10 Ribu Orang Mendaftar Dakwah Zakir Naik di Makassar

Ardi Mandiri

Rabu, 05 April 2017 | 06:12 WIB
10 Ribu Orang Mendaftar Dakwah Zakir Naik di Makassar
Ulama India, Zakir Naik di Jakarta, Jumat (31/3).

Suara.com - Panitia Penyelenggara Dakwah Ilmiah yang akan disampaikan oleh Dr. Zakir Naik mencatat jumlah pendaftar peserta dakwah yang digelar di Baruga A Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, mencapai sekitar 10.000 orang.

Ketua Panitia Penyelenggara Dakwah Ilmiah itu, Muchtar Daeng Lau di Makassar, Selasa, menuturkan peserta yang telah mendaftar di acara tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari negara tetangga Singapura.

"Dari pendaftaran online yang kami sediakan, pendaftar yang tercatat saat ini sudah mencapai sekitar sepuluh ribu orang dari berbagai kalangan dari berbagai daerah selain Sulsel, juga dari Gorontalo, Manado, Papua, bahkan Singapura," katanya.

Ia menjelaskan, pendaftar peserta dakwah yang mecapai puluh ribu orang itu masih dalam tahap verifikasi dan sampai hari ini yang lolos sebagai peserta secara online hanya sekitar 9.000 orang termasuk kuota warga non Muslim sekitar 200 orang.

"Ada beberapa tahapan verifikasi dilakukan di antaranya pengecekan latar belakang pendaftar, baik tentang pendidikan, institusi atau organisasi yang digeluti," ujarnya seraya menambahkan, proses pendaftaran peserta dakwah itu telah berakhir hari ini.

Menurut dia, bagi peserta yang bisa masuk dalam ruangan gedung kampus tersebut yakni peserta yang telah melalui verifikasi berkas dan menerima balasan mendapatkan tiket elektronik dari panitia melalui email.

Acara dakwah ilmiah yang menghadirkan Zakir Naik ini rencananya akan membuka registrasi ulang pada pukul 06.00 - 07.30 Wita di Baruga AP Pettarani Unhas.

Bagi peserta yang tidak mendapatkan tempat di dalam ruangan, kata dia, tidak perlu khawatir karena panitia akan memfasilitasi dengan menyiapkan layar streaming di luar ruangan.

Dalam ruangan tersebut disediakan 200 kursi pada bagian derepan depan yang dikhususkan bagi para akademisi dan warga non Muslim.

"Panitia pelaksana juga sudah menyiapkan pengamaman dengan melibatksn berbagai pihak terkait di antaranya aparat kepolisian dan TNI, serta laskar umat Islam seperti Laskar FPI dan LPAS," ujarnya.

Ia mengatakan tujuan pelaksanaan dakwah ilmiahini untuk menjaga eksistensi Islam Rahmatan Lilalamin yang mengedepankan dakwah yang damai, sehingga diharapkan kegiatan ini berlangsung aman, lancar dan kondusif.

"Kota Makassar sebagai kota dunia, dan kalau umat Islam sebenarnya punya kepentingan untuk mendatangkan ulama besar karena kota ini adalah Serambi Madinah," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditanya soal Pemimpin yang Bangun Masjid, Ini Jawab Zakir Naik

Ditanya soal Pemimpin yang Bangun Masjid, Ini Jawab Zakir Naik

News | Senin, 03 April 2017 | 21:16 WIB

Di Video Ini, Zakir Naik Kembali Jawab soal Pemimpin Non-Muslim

Di Video Ini, Zakir Naik Kembali Jawab soal Pemimpin Non-Muslim

Tekno | Senin, 03 April 2017 | 21:10 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×