Rencanakan Teror Keluarga Raja Salman, 4 WN Yaman Ditangkap

Rizki Nurmansyah

Rabu, 08 Maret 2017 | 06:02 WIB
Rencanakan Teror Keluarga Raja Salman, 4 WN Yaman Ditangkap
Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (1/3) [AFP]

Suara.com - Pihak keamanan Malaysia mengklaim telah menangkap sejumlah anggota kelompok garis keras asal Yaman pada bulan lalu karena merencanakan serangan terhadap keluarga kerajaan Arab Saudi menjelang kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud.

Seorang sumber kepolisian mengatakan, empat warga negara Yaman itu merupakan anggota kelompok gerilyawan Houthi yang tengah berperang melawan koalisi internasional pimpinan Arab Saudi selama dua tahun terakhir.

Keluarga kerajaan Arab Saudi tiba di Kuala Lumpur pada 26 Februari lalu dengan membawa 600-an delegasi untuk kunjungan selama empat hari. Saat ini, Raja Salman dan rombongan tengah berlibur di Pulau Bali, Indonesia.

Sementara, pada Selasa (7/3/2017), kepala kepolisian Malaysia mengatakan, empat warga Yaman yang ditangkap tersebut tengah merencanakan serangan teror terhadap keluarga kerajaan Arab Saudi.

"Empat warga Yaman, selain berperan memalsukan dokumen perjalanan dan terlibat dalam distribusi obat-obatan terlarang, juga merencanakan serangan terhadap keluarga kerajaan Arab saat berkunjung di Kuala Lumpur," kata Inspektur Jenderal Polisi, Khalid Abu Bakar, kepada para wartawan.

Sebelumnya polisi tidak menduga mereka merencanakan serangan teror. Mereka ditangkap di Serdang dan Cyberjaya--sebuah area dekat dengan Kuala Lumpur--karena diduga terlibat dengan kelompok gerilyawan Yaman, kata kepolisian Malaysia.

Polisi menyita sejumlah paspor internasional dari empat orang itu, bersama dengan uang senilai 270.000 ringgit atau sekitar Rp800 juta, yang diduga akan diserahkan kepada kelompok Houthi.

PBB menyatakan, bahwa Yaman kini merupakan negara dengan krisis pangan terbesar di dunia, dengan perkiraan 7,3 juta orang membutuhkan bantuan segera. Konflik di Yaman sendiri telah menewaskan lebih dari 10.000 orang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia telah menangkap ratusan orang karena diduga terlibat dengan kelompok militan bersenjata.

baca juga

Selain itu, Malaysia juga kini tengah waspada sejak sejumlah pelaku bom bunuh diri yang diduga anggota ISIS melancarkan sejumlah serangan di ibu kota Indonesia, Jakarta, pada Januari tahun lalu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata, Ini Kesamaan Hobi Raja Salman dan Raja Fahd !

Ternyata, Ini Kesamaan Hobi Raja Salman dan Raja Fahd !

Lifestyle | Selasa, 07 Maret 2017 | 18:52 WIB

Kala Raja Salman Kepincut Pulau Dewata

Kala Raja Salman Kepincut Pulau Dewata

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 17:30 WIB

Biar Sejuk, Raja Salman Sumbang AC Buat Musala di Mal Ini

Biar Sejuk, Raja Salman Sumbang AC Buat Musala di Mal Ini

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 19:10 WIB

Wakil Ketua MPR: Raja Salman Bukannya Tak Tahu Siapa Itu Ahok

Wakil Ketua MPR: Raja Salman Bukannya Tak Tahu Siapa Itu Ahok

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 16:46 WIB

Raja Salman Perpanjang Liburan di Bali, Itu Tandanya Senang

Raja Salman Perpanjang Liburan di Bali, Itu Tandanya Senang

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 16:19 WIB

Malaysia Tangkap Warga Indonesia yang Berniat Serang Raja Salman

Malaysia Tangkap Warga Indonesia yang Berniat Serang Raja Salman

News | Selasa, 07 Maret 2017 | 15:32 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×