Kapolri Ungkap Ada Tim Khusus Disiapkan Jelang Aksi 4 November

Senin, 05 Desember 2016 | 12:37 WIB
Kapolri Ungkap Ada Tim Khusus Disiapkan Jelang Aksi 4 November
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam Apel Nusantara Bersatu, di Monas, Jakarta, Rabu (30/11/2016). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menceritakan peristiwa di balik pengamanan aksi 4 November di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Sebelum aksi berlangsung, Polri sudah menyiapkan tim bernama anti anarkis.

"Kami siapkan tim khusus anti anarkis bila terjadi keadaan yang kontingensi yang membahayakan masyarakat. Kami siapkan pasukan bersenjata yang boleh keluar atas perintah Kapolda dan Kapolri. Tapi diakhir demo tidak ada yang keluar," kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (5/12/2016).

Meski aksi kala itu sempat diwarnai kericuhan, terutama usai waktu Isya, tim anti anarkis tidak diturunkan. Polri dan TNI tetap mengedepankan cara-cara persuasif untuk menangani sekelompok orang yang anarkis.

"Tanggal 4 November, setelah salat Isya, ada barisan dari kiri melempar petugas dengan bambu runcing sehingga 18 anggota Polri terluka, bahkan tertusuk jatuh," kata Tito.

Massa yang anarkis ketika itu dipukul mundur dengan memakai semprotan air dari water cannon dan gas air mata.

"Peristiwa itu 45 menit, saya minta anggota untuk hentikan gas air mata dan minta pendemo untuk mundur tapi yang terjadi para demonstran mundur setelah di tembak gas air mata, Polri hentikan tembakan gas air mata, namun mereka maju untuk serang dengan batu. dan ditembak dengan gas air mata lagi. Jadi maju mundur, maju mundur," kata Tito.

Aksi 4 November, kata Tito, diamankan pasukan gabungan TNI dan Polri sebanyak 22 ribu orang. Pasukan konsentrasi di sekitar Istana Merdeka.

"Dan anggota kita yang mengamankan di front line maupun di belakang tidak dilengkapi senjata api peluru tajam. Hanya tongkat, baju PHH dan tameng," kata dia.

Menjelang malam, sebagian peserta aksi bergeser ke depan gedung DPR dan MPR. Tito bersyukur di depan gedung Parlemen suasana dapat dikendalikan. Di sana, ada sekitar enam ribu petugas keamanan yang berjaga-jaga.

"Kemudian, di DPR kami jaga dan dengan dialog yang difasilitasi Ketua MPR dan anggota komisi III, aspirasi mereka didengar lalu jam 4 mulai tinggalkan tempat hingga 7 pagi. Saya hubungi menhub (menteri perhubungan) untuk minta kendaraan karena mereka minta kendaraan lalu diberikan 25 bis lalu kembali ke tempat masing-masing," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI