Revolusi KIA, Redam Persalinan di Dukun Beranak di NTT

Chaerunnisa | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 03 Mei 2017 | 20:57 WIB
Revolusi KIA, Redam Persalinan di Dukun Beranak di NTT
Cegah persalinan di dukun beranak (Foto: Firsta)

Suara.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kematian ibu saat melahirkan yang cukup tinggi. Salah satu alasannya, masih tingginya proses persalinan yang dilakukan di dukun beranak.

Fasilitas persalinan yang tidak memadai dan minimnya pengetahuan medis yang dimiliki dukun beranak inilah yang membuat angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi. Namun, belakangan tren angka kematian ibu terus menurun sejak diberlakukannya revolusi Kesehatan Ibu Anak (KIA) pada 2008 silam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr Kornelius Kodi Mete, mengatakan, melalui revolusi KIA, ibu hamil didorong untuk melahirkan di fasilitas kesehatan dan ditangani tenaga kesehatan.

"Yang mana capaian indikator dalam revolusi KIA ini adalah menurunnya peran dukun dalam menolong persalinan atau meningkatkan peran tenaga kesehatan yang terampil dalam menolong persalinan� ibu," ujar Kornelius di sela-sela kunjungan Menteri Kesehatan di NTT, Rabu (3/5/2017).

Kornelius menjabarkan, angka kematian ibu pada tahun 2012 di NTT menurun menjadi 192 atau 200 per 100.000 kelahiran hidup, lalu pada tahun 2013 kembali menurun menjadi 176 atau 185,6 per 100.000 kelahiran hidup, selanjutnya pada tahun 2014 menurun lagi menjadi 158 kasus atau 169 per 100.000 kelahiran hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Hosianni Kepala Dinas Kesehatan Timor Tengah Selatan, NTT, mengatakan, revolusi KIA di daerahnya diterapkan dengan menempatkan tenaga kesehatan di puskesmas dilengkapi fasilitas yang memadai.

"Setidaknya di setiap puskesmas punya dokter, 5 bidan dan 5 perawat. Dan untuk di daerah kami, dibutuhkan 243 bidan dan 243 perawat untuk menangani persalinan di puskesmas," ujar Hosianni.

Setelah diterapkannya revolusi KIA ini hanya 12 persen masyarakat yang tidak melakukan persalinan di fasilitas kesehatan. Dia berharap, angka ini bisa terus ditekan sehingga dapat berimbas pada penurunan angka kematian ibu di NTT secara keseluruhan.

"Angka kematian ibu masih ada terkait dengan pelayanan di fasilitas itu sendiri. Kita masih berjuang untuk mutu. Tahun ini kami mendapat dana akreditasi untuk mutu, harapannya akan ada puskesmas di Timor Tengah Selatan yang terakreditasi tahun ini," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngeri, di NTT Ada Ritual 'Panggang Api' untuk Ibu dan Bayi

Ngeri, di NTT Ada Ritual 'Panggang Api' untuk Ibu dan Bayi

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 18:25 WIB

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Menkes Tempatkan Sembilan Dokter Spesialis di NTT

Health | Rabu, 03 Mei 2017 | 08:15 WIB

Presiden Minta Gubernur NTT Fokus Kembangkan Wisata

Presiden Minta Gubernur NTT Fokus Kembangkan Wisata

Lifestyle | Sabtu, 18 Februari 2017 | 04:25 WIB

Gubernur Klaim NTT Provinsi Paling Toleran Sedunia

Gubernur Klaim NTT Provinsi Paling Toleran Sedunia

News | Minggu, 01 Januari 2017 | 13:58 WIB

NTT Provinsi Paling Toleran di Dunia

NTT Provinsi Paling Toleran di Dunia

News | Minggu, 01 Januari 2017 | 08:28 WIB

Persalinan Normal Lindungi Anak dari Risiko Alergi

Persalinan Normal Lindungi Anak dari Risiko Alergi

Health | Senin, 11 Juli 2016 | 17:05 WIB

Hal-hal Ini Bisa Dialami Perempuan yang Melahirkan

Hal-hal Ini Bisa Dialami Perempuan yang Melahirkan

Health | Jum'at, 25 Maret 2016 | 14:22 WIB

Plus Minus Persalinan dengan Anestesi Epidural

Plus Minus Persalinan dengan Anestesi Epidural

Health | Selasa, 22 Maret 2016 | 16:04 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB