PPP Bikin Spanduk Siap Salatkan Jenazah Pro Ahok yang Diboikot

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 05 Maret 2017 | 14:27 WIB
PPP Bikin Spanduk Siap Salatkan Jenazah Pro Ahok yang Diboikot
Masjid Al Jihad, Gang BB, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017). [suara.com/Welly Hidayat'

Suara.com - Maraknya spanduk bertuliskan "masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama" yang dipasang di masjid, menjadi perhatian serius Partai Persatuan Pembangunan. Belum rampung urusan itu, kini muncul lagi spanduk berisi tulisan "pemakaman ini ga nerima bangke orang munafik/pendukung dan pembela penista agama."

Itu sebabnya, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz mengatakan akan membuat spanduk tandingan untuk melawan opini.

"Kami akan bikin spanduk juga yang isinya jika ada masjid yang menolak menyalatkan jenazah, PPP yang akan menyalatkan jenazah itu. Kami lagi bikin spanduk itu. Nanti kami sebar spanduk-spanduk itu," kata Djan Faridz di Masjid Al Huda, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2017).

Mantan Menteri Perumahan Rakyat menilai pesan spanduk yang berisi boikot jenazah pendukung penista agama tidak masuk akal.

"Ya gimana caranya dia (pengurus masjid) tahu kalau jenazah ini pemilih yang seagama atau tidak. Masa orang udah mati ditanya, kamu pilih siapa dulu. Ya kan nggak mungkin. Kalau ada yang begitu PPP yang ambil alih," katanya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Jupan Royter berpesan kepada ketua rukun warga dan ketua rukun tetangga agar mengingatkan pengurus masjid supaya tidak terjebak dengan permainan isu sentimen agama.

"Jadi RT atau RW bisa juga mengingatkan pengurus masjid, bisa pengurus agama. Kita ingin hidup damai, bertetangga, sesama umat beragama tentram," kata Jupan kepada Suara.com, Rabu (1/3/2017).

Dia juga meminta perangkat daerah, seperti lurah dan camat turut serta memonitor aktivitas di lingkungan warga agar tidak memicu gangguan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Janganlah yang menimbulkan keresahan, jangan yang bersifat provokatif, mari kita jaga ketentraman. Jadi tidak tendensius dan provokatif. Ini peran kita semua Ketua RT, RW, tokoh masyarakat, lurah, dan camat," kata dia.

Terutama kepada masyarakat, Jupan mengimbau jangan mudah ikut-ikutan dengan kegiatan yang berpotensi memecah belah warga.

"Mari kita ciptakan suasana yang kondusif, aman, nyaman, untuk lingkungan kita, untuk masyarakat Jakarta, sehingga kesatuan dan persatuan tetap terjaga. Semua elemen masyarakat kami harapkan," katanya.

Jupan menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengedepankan langkah persuasif dalam menertibkan maraknya pemasangan spanduk menjelang pilkada Jakarta periode kedua.

"Itu juga kita tugaskan kepada anggota, untuk melatih diri berkomunikasi dengan masyarakat supaya taat hukum," kata Jupan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pengakuan Pemasang Spanduk Kuburan Tolak Pro Penista Agama

Ini Pengakuan Pemasang Spanduk Kuburan Tolak Pro Penista Agama

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 14:07 WIB

Kisah Ketua RT Berani Turunkan Spanduk Makam Tolak Mayat Pro Ahok

Kisah Ketua RT Berani Turunkan Spanduk Makam Tolak Mayat Pro Ahok

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 13:11 WIB

Ada Makam Tolak Mayat Pro Penista Agama, Cuma Begini Reaksi Ahok

Ada Makam Tolak Mayat Pro Penista Agama, Cuma Begini Reaksi Ahok

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 12:19 WIB

Kuburan Tolak Mayat Pro Ahok, Ketua RT: Sudah Saya Copot Sendiri

Kuburan Tolak Mayat Pro Ahok, Ketua RT: Sudah Saya Copot Sendiri

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 12:06 WIB

Geger Spanduk Makam Tolak Mayat Pro Penista Agama: Kurang Kerjaan

Geger Spanduk Makam Tolak Mayat Pro Penista Agama: Kurang Kerjaan

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 06:40 WIB

Usai Masjid, Muncul Spanduk Kuburan Tolak Mayat Pro Penista Agama

Usai Masjid, Muncul Spanduk Kuburan Tolak Mayat Pro Penista Agama

News | Minggu, 05 Maret 2017 | 06:30 WIB

Terkini

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Modal Asing Masih Kabur, Rupiah Ditutup Ambruk ke Level Rp18.160/USD

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 16:17 WIB

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

Viral Dua Bus Transjakarta 'Terkunci' Satu Jalur di Tugu Tani, Manajemen Beberkan Biang Keroknya

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Review Crystal Lake: Teror, Darah, dan Obsesi Seorang Ibu

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:15 WIB

×