Bekasi Ubah Limbah Tinja Menjadi Air Bersih

Ririn Indriani

Senin, 27 Maret 2017 | 02:22 WIB
Bekasi Ubah Limbah Tinja Menjadi Air Bersih
Ilustrasi pengolahan limbah menjadi air bersih. (Foto: Antara)

Suara.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, berhasil mengolah 80 liter kubik per hari air bersih (bukan untuk konsumsi warga--red) dari pengolahan limbah tinja melalui instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (PALD) hingga Maret 2017 di daerah itu.

"Selama ini pengolahan air bersih dari bahan limbah tinja ini kami peroleh dari sekitar 2.000 rumah tangga yang menjadi pelanggan kami," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas PALD Kota Bekasi Andrea Sucipto di Bekasi, Minggu (26/3/2017).

Menurut dia, limbah itu diolah pihaknya di instalasi PALD Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang sejak 2015. Pengolahan limbah tinja itu dilakukan melalui proses teruji menggunakan mesin dimana air limbah diproses lewat empat tahapan.

Tahap pertama tinja murni dimasukan ke mesin pengolahan untuk dipisahkan airnya, lalu disaring lebih lanjut dan dilihat kadar PH airnya sesuai standar mutu. Air hasil pengolahan kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan umum di luar konsumsi masyarakat, seperti menyiram taman serta menjaga kestabilan ekosistem air lingkungan.

"Intinya air olahan ini belum layak untuk dikonsumsi warga sebagai air minum. Pemanfaatannya baru sebatas perawatan taman dan menjaga kestabilan air tanah," katanya.

Pihaknya menargetkan PALD yang kini baru terbentuk satu unit di Kelurahan Sumurbatu akan kembali diperluas hingga ke 12 kecamatan setempat. "Rencananya, Unit Pelayanan Teknis Dinas Pengolahan Air Limbah Domestik juga akan membangun instalasi kedua pada kawasan Bekasi Utara, tepatnya di Kelurahan Telukpucung," imbuh Andrea.

Ia mengatakan pelayanan pengangkutan air limbah tinja masyarakat itu mulai menerapkan sistem modern berupa daring (online) terhitung sejak 2016.

"Proses pengolahan menggunakan biobakteri, sehari kami bisa produksi 80 meter kubik air, sebenarnya instalasi ini sudah ada sejak tahun 1995 namun menggunakan teknik konvensional, baru sekitar 2016 menerapkan sistem modern," jelas Andrea.

Pihaknya menargetkan sistem modern itu diproyeksikan mampu menambah jumlah pelanggan yang akan memanfaatkan pelayanan sedot tinja dengan instalasi yang dimiliki pemerintah daerah.

"Kami menargetkan pada 2017 ini akan ada penambahan pelanggan menjadi 5.000 rumah tangga dari yang eksisting saat ini 2.000 pelanggan," tutupnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta Akan Miliki Tambahan 2 Zona Pengelolaan Air Limbah

Jakarta Akan Miliki Tambahan 2 Zona Pengelolaan Air Limbah

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 11:29 WIB

Kementerian PUPR Punya Dua Pendekatan Dalam Mengolah Limbah

Kementerian PUPR Punya Dua Pendekatan Dalam Mengolah Limbah

Bisnis | Jum'at, 17 Maret 2017 | 20:50 WIB

Kementerian PUPR Bangun Pengolahan Air Limbah di Kampus UNS

Kementerian PUPR Bangun Pengolahan Air Limbah di Kampus UNS

Bisnis | Senin, 13 Maret 2017 | 19:26 WIB

Kacamata Limbah Skateboard

Kacamata Limbah Skateboard

Foto | Rabu, 01 Maret 2017 | 10:43 WIB

Terkini

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

Kapal Kargo Panama Tabrak Kapal Nelayan China di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:19 WIB

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

×