Mengaku Dianiaya, Tim Pemenangan Ahok-Djarot Lapor Polisi

Reza Gunadha, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 16 Februari 2017 | 11:06 WIB
Mengaku Dianiaya, Tim Pemenangan Ahok-Djarot Lapor Polisi
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Insiden Keributan di TPS, Tim Pemenangan Ahok-Djarot Laporkan ke Polisi

Tim pemenangan Calon Gubernur Dan CalonWakil Gubernur nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), melaporkan dugaan penganiayaan kepada Polda Metro Jaya, Kamis (16/2/2017).

Penganiayaan tersebut, diduga terjadi saat tim pemenangan Aho-Djarot melakukan pemantauan di TPS 18 Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017). Tim pemenangan Ahok-Djarot yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut adalah anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan Andapotan Sinaga dan Marudut Sinaga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Argo Yuwono menjelaskan, dugaan penganiayaanpersis terjadi ketika panitia pengawas TPS melarang tim pemenangan Ahok-Djarot memakai atribut kemeja bermotif kotak-kotak.

"Menurut keterangan para korban, mereka diusir Panwas TPS dengan alasan tidak boleh menggunakan baju kotak-kotak," kata Argo dalam keterangan tertulis, Kamis (16/2/2017).

Namun, keduanya tetap berkukuh tidak ada aturan yang melarang memakai kemeja kotak-kotak. Seusai berdebat, petugas Panwas akhirnya memizinkan korban berada di TPS.

Izin tersebut ternyata berbuntut panjang. Ketika Andapotan bersama  timnya memasuki TPS, sekolompok orang meneriaki  bahkan ada yang diduga melakukan pemukulan terhadap Andapotan dan Maruhut.

"Ketika berada di lokasi, para korban diteriaki oleh orang tidak dikenal. Mereka dibilang ‘akan dijadikan bubur’. Bahkan, terakhir, korban dipukul dan ditarik lehernya oleh orang tidak dikenal," kata Argo.

baca juga

Alhasil, Pandaporan mengalami  luka memar di bagian tubuh. Sedangkan, Maruhut mengalami luka memar di bagian mata kaman dan luka lecet di bagian bibir.

Laporan tersebut telah diterima dan saat ini telah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDIP: Ahok-Djarot Seharusnya Bisa Menang Satu Putaran

PDIP: Ahok-Djarot Seharusnya Bisa Menang Satu Putaran

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 08:11 WIB

Pesan Ahok-Djarot Bakar Semangat Pendukung

Pesan Ahok-Djarot Bakar Semangat Pendukung

Video | Rabu, 15 Februari 2017 | 21:11 WIB

Hanya Diikuti 175 Pemilih, Anies-Sandi Unggul di TPS RSCM

Hanya Diikuti 175 Pemilih, Anies-Sandi Unggul di TPS RSCM

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 16:50 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×