Presiden Donald Trump Diyakini Setujui 'Tembok Pembatas Langit'

Reza Gunadha

Rabu, 29 Maret 2017 | 08:37 WIB
Presiden Donald Trump Diyakini Setujui 'Tembok Pembatas Langit'
Ilustrasi komet di langit malam (Shutterstock).

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diyakini bakal mendukung rencana kontroversial sejumlah ilmuwan, yakni membuat “tembok” pembatas antara Bumi dan langit. Pembatas tersebut dinilai mampu mengatasi masalah pemanasan global.

Ide seperti itu, seperti dilansir Independent.co.uk, Selasa (28/3/2017), kali pertama dicetuskan tim ilmuwan Harvard University yang dipimpin Profesor David Keith, ahli geoengineering.

Rekayasa ilmiah tersebut dinilai bisa memencarkan sinar matahari yang terlampau  banyak langsung diterima Bumi karena semakin keroposnya lapisan ozon.

Direktur organisasi pengawas teknologi ETC Group Amerika Latin, Silvia Riberio, mengatakan besar kemungkinan rezim Trump menyetujui proyek David Keith.

“Pemerintah Trump menyukai segala hal yang tampak instan, termasuk rencana membangun tembok di langit memakai sulfat. Dengan begitu, mereka tetap bisa memakai bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Artinya, Bumi bakal terus dieksploitasi," tegas Silvia.

Keith sendiri memastikan tim ilmuwannya bakal melakukan uji coba pembuatan "tembok langit" tahun depan, 2018.

"Uji coba akan dilakukan tahun depan, yakni melalui cara penyemprotan partikel halus air dan lainnya seperti sulfur dioksida,” tutur Keith.

Ia mengatakan, penaburan partikel-partikel itu dalam jumlah besar di udara bisa berpengaruh pada tingkat pemanasan bumi. Sebab, partikel-partikel tersebut berfungsi untuk mendinginkan suhu.

“Pola itu sama seperti mekanisme material hasil letusan gunung berapi yang  akhirnya menjadi pelapis atau ‘tembok’ Bumi dari penerimaan sinar matahari secara langsung,” terangnya.

baca juga

Namun, Keith dkk berikut pula Presiden Trump tampaknya tak bakal mudah melakukan uji coba tersebut.

Sebab, Konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati, Desember 2016, menyepakati bahwa praktik-praktik geoengineering untuk mengatasi pemanasan global sebaiknya ditunda.

Keputusan itu dibuat karena praktik geoengineering belum tentu tidak mempunyai efek negatif terhadap keragaman hayati di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IATA Kecam Regulasi Trump Larang Bawa Alat Elektronik di Pesawat

IATA Kecam Regulasi Trump Larang Bawa Alat Elektronik di Pesawat

News | Rabu, 29 Maret 2017 | 05:46 WIB

Dikecam! Orang Kaya di AS Beli ASI dari Kaum Ibu Miskin Kamboja

Dikecam! Orang Kaya di AS Beli ASI dari Kaum Ibu Miskin Kamboja

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 16:48 WIB

'Allah' Jadi Nama Bayi Ini, Pemerintah Ogah Beri Akta Kelahiran

'Allah' Jadi Nama Bayi Ini, Pemerintah Ogah Beri Akta Kelahiran

News | Selasa, 28 Maret 2017 | 08:41 WIB

Pesawat Tempur AS Mendarat Darurat di Aceh

Pesawat Tempur AS Mendarat Darurat di Aceh

News | Jum'at, 24 Maret 2017 | 19:29 WIB

London Diserang Teroris, Putra Donald Trump Dikecam Orang Sedunia

London Diserang Teroris, Putra Donald Trump Dikecam Orang Sedunia

News | Kamis, 23 Maret 2017 | 19:45 WIB

Terkini

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:32 WIB

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB