Media Asing: Indonesia Negara Muslim Tapi Gemar Makan Anjing

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 29 Maret 2017 | 14:20 WIB
Media Asing: Indonesia Negara Muslim Tapi Gemar Makan Anjing
Salah satu restoran di DKI Jakarta, Indonesia, yang menyediakan menu daging anjing. [Kemal Jufr/The New York Times]

Suara.com - Indonesia kembali disorot secara negatif oleh masyarakat serta media-media internasional, karena dinilai belum menghargai hak-hak asasi binatang.

Termutakhir, surat kabar New York Times (NYTimes) edisi Minggu (26/3/2017), memuat artikel hasil investigasi mereka terkait konsumsi daging anjing yang semakin marak di berbagai daerah Indonesia.

Padahal, dua negara Asia lain yang juga memunyai tradisi memakan daging anjing--Korea Selatan dan Tiongkok--sudah mulai mengikis hal tersebut.

"Sulitnya menurunkan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging anjing. Sebab, daging anjing yang sudah diolah dijual oleh banyak restoran tidak secara terang-terangan," tulis NYTimes dalam artikel berjudul "Indonesian's Taste for Dog Meat Is Growing, Even as Others Shun It".

Karena dijual secara "abu-abu", tulis NYTimes, Pemerintah Indonesia tidak memunyai data akurat mengenai jumlah anjing yang dibunuh untuk dikonsumsi per tahun.

Pemerintah tampak tidak memedulikan semakin tingginya permintaan daging anjing, karena tidak masuk jenis stok penganan nasional seperti daging babi, sapi, kambing, atau ayam.

Ironisnya, sambung NYTimes, Indonesia dihuni oleh mayoritas umat Muslim yang mengharamkan daging anjing untuk dikonsumsi seperti daging babi.

"Tapi, sejumlah pembela hak-hak binatang mengakui praktik memakan daging anjing juga berkembang di daerah-daerah Muslim Indonesia."

Selain minat terhadap daging anjing justru berkembang, NYTimes menyoroti praktik penyembelihan binatang itu yang dikategorikan brutal.

"Satu per satu anjing dimasukkan dalam ruangan dan dipukuli di bagian kepala sehingga tak sadarkan diri. Ketika tak sadarkan diri itulah leher mereka disembelih," tulis NYTimes berdasarkan wawancara di sejumlah daerah Indonesia.

NYTimes lantas mewawancarai Brad Anthony, Periset sekaligus analis perlindungan binatang dari Kanada yang berbasis di Singapura.

Dalam wawancara, Anthony mengungkapkan penyebab semakin maraknya warga Indonesia yang mengonsumsi daging anjing.

"Penyebab utamanya adalah kemiskinan. Banyak warga miskin yang tak mampu membeli daging sapi, sehingga daging anjing menjadi pilihan karena sangat murah. Mereka juga terbiasa memelihara anjing dan kucing," tuturnya.

Anthony lantas meminta pemerintah Indonesia serius mengontrol dan mengupayakan perlindungan terhadap binatang, termasuk anjing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dukungan PPP Kepada Ahok-Djarot Mendapat Kritik Dari Kader Muda

Dukungan PPP Kepada Ahok-Djarot Mendapat Kritik Dari Kader Muda

News | Rabu, 29 Maret 2017 | 05:30 WIB

Bolos saat 'Harpitnas' Hari Ini, Uang TKD Pegawai DKI Dipotong

Bolos saat 'Harpitnas' Hari Ini, Uang TKD Pegawai DKI Dipotong

News | Senin, 27 Maret 2017 | 10:38 WIB

Selamatkan Ibu Rumah Tangga dari HIV, Ini yang Dilakukan PKBI DKI

Selamatkan Ibu Rumah Tangga dari HIV, Ini yang Dilakukan PKBI DKI

Health | Senin, 27 Maret 2017 | 00:14 WIB

Djarot Pakai Peci karena Sudah Haji, Ini Kata Anies

Djarot Pakai Peci karena Sudah Haji, Ini Kata Anies

News | Jum'at, 24 Maret 2017 | 22:14 WIB

Terkini

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:31 WIB

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB

Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan

Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:22 WIB

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:17 WIB

Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook

Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:16 WIB

Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat

Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:09 WIB

Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Versi PBB, Israel Biang Kerok Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:08 WIB

Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop

Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:00 WIB

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:52 WIB

Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel

Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:39 WIB