Balai Kota Sudah Bersih dari Karangan Bunga Ahok-Djarot

Tomi Tresnady, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 15 Mei 2017 | 10:11 WIB
Balai Kota Sudah Bersih dari Karangan Bunga Ahok-Djarot
Warga DKI Jakarta tetap mendatangi Balai Kota, demi melihat rangkaian karangan bunga untuk Ahok-Djarot, Senin (1/5/2017). [Suara.com/Bowo]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membersihkan karangan bunga di sekitaran halaman Balai Kota.

Sebelumnya, ribuan karangan bunga berisi ucapan terima kasih untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sempat menghiasi kawasan Balai Kota.

Salah seorang pengaman dalam Balai Kota Bambang Irawan mengatakan jika karangan bunga yang dikirim masyarakat sudah mulai dibersihkan sejak Minggu (14/5/2017).

Karangan bunga tersebut kini telah dipindahkan ke sekitar Monas.

"Dari Minggu siang sudah dibersihkan. Perintahnya seperti itu dari pimpinan," ujar Bambang di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Bambang menjelaskan, karangan bunga yang dibawa ke Monas adalah yang sudah lama dikirim ke Balai Kota. Untuk karangan bunga yang sudah rusak dan patah, selanjutnya akan dihancurkan dan dibuang ke TPST Bantargebang.

"Bunga akan diangkut oleh PPSU (petugas penanganan prasarana dan sarana umum) ke Monas. Yang sudah lama-lama (karangan bunga) akan dihancurkan lalu dibuang ke Bantargebang," kata Bambang.

Meski begitu, katanya, Balai Kota DKI masih menerima bunga dari warga. Namun, karangan bunga nantinya tidak akan lama dipajang di sekitar Balai Kota.

"Kalau masih ada yang ngirim karangan bunga tetap kita terima, tapi paling lama dua hari sebelum dibawa ke Monas," ujar dia.

baca juga

Pengamatan Suara.com, sekitar pukul 9.30 WIB Balai Kota masih memajang lima karangan bunga. Kemudian, beberapa tanaman kaktus yang dikirimkan oleh warga sudah dipajang di dekat kolam Balai Kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ismail Hasani: Setelah Kasus Ahok, Kelompok Radikal Terus Menguat

Ismail Hasani: Setelah Kasus Ahok, Kelompok Radikal Terus Menguat

wawancara | Senin, 15 Mei 2017 | 07:00 WIB

Bunga-bunga Buat Ahok Mulai Layu, Kini Dipindah ke Monas

Bunga-bunga Buat Ahok Mulai Layu, Kini Dipindah ke Monas

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 20:10 WIB

Cerita Pendukung Galang KTP Buat Bela Ahok Agar Tak Dipenjara

Cerita Pendukung Galang KTP Buat Bela Ahok Agar Tak Dipenjara

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 14:22 WIB

Maria Pimpin Doa Buat Ahok Sambil Berurai Air Mata

Maria Pimpin Doa Buat Ahok Sambil Berurai Air Mata

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 13:44 WIB

Mengapa Pengadilan Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Ahok?

Mengapa Pengadilan Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Ahok?

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 12:45 WIB

Empat Jam, Relawan Ahok Kumpulkan Lebih 1.000 KTP

Empat Jam, Relawan Ahok Kumpulkan Lebih 1.000 KTP

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 11:52 WIB

Hari Libur, Balai Kota Masih Disemuti Warga DKI Kumpulkan KTP

Hari Libur, Balai Kota Masih Disemuti Warga DKI Kumpulkan KTP

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 11:38 WIB

Geger Penistaan Agama, dari Ki Pandji Kusmin hingga Ahok

Geger Penistaan Agama, dari Ki Pandji Kusmin hingga Ahok

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 07:15 WIB

Mendagri Tolak Minta Maaf ke Orator Pengkritik Jokowi

Mendagri Tolak Minta Maaf ke Orator Pengkritik Jokowi

News | Sabtu, 13 Mei 2017 | 21:49 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×