Nasib Rohingya Myanmar, Pemerintah Indonesia Didesak Bergerak

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 26 November 2016 | 06:17 WIB
Nasib  Rohingya Myanmar, Pemerintah Indonesia Didesak Bergerak
Solidaritas untuk Muslim Rohingya melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Jumat (25/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Tekanan kekerasan di dalam negeri Myanmar yang berkelanjutan dinilai sebagai tanda krisis politik dan keamanan dalam negeri. Selain itu juga kemanusiaan yang menuntut keterlibatan banyak pihak.

Hal itu dinyatakan Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos dalam pernyataannya, Sabtu (26/11/2016) pagi.

“Indikasi genosida atas etnis Rohingnya telah berlangsung sejak lama tetapi dunia internasional tidak berbuat cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan tersebut,” kata Bonar.

Sekitar 30.000 warga Rohingya telah meninggalkan rumah-rumah mereka di Myanmar setelah pasukan militer pemerintah menyerang pemukiman mereka pada awal bulan ini.

Sebelumnya, John McKissick, pimpinan lembaga pengungsi PBB, UNHCR, yang bertugas di Cox's Bazar, sebuah kota Banglades yang berbatasan dengan Myanmar, bersaksi bahwa tentara Myanmar "membunuh dan menembaki para lelaki dewasa, membantai anak-anak, memperkosa perempuan, membakar dan menjarah rumah-rumah, dan memaksa orang-orang dari etnis Rohingya untuk menyeberangi sungai" pergi ke Banglades.

Banglades sendiri belum mau menuruti permintaan dunia internasional untuk membuka perbatasannya bagi para pengungsi Rohingya. Pemerintah di ibu kota Dhaka memilih untuk mendesak Myanmar menghentikan aksi biadab terhadap warga Rohingya.

Menurut Tigor, sebagai sesama anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Pemerintah Indonesia tidak cukup hanya bertindak pasif menyaksikan praktik kekerasan di Myanmar yang juga merupakan salah satu anggota ASEAN. SETARA.

“Pemerintah Indonesia memanggil secara resmi Duta Besar Myanmar di Indonesia untuk menyampaikan secara tegas keprihatinan Indonesia,” kata dia.

Selain itu, Pemerintah Indonesia harus mengambil inisiatif tegas dan terukur untuk mengajak pemerintah negara-negara ASEAN lainnya membentuk Tim Perdamaian dan Penghentian Kekerasan di Rakhine. Alasan penghormatan pada kedaulatan negara dan politik bebas aktif Indonesia sudah semestinya diabaikan, karena krisis kemanusiaan sesungguhnya menghadirkan kewajiban keterlibatan negara melampaui batas-batas kedaulatan negara.

“Pemerintah Indonesia perlu menyajikan informasi yang proporsional tentang kekerasan yang terjadi di Rakhine untuk menghindari berbagai ekploitasi informasi kekerasan untuk tujuan-tujuan lain yang melawan kemanusiaan,” lanjutnya.

Terakhir, Setara mendesak Komisi HAM ASEAN melakukan penyelidikan dan menyusun laporan yang kredibel tentang situasi kekerasan yang menimpa etnis Rohingnya.

“Komisi HAM ASEAN harus lebih progresif dan tidak berlindung di balik keterbatasan mendatnya, untuk memastikan adanya data yang akurat sebagai dasar intervensi lanjutan penegakan hukum hak asasi manusia,” tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBB: Pemerintah Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya

PBB: Pemerintah Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya

News | Jum'at, 25 November 2016 | 11:08 WIB

Polisi Aceh Geledah Barak Rohingya di Lhokseumawe

Polisi Aceh Geledah Barak Rohingya di Lhokseumawe

News | Minggu, 23 Agustus 2015 | 23:12 WIB

Tak Tahan Hidup Sendiri, Warga Rohingya di Aceh Minta Dinikahkan

Tak Tahan Hidup Sendiri, Warga Rohingya di Aceh Minta Dinikahkan

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 15:54 WIB

Dirahasiakan Myanmar, Perahu Migran Ini Berisi Muslim Rohingya?

Dirahasiakan Myanmar, Perahu Migran Ini Berisi Muslim Rohingya?

News | Senin, 01 Juni 2015 | 17:33 WIB

AL Myanmar Tahan 727 Manusia Perahu di Tengah Laut

AL Myanmar Tahan 727 Manusia Perahu di Tengah Laut

News | Senin, 01 Juni 2015 | 16:49 WIB

Dalai Lama Desak Aung San Suu Kyi Bantu Etnis Rohingya

Dalai Lama Desak Aung San Suu Kyi Bantu Etnis Rohingya

News | Kamis, 28 Mei 2015 | 09:59 WIB

BNPB: Pengungsi Bangladesh Akan Dipulangkan dari Medan

BNPB: Pengungsi Bangladesh Akan Dipulangkan dari Medan

News | Senin, 25 Mei 2015 | 07:11 WIB

F-PKS Apresiasi Sikap Pemerintah soal Pengungsi Rohingya

F-PKS Apresiasi Sikap Pemerintah soal Pengungsi Rohingya

News | Senin, 25 Mei 2015 | 03:54 WIB

Gereja-gereja di Sumatera Diimbau Bantu Pengungsi Rohingya

Gereja-gereja di Sumatera Diimbau Bantu Pengungsi Rohingya

News | Kamis, 21 Mei 2015 | 13:20 WIB

Pemandangan Senja di Pengungsian Etnis Rohingya di Kuala Langsa

Pemandangan Senja di Pengungsian Etnis Rohingya di Kuala Langsa

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 19:54 WIB

Terkini

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jelajah Jogja Cultural Wellness Festival 2026: Sensasi Pemulihan Diri Berbalut Kearifan Budaya

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:48 WIB

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 07:15 WIB

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:45 WIB

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 06:30 WIB

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 06:25 WIB

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Entertainment | Minggu, 08 November 2026 | 06:05 WIB

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 05:55 WIB

×