Lembaga Survei Diduga Kampanye Hitam di Ambon

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 Februari 2017 | 12:32 WIB
Lembaga Survei Diduga Kampanye Hitam di Ambon
Ilustrasi lembaga survei. (Shutterstock)

Suara.com - Tim hukum pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali Kota Ambon, Paulus Kastanya - Muhamad Armyn Syarif Latuconsina melaporkan oknum salah satu lembaga survei ternama ke kepolisian dan Panwaslih. Salah seorang dari lembaga surbei itu tertangkap tangan membuat dan menyebarkan selebaran gelap yang mendiskreditkan pasangan tersebut.

"Kami sudah melaporkan oknum lembaga survei berinisial Ras ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease maupun ke Panwaslih untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata ketua Tim hukum pasangan PANTAS, John Kainama, di Ambon, Rabu (15/2/2017).

Dia menceritakan awal tertangkapnya Ras yang juga merupakan konsultan pasangan calon Wali Kota - Wakil Wali Kota, Richard Louhenapessy - Syarief Hadler yang diakronim dengan sebutan PAPARISA BARU, di salah satu kamar hotel Pacifik di kawasan Soya Kecil, kecamatan Sirimau.

Awalnya, sejumlah anggota tim pemenangan pasangan PANTAS mencurigai aktivitas oknum tersebut di hotel tersebut, dan kemudian mereka melakukan pengintaian dan pengecekan. Hingga akhirnya mendapati tersangka sedang membuat selebaran berisi informasi palsu (hoax) pada laptopnya pada kamar bernomor 305.

Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati sejumlah barang bukti dalam kamar tersebut diantaranya undangan yang belum sempat diedarkan kepada warga berwarna merah dan kuning bergambar pasangan PAPARISA BARU. Serta salah satu koran lokal yang baru diterbitkan disaat Pilkada Kota Ambon mulai dilaksanakan.

Koran lokal tersebut disinyalir digunakan tim kampanye pasangan dengan nomor urut satu tersebut sebagai media kampanye dengan menyiarkan berita-berita yang keakurasian diragukan.

Selain itu, mereka juga menemukan selebaran yang belum selesai dikerjakan, digandakan maupun diedarkan pada laptop milik tersangka. Selebaran itu berisi informasi bohong tentang transkrip pembicaraan antara pasangan PANTAS dengan sejumlah pihak.

Tersangka kemudian dipindahkan ke kamar lain di hotel tersebut dengan maksud untuk diamankan dan diinterogasi, selanjutnya pada Rabu dinihari sekitar pukul 05.00 WIT tersangka dijemput anggota Polres Pulau Ambon untuk dibawa ke Mapolres guna diinterogasi.

John menegaskan, tersanga telah mengakui perbuatannya, termasuk terlibat membuat sejumlah selebaran berisi fitnahan terhadap pasangan PANTAS dan telah beredar di masyarakat.

baca juga

"Kasus ini akan kami ditindaklanjuti hingga ke proses hukum karena dampaknya sangat merugikan pasangan PANTAS, terutama menyangkut pencitraan dan kepercayaan masyarakat," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terlibat "Black Campaign", Oknum Polisi Diamankan Warga

Terlibat "Black Campaign", Oknum Polisi Diamankan Warga

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 12:19 WIB

Tim Jokowi-JK Sayangkan Pernyataan Kapolri soal "Obor Rakyat"

Tim Jokowi-JK Sayangkan Pernyataan Kapolri soal "Obor Rakyat"

News | Jum'at, 27 Juni 2014 | 06:17 WIB

"Black Campaign", Bagian Tes Mental Calon Pemimpin

"Black Campaign", Bagian Tes Mental Calon Pemimpin

News | Selasa, 27 Mei 2014 | 11:53 WIB

Dua Kampanye Hitam yang Gencar Menyerang Jokowi

Dua Kampanye Hitam yang Gencar Menyerang Jokowi

News | Minggu, 04 Mei 2014 | 09:52 WIB

 Kominfo Atur Kampanye Pemilu dengan Jasa Telekomunikasi

Kominfo Atur Kampanye Pemilu dengan Jasa Telekomunikasi

News | Minggu, 23 Maret 2014 | 08:39 WIB

Terkini

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

×