Dukungan PPP Kepada Ahok-Djarot Mendapat Kritik Dari Kader Muda

Rabu, 29 Maret 2017 | 05:30 WIB
Dukungan PPP Kepada Ahok-Djarot Mendapat Kritik Dari Kader Muda
Kunjungan dari sekjen partai-partai pendukung pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saefullah dari PDIP, PPP, Hanura, Nasdem di kantor DPP Partai Golkar Jakarta, Jumat (17/3).

Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy, mendukung pasangan calon gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Jakarta, mendapat kritik dari kader muda partai berlambang ka'bah.

Salah satunya Usni Hasanudin, kader muda PPP. Menurut dia, keputusan DPP PPP mendukung Ahok-Djarot merupakan pilihan yang sama sekali tidak rasional dan bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung PPP.

"Keputusan itu, tidak dapat ditolerasi secara nilai perjuangan PPP, yang menjadi khidmat itu sudah mendarah daging," kata Usni di Jakarta, Selasa (28/3/2017) malam.

Menurut kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu, ini bukan hanya persoalan dukungan terhadap Ahok-Djarot yang diberikan PPP. Tapi, bagaimana partai PPP bisa pertahankan eksistensi sejak didirikannya partai itu sejak tahun 1973.

Kata dia, PPP sudah menjadi bagian dari umat Islam dan juga bangsa Indonesia. Sebab itu, sebagai bagian dari kader ia mengingatkan dan mengimbau untuk DPP menarik dukungan terhadap Ahok-Djarot.

"Baik itu Romi atau Djan. Tarik dukungan demi partai. Mereka sudah hancurkan PPP, tapi tidak sadar," ujar Usni.

Selanjutnya, dia menghimbau kepada semua fungsionaris PPP mengambil langkah-langkah organisasi agar segera menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa. Hal ini untuk mengembalikan dan menyelamatkan PPP.

Sebab, Usni menilai, partai ini sudah tidak bisa berharap dari konflik berkepanjangan yang sangat merugikan secara institusi.

"Perlu musyawarah kembalikan PPP pada jalan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam yang selama ini menjadi landasan perjuangan PPP. Romi dan Djan tidak pikirkan perjungan partai," kata Usni.

Baca Juga: PPP Jakarta Ungkap Alasan Beralih Dukung Ahok

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI