri kedudukannya seperti apa di bawah presiden itu,” ujar Mahfud MD dalam kanal YouTube Mahfud MD Official, pada Rabu (6/5/2026).

Mahfud menyebut, selama ini Kompolnas sering kali dianggap kurang efektif dan hanya menjadi "juru bicara" kepolisian. Melalui revisi Undang-Undang Polri yang dijadwalkan masuk bulan depan, Kompolnas akan dirancang sebagai lembaga independen yang dibiayai APBN dengan tugas yang lebih kuat.

Komisi Percepatan Reformasi Polri menyampaikan laporan akhir yang menjadi rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Novian]
Komisi Percepatan Reformasi Polri menyampaikan laporan akhir yang menjadi rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Novian]

"Kompolnas itu akan dijadikan sebuah lembaga yang lebih kuat menjadi counterpart-nya Polri sehingga dia bisa memeriksa oke kasus-kasus pelanggaran memeriksa punya kewenangan memeriksa dan memutus dan merekomendasikan kasus-kasus pelanggaran oleh Polri misalnya yang dari bintang atau dari kolonel ke ataslah pada tingkat tertentu," tegasnya.

Terkait keanggotaan, Mahfud menekankan bahwa anggota Kompolnas masa depan tidak akan menggunakan sistem jatah atau kuota ormas, melainkan melalui proses seleksi ketat bagi tokoh-tokoh yang memiliki kredibilitas. Unsur anggota akan mencakup mantan advokat senior, mantan pimpinan Polri, akademisi, hingga ahli kriminologi.

"Nanti anggotanya diseleksi dari masyarakat. Siapa tuh anggotanya? Mantan advokat. Mantan advokat yang sudah sangat senior dan tidak lagi sempat berpraktik, Lalu dari mantan pimpinan Polri, Lalu tokoh masyarakat akademisi, ahli kriminologi,” ungkapnya.

Netralitas dan Aturan Instrumental

Selain penguatan pengawasan, Mahfud juga menyinggung soal tuntutan publik terkait netralitas Polri dan fenomena Partai Cokelat (Parcok). Ia menegaskan bahwa secara aturan, Polri sudah dilarang keras berpolitik, dan hal itu tinggal ditegakkan.

baca juga

"Di undang-undang sejak dulu Polri dan TNI kan tidak boleh berpolitik oleh sebab itu tidak menggunakan hak pilihnya apalagi sampai memihak, milih aja gak boleh meskipun itu kan karena Polri institusi maupun perorangan gak boleh berpolitik kan gitu,” ujarnya.

Secara teknis, reformasi ini juga akan diikuti dengan penguatan instrumen hukum internal. Mahfud mengungkapkan ada 8 Peraturan Polri (Perpol) baru dan 24 Peraturan Kapolri (Perkap) yang harus segera dikeluarkan atau direvisi untuk menunjang efektivitas institusi.

Presiden Prabowo Subianto dilaporkan menyambut baik poin-poin tersebut dan menginstruksikan agar penguatan Kompolnas ini segera dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang Polri.

"Biar biarlah polri secara struktural independen langsung ke presiden tapi lembaga pengawas eksternalnya diperkuat. Saya kira itu satu hal yang bagus dan presiden setuju," ujar Mahfud.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:47 WIB

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir ke Presiden, Berkasnya Setebal 3000 Halaman

Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir ke Presiden, Berkasnya Setebal 3000 Halaman

Video | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:34 WIB

Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman

Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman

Video | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:00 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Terkini

Berapa Takaran Sunscreen untuk Wajah dan Leher? Ini Aturan Dua Jari Menurut Ahli Dermatologi

Berapa Takaran Sunscreen untuk Wajah dan Leher? Ini Aturan Dua Jari Menurut Ahli Dermatologi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:35 WIB

Jelang Musim Wisata Religi, Wagub Taj Yasin Minta Perbaikan Talud Kudus-Colo Dikebut

Jelang Musim Wisata Religi, Wagub Taj Yasin Minta Perbaikan Talud Kudus-Colo Dikebut

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:31 WIB

Belajar Menghargai Pengorbanan Orang Tua dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Belajar Menghargai Pengorbanan Orang Tua dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:30 WIB

Demokrat Sepakat dengan Gerindra Bawa Putusan MA soal Suket Gibran ke DPR

Demokrat Sepakat dengan Gerindra Bawa Putusan MA soal Suket Gibran ke DPR

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:29 WIB

Perintah Prabowo ke Kapolri Suyudi Usut Kasus Listyo: Seobjektif Mungkin, Jangan Ditutupi!

Perintah Prabowo ke Kapolri Suyudi Usut Kasus Listyo: Seobjektif Mungkin, Jangan Ditutupi!

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

Impor RI Naik 19,67 Persen, Mendag Sebut Didominasi Kebutuhan Industri

Impor RI Naik 19,67 Persen, Mendag Sebut Didominasi Kebutuhan Industri

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

2 Moisturizer Viva yang Cocok untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

2 Moisturizer Viva yang Cocok untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas

Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 14:22 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, DPP PSI Unggah Video: Jokowi Juga Manusia

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, DPP PSI Unggah Video: Jokowi Juga Manusia

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:21 WIB

Strategi Politik Kebisingan: Mengapa Isu Sengaja Dibiarkan Tumpang Tindih?

Strategi Politik Kebisingan: Mengapa Isu Sengaja Dibiarkan Tumpang Tindih?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:20 WIB

×