Amerika Pertimbangkan 'Patenkan' Larangan Bawa Laptop di Pesawat

Pebriansyah Ariefana

Senin, 29 Mei 2017 | 05:43 WIB
Amerika Pertimbangkan 'Patenkan' Larangan Bawa Laptop di Pesawat
Ilustrasi laptop. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat John Kelly akan mempertimbangkan membuat aturan tetap soal larangan membawa laptop di dalam pesawat. Terutama untuk turis dan warga AS yang masuk dan keluar Amerika.

Aturan itu akan dibuat dengan pertimbangan ancaman terorisme semakin nyata. Terakhir aksi teror terjadi di Manchester, Inggris dan Kampung Melayu Jakarta. Aksi bom bunuh diri terjadi di sana. Kelly khawatir terjadi aksi lanjutan.

"Ada ancaman nyata, banyak ancaman terhadap penerbangan," kata Kelly dalam program Fox News Sunday ketika ditanya tentang kemungkinan larangan luas untuk peralatan elektronik besar di kabin pesawat.

Menurut Kelly, teroris mungkin saja berniat menjatuhkan pesawat. Mereka bawa bom yang tersembunyi dalam laptop.

"Terutama kapal induk AS, jika penuh dengan kebanyakan orang di AS," kata kepala keamanan AS itu.

Hanya saja, AFP mencatat larangan laptop bisa mengganggu perjalanan antara Eropa dan Amerika. Sebanyak 3.250 penerbangan seminggu diperkirakan musim panas ini antara negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Yang mungki larangan itu berlaku untuk penerbangan ke dan dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Termasuk Turki, Yordania, Mesir, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan Maroko.

Sementara Inggris mengambil langkah serupa sejak Maret. Inggris menarget larangan dari Turki, Lebanon, Yordania, Mesir, Tunisia dan Arab Saudi. (AFP)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yasonna: UU Anti Terorisme Lama Sekali Belum Selesai-selesai

Yasonna: UU Anti Terorisme Lama Sekali Belum Selesai-selesai

News | Minggu, 28 Mei 2017 | 18:38 WIB

Wiranto Optimistis Revisi UU Anti-Terorisme Rampung Pekan Depan

Wiranto Optimistis Revisi UU Anti-Terorisme Rampung Pekan Depan

News | Minggu, 28 Mei 2017 | 00:23 WIB

Pasukan Mesir Serbu Kamp Pelatihan Terorisme

Pasukan Mesir Serbu Kamp Pelatihan Terorisme

News | Sabtu, 27 Mei 2017 | 09:47 WIB

Kapolri Sebut Revisi UU Terorisme Akan Fokus Pada Pencegahan

Kapolri Sebut Revisi UU Terorisme Akan Fokus Pada Pencegahan

News | Sabtu, 27 Mei 2017 | 06:17 WIB

Apa Kata Psikolog Tentang Terorisme?

Apa Kata Psikolog Tentang Terorisme?

Health | Jum'at, 26 Mei 2017 | 20:35 WIB

Pola Bom Kampung Melayu dan Aksi di Berbagai Negara Sama

Pola Bom Kampung Melayu dan Aksi di Berbagai Negara Sama

News | Jum'at, 26 Mei 2017 | 17:37 WIB

Wiranto: Revisi UU Anti Terorisme Harus Cepat Dirampungkan

Wiranto: Revisi UU Anti Terorisme Harus Cepat Dirampungkan

News | Jum'at, 26 Mei 2017 | 16:45 WIB

Jaksa Agung Ungkap Kenapa Revisi UU Anti Terorisme Mendesak

Jaksa Agung Ungkap Kenapa Revisi UU Anti Terorisme Mendesak

News | Jum'at, 26 Mei 2017 | 15:29 WIB

Bom Bunuh Diri, BIN, Polri, TNI, BNPT Kumpul di Kantor Polhukam

Bom Bunuh Diri, BIN, Polri, TNI, BNPT Kumpul di Kantor Polhukam

News | Jum'at, 26 Mei 2017 | 14:24 WIB

Terkini

Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional

Gelombang Panas Eropa Makin Mematikan: Krisis Kesehatan Hingga Ancam Ketahanan Energi Nasional

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:07 WIB

Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!

Prabowo: Kita Butuh Kritik, Tapi Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Pemilik Modal!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:03 WIB

Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan

Pramono Ultimatum Plaza Senayan dan Senayan City: Bangun Akses Penghubung atau Pajaknya Dinaikkan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:57 WIB

Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik

Putusan MK Final, Pilkada Tetap Langsung! PKB: Jangan Debat Lagi, Saatnya Tekan Biaya Politik

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:50 WIB

Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik

Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:46 WIB

Diplomasi AS - Iran Memanas, Utusan Donald Trump Kejar Kesepakatan Damai di Qatar

Diplomasi AS - Iran Memanas, Utusan Donald Trump Kejar Kesepakatan Damai di Qatar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:27 WIB

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:06 WIB

Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno

Prabowo Beri Kenaikan Pangkat Kehormatan untuk Purnawirawan Polisi, Termasuk Mantan Ajudan Soekarno

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:21 WIB

Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan

Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:04 WIB

Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara

Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:38 WIB

×