Hari Libur, Balai Kota Masih Disemuti Warga DKI Kumpulkan KTP

Dythia Novianty, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 14 Mei 2017 | 11:38 WIB
Hari Libur, Balai Kota Masih Disemuti Warga DKI Kumpulkan KTP
Warga pendukung Ahok berdatangan ke Balai Kota, Jakarta, Minggu (14/5/2017). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Hari libur, ternyata tak menyurutkan semangat puluhan relawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk datang ke Balai Kota.

Para warga yang sebagian besar menggunakan baju merah putih ini berkumpul di halaman Balai Kota bergabung dengan relawan lainnya, sebagai aksi solidaritas agar Ahok dibebaskan dari tahanan.

Salah satu aksinya adalah mengumpulkan KTP. Pengumpulan KTP ini sebagai jaminan untuk penangguhan penahanan Ahok terkait kasus penodaan agama.

Mianti, ibu rumah tangga, rela datang jauh-jauh dari Bandung, Jawa Barat ke Balai Kota untuk memberikan dukungannya kepada Ahok. Menurutnya, Ahok merupakan sosok pemimpin yang tegas dan bisa membawa sebuah perubahan.

"Kasian saya, orang baik, orang jujur sedang dizalimi. Orang mau membawa perubahan lebih baik malah dibeginiin," kata Miantin saat berbincang dengan Suara.com di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2017).

Miantin mengaku, tidak peduli meski dirinya bukan bagian dari warga DKI Jakarta. Namun, dirinya merasa terpanggil untuk memberikan dukungan kepada Ahok ini. Pasalnya, apa yang telah dilakukan oleh Ahok telah memberikan hal yang positif bagi Indonesia.

"Biarin, saya tetap ikut kumpulin KTP ini, biar pak Ahok bebas. Kan dari mana aja boleh kan kumpulin KTP ini. Ahok ini orang baik, jujur harus didukung," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dewi yang menilai kasus Ahok ini bukan murni soal penodaan agama. Namun, ada campur tangan elite-elite politik yang tidak suka dengan kepemimpinan Ahok yang jujur dan bersih dari korupsi.

"Ya lihat saja, kasus korupsi di Jakarta banyak terungkap berkat beliau. Pejabat-pejabat kan jadi nggak tenang dengan sikap Ahok yang jujur dan bersih ini. Mereka koruptor pada pusing mau gerak," ujar Dewi.

baca juga

Dirinya juga meminta kepada pemerintah untuk bertindak menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, pemerintah terkesan membiarkan kasus ini bergulir begitu saja.

"Hakim juga harus objektif dalam menilai sesuatu, jangan campur-campur kasus ini dengan urusan politik ya. Keadilan harus ditegakkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Artis Kecewa Vonis Ahok hingga Dapat Luka Berat Akibat Kecelakaan

Artis Kecewa Vonis Ahok hingga Dapat Luka Berat Akibat Kecelakaan

Entertainment | Minggu, 14 Mei 2017 | 09:21 WIB

Ratusan Warga Purwokerto Nyalakan Lilin untuk NKRI

Ratusan Warga Purwokerto Nyalakan Lilin untuk NKRI

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 02:17 WIB

WNI di Malaysia Gelar Aksi Lilin 'Justice for Ahok'

WNI di Malaysia Gelar Aksi Lilin 'Justice for Ahok'

News | Sabtu, 13 Mei 2017 | 22:36 WIB

Dukung Ahok dan Sindir Rizieq, Luna Maya Diingatkan Kasus Hot-nya

Dukung Ahok dan Sindir Rizieq, Luna Maya Diingatkan Kasus Hot-nya

Entertainment | Sabtu, 13 Mei 2017 | 19:59 WIB

Susun Memori Banding, Pengacara Ahok Catut Nama Buni Yani

Susun Memori Banding, Pengacara Ahok Catut Nama Buni Yani

News | Sabtu, 13 Mei 2017 | 15:00 WIB

MUI Nilai Vonis Dua Tahun Bui untuk Ahok Punya Tujuan Tertentu

MUI Nilai Vonis Dua Tahun Bui untuk Ahok Punya Tujuan Tertentu

News | Sabtu, 13 Mei 2017 | 14:12 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×