Gempa Pidie Jaya Aceh Membuat Listrik Mati di Ribuan Rumah

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 07 Desember 2016 | 14:26 WIB
Gempa Pidie Jaya Aceh Membuat Listrik Mati di Ribuan Rumah
Petugas gabungan mengevakuasi korban gempa 6.5 SR, di Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12). (Antara)

Suara.com - Tim reaksi cepat PT PLN Wilayah Aceh kini sedang memperbaiki jaringan listrik yang mengalami kerusakan parah akibat gempa berkekuatan 6,5 skala richter di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Aceh, T Bahrul Khalid saat dihubungi di Banda Aceh, Rabu menyatakan, akibat gempa telah merusak jaringan listrik di Kabupaten Pidie Jaya dan sebagian Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Pidie.

Untuk menghidupkan kembali jaringan listrik, tim reaksi cepat PLN kini sedang memperbaiki di daerah Meureudu, Ibukota Kabupaten Pidie Jaya dan Samalang, Kabupaten Bireuen.

Akibat gempa telah mengakibatkan pelayanan listrik terhadap puluhan ribu pelanggan terputus yang tersebar di Rayon Samalanga sebanyak 750 pelanggan, Meureudu 36.000 pelanggan, dan Beureunuen, Kabupaten Pidie, 4.000 pelanggan.

Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang rusak di Samalanga sebanyak 500 kilometer sirkit (kms), Meureudu dan Beureunuen 25 kms. Tiang jaringan tegangan menengah (TM) yang roboh di Samalanga 3 batang, Beureunuen 25 batang, dan Meureudu 20 batang, sedangkan tegangan rendah (TR) di Samalanga 10 batang, Meureudu 30 batang, dan Beureunuen 20 batang.

"Selain itu 84 unit trafo di Samalanga, Beureunuen, dan Meureudu juga roboh. Beban tidak tersalur di Samalanga 500 kw, Beureunuen dan Meureudu 6 mw," jelas Bahrul, Rabu (7/12/2016).

Sementara pembangkit dan gardu induk (GI) yang tidak operasi nihil sedangkan penyulang yang tidak operasi yaitu satu penyulang Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya.

"Kita berharap tim bekerja cepat, sehingga pada malam hari warga bisa terlayani aliran listrik," T Bahrul.

Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, korban meninggal dunia mencapai 25 orang dan ratusan warga luka-luka. Kepala BPBD Pidie Jaya Puteh A Manaf mengatakan tim relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih ada tertimbun di reruntuhan bangunan.

baca juga

Ia menyatakan, korban meninggal dunia sebagian besar tertimbun bangunan dan pencarian terus dilakukan, karena banyak bangunan rumah dan pertokoan di sejumlah wilayah di Pidie Jaya yang roboh. Di Meureudu diperkirakan ada 14 orang yang terperangkap di reruntuhan bangunan toko yang roboh.

Selanjutnya, relawan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, Royan menyebutkan, sedikitnya 92 unit toko mengalami rusak berat dan sebagian rata dengan tanah. Puluhan toko tersebut tersebar di lima kecamatan yakni Meureudu 41 unit, Kecamatan Tringgadengn 26 unit, Kecamatan Bandar Dua 7 unit, Kecamatan Bandar Baru 16 unit dan Kecamatan Meurah Dua 2 unit.

Sedangkan bangunan masjid kabupten dan kecamatan yang mengalami kerusakan parah sebanyak 5 unit. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Evakuasi Korban Gempa Pidie Jaya

Evakuasi Korban Gempa Pidie Jaya

Foto | Rabu, 07 Desember 2016 | 14:19 WIB

Gubernur Aceh Minta Bupati Pidie Jaya Tetapkan Tanggap Darurat

Gubernur Aceh Minta Bupati Pidie Jaya Tetapkan Tanggap Darurat

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 14:17 WIB

Belajar dari Tsunami 2004, Warga Aceh Lari ke Dataran Tinggi

Belajar dari Tsunami 2004, Warga Aceh Lari ke Dataran Tinggi

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 14:10 WIB

Pemkab Pidie Jaya Butuh Alat Berat untuk Evakuasi Korban Gempa

Pemkab Pidie Jaya Butuh Alat Berat untuk Evakuasi Korban Gempa

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:53 WIB

Cara Pelajar Meulaboh Galang Dana untuk Gempa Pidie Jaya

Cara Pelajar Meulaboh Galang Dana untuk Gempa Pidie Jaya

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:45 WIB

PMI Galang Dana untuk Gempa Pidie Jaya Aceh

PMI Galang Dana untuk Gempa Pidie Jaya Aceh

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:22 WIB

Bupati Pidie Jaya: Banyak Masjid dan Madrasah Rusak karena Gempa

Bupati Pidie Jaya: Banyak Masjid dan Madrasah Rusak karena Gempa

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:17 WIB

Jenazah Bergelimpangan di Pidie Jaya Aceh, Satu Persatu Diangkat

Jenazah Bergelimpangan di Pidie Jaya Aceh, Satu Persatu Diangkat

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 12:33 WIB

Gempa Guncang Pidie Jaya, 27 Meninggal Dunia

Gempa Guncang Pidie Jaya, 27 Meninggal Dunia

Foto | Rabu, 07 Desember 2016 | 12:24 WIB

Aceh Kembali 'Menangis', Ribuan Doa Netizen Banjiri Twitter

Aceh Kembali 'Menangis', Ribuan Doa Netizen Banjiri Twitter

Tekno | Rabu, 07 Desember 2016 | 12:21 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×