Bom Mobil Dahsyat di Kabul, 9 Tewas dan 92 Luka-luka

Rizki Nurmansyah

Rabu, 31 Mei 2017 | 13:34 WIB
Bom Mobil Dahsyat di Kabul, 9 Tewas dan 92 Luka-luka
Aparat berwenang Afghanistan tampak tengah menjaga wilayah yang diserang bom mobil di jantung ibu kota Kabul, Rabu (31/5/2017). [AFP/Shah Marai]

Suara.com - Bom mobil berdaya ledak besar mengguncang daerah diplomatik di bagian tengah ibu kota Afghanistan, Kabul, Rabu (31/5/2017) pagi waktu setempat.

Sekitar sembilan orang tewas dan 92 orang mengalami luka-luka, menurut juru bicara kementerian kesehatan Afghanistan.

"Ledakan terjadi sekitar pukul 08.25 waktu setempat di 17th Street Permukiman Wazir Akbar Khan. Ledakan kuat membuat banyak orang tewas dan melukai banyak orang serta merusak puluhan kendaraan yang sedang melaju serta bangunan di dekat lokasi ledakan," kata saksi mata Ahmad Fahim.

Stasiun televisi lokal memperlihatkan mobil dan gedung yang rusak di lokasi ledakan.

"Di antara gedung kantor lain yang berada di daerah tersebut adalah Kantor Dinas Intelijen, satu stasiun TV lokal, satu perusahaan telepon genggam serta gedung Kedutaan Besar Jerman," kata saksi mata itu.

Pasukan keamanan telah menutup daerah tersebut sebagai langkah pencegahan. Beberapa tembakan peringatan juga dilepaskan oleh personel pasukan keamanan.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, sementara seorang juru bicara faksi Taliban mengatakan ia sedang mengumpulkan keterangan.

Kerusuhan di seluruh Afghanistan, telah meningkat sepanjang tahun ini, saat Taliban berusaha keras mengalahkan pemerintah dukungan AS dan memberlakukan kembali hukum syari'ah setelah mereka digulingkan pada 2001 dalam serangan dukungan Washington.

Sejak sebagian besar tentara internasional ditarik pada penghujung 2014, Taliban telah mendapat pihakan dan sekarang menguasai atau memperebutkan sebanyak 40 persen wilayah negeri tersebut, demikian perkiraan AS, meskipun Pemerintah Presiden Ashraf Ghani menguasai semua pusat provinsi.

baca juga

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan memutuskan dalam waktu dekat saran untuk mengirim 3.000 sampai 5.000 prajurit tambahan guna meningkatkan pasukan kecil pelatih NATO dan misi kontra-terorisme AS--yang kini berjumlah lebih dari 10.000 personel.

Komandan pasukan AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan dalam satu dengar pendapat Kongres pada awal tahun ini bahwa ia memerlukan beberapa ribu personel lagi guna membantu pasukan Afghanistan menembus "kebuntuan" melawan Taliban. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baru Tiga Bulan Menjabat, Direktur Komunikasi Trump Mundur

Baru Tiga Bulan Menjabat, Direktur Komunikasi Trump Mundur

News | Rabu, 31 Mei 2017 | 12:09 WIB

Pejabat AS Sebut Trump "Turis Mabuk"

Pejabat AS Sebut Trump "Turis Mabuk"

News | Selasa, 30 Mei 2017 | 06:55 WIB

Tebak! Hanya Ada Satu Aplikasi di Ponsel Trump

Tebak! Hanya Ada Satu Aplikasi di Ponsel Trump

Tekno | Senin, 29 Mei 2017 | 07:10 WIB

Deretan Tingkah Ajaib Donald Trump saat Temui Kepala Negara Lain

Deretan Tingkah Ajaib Donald Trump saat Temui Kepala Negara Lain

News | Minggu, 28 Mei 2017 | 19:07 WIB

Khamenei Tuding Saudi 'Sapi Perah' AS

Khamenei Tuding Saudi 'Sapi Perah' AS

News | Minggu, 28 Mei 2017 | 14:20 WIB

Pilot Perempuan Termuda Pertama Asal Afghanistan Ini Terbang Solo

Pilot Perempuan Termuda Pertama Asal Afghanistan Ini Terbang Solo

Lifestyle | Minggu, 28 Mei 2017 | 10:13 WIB

Terkini

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

×