Ditanya soal Pemimpin yang Bangun Masjid, Ini Jawab Zakir Naik

Arsito Hidayatullah

Senin, 03 April 2017 | 21:16 WIB
Ditanya soal Pemimpin yang Bangun Masjid, Ini Jawab Zakir Naik
Zakir Naik. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Dalam salah satu bagian tanya-jawab di sesi ceramahnya di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Minggu (2/4/2017), Dr Zakir Naik kembali berbicara mengenai anjuran memilih pemimpin Muslim dan non-Muslim. Hal itu terutama dilakukannya demi merespon pertanyaan salah seorang perempuan yang hadir di acara tersebut.

Perempuan dimaksud yang mengaku bernama Sofie dan berasal dari Jakarta, pada intinya menanyakan soal larangan memilih pemimpin non-Muslim bagi umat Islam. Dia mempertanyakan apakah itu bisa disebut sebagai "dakwah" ataukah "kehancuran" --dua hal yang menjadi tema ceramah Zakir Naik hari itu.

"Apakah dakwah atau 'destruction' ketika menyuruh orang untuk jangan pernah memilih orang yang non-Islam menjadi pemimpin, meskipun orang itu sudah terbukti bekerja bagus, membangun negara, bangsa atau kota itu sendiri," tanya perempuan tersebut.

"Apakah itu dakwah atau destruction, ketika Anda menyuruh orang (umat) menutup mata dan telinga menyaksikan bukti-bukti bahwa orang ini sudah melakukan begitu banyak hal baik, dan itu seperti berbohong pada diri sendiri? Dan di manakah toleransi yang kita pelajari bersama, di mana dan nilai-nilai positifnya?" sambungnya.

"Ini pertanyaan bagus, pertanyaan yang sangat relevan. Dia bertanya apakah ini dakwah atau kehancuran," sambut Zakir Naik membuka jawabannya.

"Saya katakan pada Anda, bahwa Muslim tidak boleh memilih non-Muslim, meski dia sudah melakukan hal baik, seperti membangun (masjid), membangun banyak hal bagus," jelas sang ulama pada bagian inti jawabannya.

"Dia membangun tempat ibadah untuk orang lain tapi tidak melakukannya sendiri (salat). Hipokrit (itu namanya)! Bayangkan saya membangun masjid untuk orang lain salat, tapi saya (sendiri) tidak salat," jawab Zakir Naik lagi di bagian berikutnya.

"Jika dia berpikir salat (itu penting), dia harus salat lebih dulu... Ini adalah salah satu bentuk hipokrisi, munafik," jelas sang ulama lagi meneruskan penjelasannya.

Di bagian lain, Zakir Naik pun menegaskan bahwa bangunan, posisi (jabatan), atau apa pun yang diperbuat, bukanlah sesuatu yang terpenting. Ini dikatakannya demi menegaskan bahwa hanya orang beriman (kepada Islam)-lah yang lebih penting.

"Bangunan tidak akan memberimu sukses. Posisi tidak akan memberimu sukses... Apa yang memberimu sukses? Iman. Apakah orang itu memiliki iman?" ujar Zakir Naik pula.

"Iman (itu) berarti percaya kepada Allah... percaya pada Al Quran," tuntasnya di bagian berikutnya, sembari kemudian menambahkan dengan berbagai contoh, termasuk salah satunya kisah Fir'aun di masa lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Video Ini, Zakir Naik Kembali Jawab soal Pemimpin Non-Muslim

Di Video Ini, Zakir Naik Kembali Jawab soal Pemimpin Non-Muslim

Tekno | Senin, 03 April 2017 | 21:10 WIB

Zakir Naik: Makna Islam dari Kata Salam Berarti Agama Damai

Zakir Naik: Makna Islam dari Kata Salam Berarti Agama Damai

News | Senin, 03 April 2017 | 15:55 WIB

Zakir Naik: Saya Dihormati oleh Keramahtamahan di Indonesia

Zakir Naik: Saya Dihormati oleh Keramahtamahan di Indonesia

News | Sabtu, 01 April 2017 | 22:04 WIB

Lima Agenda Ceramah Zakir Naik Selama di Indonesia

Lima Agenda Ceramah Zakir Naik Selama di Indonesia

News | Jum'at, 31 Maret 2017 | 19:49 WIB

Penjelasan Zakir Naik tentang Surat Al Maidah Ayat 51

Penjelasan Zakir Naik tentang Surat Al Maidah Ayat 51

News | Jum'at, 31 Maret 2017 | 19:40 WIB

Zakir Naik di Jakarta

Zakir Naik di Jakarta

Foto | Jum'at, 31 Maret 2017 | 19:32 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×