Jadwal Pemeriksaan Antasari Molor, Polisi Tunda Lagi Pekan Depan

Arsito Hidayatullah, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 14 Februari 2017 | 18:34 WIB
Jadwal Pemeriksaan Antasari Molor, Polisi Tunda Lagi Pekan Depan
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar saat di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jadwal pemeriksaan mantan Ketua KPK Antasari Azhar soal kasus penyelidikan SMS gelap kembali molor. Awalnya, polisi telah menjadwalkan pemanggilan Antasari pekan ini, namun sekarang ditunda kembali.

"(Pemeriksaan Antasari dilakukan) Minggu depan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Selasa (14/2/2016).

Laporan soal adanya pesan misterius disampaikan Antasari pada tahun 2011 lalu. Kuat dugaan, SMS gelap itu sengaja untuk menyudutkan Antasari sebagai otak atas pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Argo juga belum bisa menjelaskan mengenai perkembangan dari laporan SMS gelap yang kini ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu. Dia mengatakan, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti untuk bisa mengusut kasus SMS gelap itu secara tuntas. Bahkan menurutnya, barang bukti berupa bundelan fotokopi percakapan yang diserahkan Antasari, dianggap belum signifikan untuk menjadi petunjuk penyidik.

"Sekarang kami meminta keterangan. Kan selama ini belum jelas," kata dia.

Lebih lanjut, Argo mengatakan baru akan bisa menjelaskan duduk perkara soal SMS gelap tersebut ketika penyidik telah memintai keterangan Antasari.

"Ya, nanti akan diberitahu kalau sudah diminta keterangan," kata dia.

Pada Rabu (1/2) lalu, Antasari bersama Boyamin Saiman selaku anggota tim pengacara, serta adik Nasrudin, Andi Syamsuddin, mendatangi Polda Metro Jaya untuk menagih laporan SMS gelap ke penyidik.

Kali ini, Antasari menyambangi Bareskrim Polri untuk membuat laporan. Bahkan, Antasari membuat geger dengan secara blak-blakan menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di pusaran kasus yang telah menjatuhkan dirinya dari jabatan Ketua KPK.

Antasari menyebut SBY ketika masih menjabat Presiden saat itu mengutus bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menemuinya pada awal 2009 untuk melobi agar besan SBY, Aulia Pohan, tidak ditahan KPK. Namun Antasari mengaku menolak.

Antasari lantas curiga bahwa tuduhan yang dialamatkan ke dirinya atas pembunuhan Nasrudin merupakan balasan karena KPK telah menahan Aulia Pohan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Akan Laporkan Antasari Azhar ke Polisi

SBY Akan Laporkan Antasari Azhar ke Polisi

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 18:01 WIB

SBY Menilai Tuduhan Antasari Agar Anaknya Kalah di Pilgub DKI

SBY Menilai Tuduhan Antasari Agar Anaknya Kalah di Pilgub DKI

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 17:36 WIB

SBY: Nampaknya Grasi Antasari Bermotif Politik, Misi Serang Saya

SBY: Nampaknya Grasi Antasari Bermotif Politik, Misi Serang Saya

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 17:19 WIB

Gagal Lobi, Antasari Sebut Hary Tanoe Takut Ditendang dari Cikeas

Gagal Lobi, Antasari Sebut Hary Tanoe Takut Ditendang dari Cikeas

News | Selasa, 14 Februari 2017 | 16:50 WIB

Terkini

Ketika Kendaraan Listrik Melesat Lebih Cepat daripada Ekosistemnya

Ketika Kendaraan Listrik Melesat Lebih Cepat daripada Ekosistemnya

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:43 WIB

10 Arti Mimpi Menangkap Burung dengan Tangan Kosong Menurut Primbon dan Psikologi

10 Arti Mimpi Menangkap Burung dengan Tangan Kosong Menurut Primbon dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Mulai dari Rumah, Ini Kebiasaan Sederhana untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

Mulai dari Rumah, Ini Kebiasaan Sederhana untuk Mendukung Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif

Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif

Banten | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

Lahan Bekas Karhutla Tak Boleh Dialihfungsikan Jadi Kebun Sawit, Pelanggar Bakal Dipidana!

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih

Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres

Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres

Jakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Drama Baru Ha Young, The Long Shot Trial Resmi Ditunda Usai Kontroversi

Drama Baru Ha Young, The Long Shot Trial Resmi Ditunda Usai Kontroversi

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:20 WIB

5 Konsesi Tambang RI Bernilai Rp5.400 Triliun Dievaluasi, Ini Kata Bahlil

5 Konsesi Tambang RI Bernilai Rp5.400 Triliun Dievaluasi, Ini Kata Bahlil

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka

Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka

Sumsel | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:14 WIB

×