Trump Dituduh Desak FBI Hentikan Penyelidikan terhadap Flynn

Dythia Novianty

Rabu, 17 Mei 2017 | 07:01 WIB
Trump Dituduh Desak FBI Hentikan Penyelidikan terhadap Flynn
Donald Trump. (AFP)

Suara.com - Gedung putih di masa pemerintahan Donald Trump telah digucang berbagai isu. Mulai dari tuduhan Trump yang secara pribadi mencoba membatalkan penyelidikan FBI dan miliyarder itu juga mengungkapkan informasi yang sangat rahasia ke pejabat tinggi Rusia.

Pemerintahan yang baru seumur "jagung" itu, beberapa kali menghadapi pukulan, yang ujung-ujungnya memicu kemarahan dari partai Demokrat.

Donald memiliki alasan sendiri untuk masalah ini, mulai dari dia membocorkan informasi rahasia kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sebuah pertemuan di Oval Office atau dia menekan direktur FBI James Comey untuk membatalkan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan Michael Flynn.

Namun, kedua isu besar itu dibantah Gedung Putih. Dan ketika pihak Gedung Putih direpotkan dengan menjelaska keputusan Trump memberi tahu Lavrov tentang ancaman bom ISIS yang laporannya dipungut oleh intelijen Israel, New York Times menjatuhkan bom lagi.

Surat kabar tersebut melaporkan bahwa ketika Comey bertemu Trump sehari setelah Flynn mengundurkan diri, menurut catatan kontemporer Comey, presiden mencoba menghentikan penyelidikan FBI.

"Kuharap kau bisa melihat jalanmu yang jelas untuk membiarkan ini pergi, membiarkan Flynn pergi. Dia orang baik, saya harap Anda bisa membiarkan ini terjadi," ucap Trump kepada Comey.

Gedung Putih dengan cepat menolak saran Trump yang mencoba menghalangi proses pengadilan, terkait dengan hubungannya dengan Comey, yang dipecatnya pekan lalu.

"Sementara presiden telah berulang kali menyatakan pandangannya bahwa Jenderal Flynn adalah orang baik yang melayani dan melindungi negara kita, presiden tersebut tidak pernah meminta kepada Comey atau orang lain untuk mengakhiri penyelidikan apapun," kata seorang pejabat AS tanpa menyebut nama.

"Presiden sangat menghormati agen penegak hukum kami, dan semua penyelidikan. Ini bukan penggambaran percakapan Presiden dan Comey yang sebenarnya ​​atau akurat," tegasnya lagi.

baca juga

Trump menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membantah tuduhan terpisah, termasuk dia mengungkapkan informasi sensitif kepada Lavrov dan duta besar Moskow ke Washington, dengan alasan bahwa dia bertindak sesuai undang-undang.

Namun presiden tersebut bercuit di Twitter menegaskan bahwa dia memiliki "hak mutlak" untuk berbagi fakta-fakta yang berkaitan dengan ... terorisme dan keselamatan penerbangan dengan Rusia.

Kedua tuduhan tersebut memicu seruan jaksa khusus untuk menyelidiki hubungan Trump dengan Rusia dan bahkan mengajukan pertanyaan apakah dia dapat menghadapi proses pemakzulan.

"Negara ini sedang diuji dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, saya katakan kepada semua rekan saya di Senat, sejarah sedang ditonton," kata Senator Senat Demokrat Chuck Schumer.

Orang nomor dua partai di Senat, Dick Durbin, mengatakan bahwa jika dipikirkan sangat menakjubkan jika seorang presiden Amerika Serikat akan mempertimbangkan untuk menghubungi Kepala Biro Investigasi Federal dan memintanya untuk menghentikan penyelidikan terhadap siapa pun.

"Ini adalah salah satu tuduhan paling serius yang bisa Anda lakukan terhadap seorang pemimpin - bahwa mereka berusaha menunda atau menghalangi administrasi peradilan," kata Durbin. [AFP]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vladimir Putin Peringatkan AS: Jangan Intimidasi Korea Utara!

Vladimir Putin Peringatkan AS: Jangan Intimidasi Korea Utara!

News | Selasa, 16 Mei 2017 | 10:22 WIB

Kecam Donald Trump, Michelle Obama Dapat Tepuk Tangan Meriah

Kecam Donald Trump, Michelle Obama Dapat Tepuk Tangan Meriah

News | Senin, 15 Mei 2017 | 08:32 WIB

Trump Desak Korut Kena Sanksi Internasional, Rusia Bela Jong Un

Trump Desak Korut Kena Sanksi Internasional, Rusia Bela Jong Un

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 16:57 WIB

Korut Lepaskan Misil Lagi, Trump Desak Sanksi Internasional

Korut Lepaskan Misil Lagi, Trump Desak Sanksi Internasional

News | Minggu, 14 Mei 2017 | 14:31 WIB

Bahas Krisis Nuklir Korut, Trump Telepon Presiden Baru Korsel

Bahas Krisis Nuklir Korut, Trump Telepon Presiden Baru Korsel

News | Kamis, 11 Mei 2017 | 04:47 WIB

Inilah yang Diungkapkan Comey Sebelum Dipecat Dari Direktur FBI

Inilah yang Diungkapkan Comey Sebelum Dipecat Dari Direktur FBI

News | Kamis, 11 Mei 2017 | 01:05 WIB

Terkini

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:52 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

×