Suara.com - olemik acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran HI masih terus menjadi perbincangan hangat publik.
Setelah Raffi Ahmad dan Willie Salim memberikan klarifikasi bahwa mereka hadir murni sebagai tamu undangan, sorotan kini tertuju pada Polda Metro Jaya.
Publik mempertanyakan kejelasan penggagas acara, aliran dana pembiayaan, hingga dalang di balik perekrutan peserta di lapangan.
Kontroversi semakin memanas usai beberapa peserta berjas almamater mengaku dibayar dan bukan merupakan mahasiswa asli.
Aksi tersebut menuai kritik keras dari warganet hingga akademisi karena dinilai mencoreng nama baik kampus dan mencederai nilai kebenaran.
Lantas, bagaimana pertanggungjawaban pihak penyelenggara atas mencuatnya dugaan manipulasi peserta bayaran ini? Simak ulasan selengkapnya dalam video berikut.
Creative/Video Editor: Aqilah/Reiki