Presiden Sebut "Gebuk" Organisasi Anti Pancasila, Apa Maksudnya?

Ririn Indriani, Welly Hidayat

Minggu, 21 Mei 2017 | 03:32 WIB
Presiden Sebut "Gebuk" Organisasi Anti Pancasila, Apa Maksudnya?
Presiden Jokowi dalam acara Hari Kebebasan Pers Dunia di Jakarta, Rabu (3/5/2017). [Foto Edi - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Usman Hamid menanggapi ucapan Presiden Joko Widodo yang memberi peringatan bagi organisasi-organisasi masyarakat yang bertentangan dengan ideologi Pancasila harus digebuk.

"Saya paham kegundahan Presiden, karena adanya semacam rongrongan dari berbagai kecenderungan, yang sudah dalam pandangan Presiden mengancam sendi-sendi kebangsaan. Misalnya pancasila dan sebagainya," katanya di acara Slank mimbar bebas dengan bertemakan Ayo Bangkit Jangan Berhenti di Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (20/5/2017).

Namun Usman sangat menyayangkan ucapan mantan Gubernur Jakarta itu, karena setiap hal yang terkait menentang Pancasila dapat ditegaskan melalui perundang-undangan.

"Saya kira lebih baik Presiden gunakan istilah yang ada dalam nomenklatur kelembagaan Presiden. Termasuk kerangka konstitusi, kerangka perundang-undangan ketimbang menggunakan istilah politis yang bisa menafsirkan berbagai pihak. Salah satu tafsir kan mengingatkan pada zaman Presiden Soeharto bahwa kalau Presiden sudah menggunakan kata gebuk berarti itu seperti membolehkan aparat tingkat bawah untuk menggunakan kekerasan," ujarnya.

Oleh karena itulah Usman meminta Presiden Jokowi dapat menjelaskan maksud ucapan Gebuk tersebut. Ini penting untuk dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan dapat dimengerti oleh masyarakat tersebut.

"Saya kira kita harus mengingatkan kembali ke Presiden bahwa ini bukan lagi zamannya untuk menggunakan kekerasan menggebuk dalam artian membungkam kebebasan berekspresi. membubarkan sebuah organisasi tanpa proses yang benar tanpa proses peradilan. Jadi, mungkin Presiden perlu juga menjelaskan apa yang disebut sebagai gebuk itu sehingga tidak ditafsirkan sebagai semacam pernyataan presiden untuk membolehkan aparat menggunakan kekerasan," kata Usman.

"Saya kira tidak boleh ditafsirkan seperti itu. Penggunaan kekerasan karena efeknya luar biasa," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ke Arab Saudi, Jokowi Hadiri Arab Islamic-American Summit

Ke Arab Saudi, Jokowi Hadiri Arab Islamic-American Summit

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 17:13 WIB

Jokowi, Soeharto, dan Kata 'Gebuk'

Jokowi, Soeharto, dan Kata 'Gebuk'

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:18 WIB

Presiden Jokowi: Ormas Anti Pancasila Harus Digebuk

Presiden Jokowi: Ormas Anti Pancasila Harus Digebuk

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 17:39 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

×