Abraham Samad Kritik Pemberian SP 2 Pada Novel Baswedan

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 31 Maret 2017 | 05:30 WIB
Abraham Samad Kritik Pemberian SP 2 Pada Novel Baswedan
Para mantan Pimpinan KPK. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyampaikan bahwa pelemahan KPK tidak hanya datang lewat revisi UU KPK. Pelemahan juga bisa berlangsung melalui banyak cara.

"Oleh karena itu yang dibutuhkan soliditas pegawai KPK dan pimpinannya. Kalau soal revisi, saya melihat pelemahan bisa datang dari bermacam produk perundangan salah satunya revisi UU KPK," kata Abraham pada sejumlah wartawan di Jakarta, Kamis (30/1/2017).

Menurut Abraham, pelemahan KPK juga mungkin lewat MoU dengan lembaga penegakan hukum lain. Semua ini, menurutnya, harus jadi perhatian semua pihak yang peduli terhadap penguatan KPK.

 

"KPK juga tidak boleh dikooptasi oleh lembaga lain. Oleh karena itu dalam diskusi tadi ada beberapa macam gagasan, saran, dan kritikan, bahwa untuk menjaga soliditas pegawai KPK maka harus ada upaya lebih ekstra untuk memperhatikan situasi internal KPK," ujar Abraham.

Ia juga menyarankan pemberian SP 2 kepada penyidik KPK Novel Baswedan sebisa mungkin menjadi perhatian serius dari pimpinan KPK untuk segera dicabut. Menurutnya, pemberian SP 2 kepada Novel tidak memiliki alasan hukum yang kuat.

"Kita lihat lahirnya SP2 mungkin karena kritikan. Kami paham KPK lembaga egaliter, oleh karena itu diskusi dan dialog yang harus dikembngkan internal KPK harus dua arah," jelas Abraham.

Abraham mengingatkan KPK jika diibaratkan kuda, maka kusir mungkin bisa mengalami pergantian. Namun kudanya, dalam hal ini para pegawai tetap sama.

"Pimpinan bsa datang silih berganti. kuda harus dipertahankan untuk berantas korupsi. Ini jadi dukungan kuat dari masyarakat, kalau kpk kinerja bagus dan tidak pandang bulu," tutup Abraham.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miryam Berkukuh Ditekan, KPK Siap Ungkap Bukti Baru

Miryam Berkukuh Ditekan, KPK Siap Ungkap Bukti Baru

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 13:25 WIB

Penyidik KPK Jelaskan Soal Bau Durian, Muntah, sampai Mencret

Penyidik KPK Jelaskan Soal Bau Durian, Muntah, sampai Mencret

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 13:16 WIB

Diduga Tekan Saksi Kasus e-KTP, Bamsoet: Karakter Saya Dibunuh!

Diduga Tekan Saksi Kasus e-KTP, Bamsoet: Karakter Saya Dibunuh!

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 12:09 WIB

Ini 6 Petinggi DPR yang Tekan Saksi Kasus e-KTP supaya Bungkam

Ini 6 Petinggi DPR yang Tekan Saksi Kasus e-KTP supaya Bungkam

News | Kamis, 30 Maret 2017 | 11:40 WIB

Mau Dikonfrontasi Penyidik KPK, Miryam Malah Absen Sidang e-KTP

Mau Dikonfrontasi Penyidik KPK, Miryam Malah Absen Sidang e-KTP

News | Senin, 27 Maret 2017 | 11:54 WIB

Sidang Kasus e-KTP, Penyidik KPK Siap Dikonfrontasi dengan Miryam

Sidang Kasus e-KTP, Penyidik KPK Siap Dikonfrontasi dengan Miryam

News | Senin, 27 Maret 2017 | 09:42 WIB

Jawab Miryam, Novel: Masa Saya Bawa Duren ke KPK, Emangnya Toko

Jawab Miryam, Novel: Masa Saya Bawa Duren ke KPK, Emangnya Toko

News | Jum'at, 24 Maret 2017 | 16:02 WIB

DPR Sibuk Sosialisasi, Istana: Presiden Tolak Revisi UU KPK

DPR Sibuk Sosialisasi, Istana: Presiden Tolak Revisi UU KPK

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 08:57 WIB

Johan Budi: DPR Belum Ada Bicara Revisi UU KPK ke Pemerintah

Johan Budi: DPR Belum Ada Bicara Revisi UU KPK ke Pemerintah

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 20:28 WIB

Dipolisikan Pengacara Ahok, Novel Anggap Ahok Sedang Panik

Dipolisikan Pengacara Ahok, Novel Anggap Ahok Sedang Panik

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 12:39 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:06 WIB

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:05 WIB

×