Jepang Terpikat Ide Berantas Radikalisme ala JK

Ririn Indriani

Selasa, 06 Juni 2017 | 04:19 WIB
Jepang Terpikat Ide Berantas Radikalisme ala JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan President dan CEO Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Makoto Takashima di Tokyo, Jepang, Senin (5/6/2017).

Suara.com - Tepuk tangan memenuhi ballroom Hotel Imperialisme Tokyo, Jepang, Senin (5/6/2017) petang, sesaat setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan terakhir Redaktur Pelaksana Grup Nikkei Seita Sakamoto.

Ia adalah moderator acara "Konferensi Internasional ke-23: Masa Depan Asia" dengan tema "Globalisme di Persimpangan: Langkah Asia selanjutnya".

Tanggapan dan antusiasme sekitar seratus peserta konferensi internasional di Hotel Imperial Tokyo, Senin itu, menurut Masaomi Tanaka, warga negara Jepang penerjemah bagi Wapres JK, termasuk di luar kebiasaan orang Jepang yang akan menunggu arahan moderator dalam memberikan aplaus kepada pembicara. Hal itu seperti yang terjadi sebelumnya usai pidato Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Puc dan Mantan Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong.

Dalam buku "Mengenal Jepang" karya Yusuke Shindo, masyarakat Jepang mengenal konsep "wa" yang menginginkan kehidupan yang damai dan harmonis yang didukung homogenitas dan konformitas masing-masing individu terhadap kelompoknya, sehingga aksi terorisme sangat dikecam.

Ditambah lagi, masyarakat Jepang secara relatif tidak mengetahui Islam dengan baik, sehingga begitu mudah pelaku teror akhir-akhir ini yang sebagian besar adalah muslim, diasosiasikan mewakili ajaran Islam secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penjelasan dan ide yang ditawarkan Wapres untuk menanggulangi terorisme dengan cara damai disambut antusias oleh sekitar seratus hadirin Forum Nikkei yang sebagian besar adalah orang Jepang.

Aksi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme menjadi salah satu topik yang banyak diangkat dalam Forum Nikkei, mengingat teror mengancam stabilitas keamanan dan politik suatu negara maupun kawasan yang pada akhirnya menjadi sentimen negatif bagi para investor untuk menanamkan modal dan usaha dalam menjalankan bisnis.

Wapres menyampaikan belasungkawa atas peristiwa teror yang keji tersebut dan juga menggarisbawahi bahwa radikalisme dan ekstremisme Wapres tidak mengada begitu saja, tetapi merupakan akumulasi dari rasa sakit hati, putus asa, dan kemarahan anak-anak dari negara yang gagal, seperti Afghanistan dengan Taliban dan Suriah dengan ISIS.

"Setiap kali ada aksi teror, selalu pertanyaan kapan dan di mana, tidak pernah orang menjawab pertanyaan kenapa, padahal selalu terjadi di negara gagal dan efek dari tindakan semena-mena negara besar kepada negara-negara itu, timbullah kemarahan, hilang harapan, nah timbullah radikal," kata dia.

baca juga

Menurut JK, pertanyaan kapan dan di mana kadang melupakan alasan yang mendasari pelaku aksi yang rata-rata pelakunya masih berusia muda itu melakukan pengeboman yang menewaskan dan melukai banyak orang.

Wapres mengatakan saat aksi terjadi, publik dan media mengatakan alasan mereka melakukannya karena agama, keinginan jihad dan masuk surga. Namun tidak ada yang bertanya kenapa anak-anak muda itu sangat yakin akan masuk surga padahal dalam ajaran Islam, orang yang membunuh dan menyakiti orang lain bukan hanya menyakiti kemanusiaan, tapi juga mendapat hukuman neraka.

"Percaya bahwa dia akan mati karena jihad dan akan masuk surga adalah tanda bahwa dia sudah putus asa, kehilangan harapan pada kehidupan," kata dia.

Oleh karena itu, Wapres mengajak para pemimpin dan masyarakat dunia untuk menghentikan perlakuan semena-mena terhadap negara lain, dan membuka pintunya bagi para pengungsi yang sudah terlanjur lari dari rumahnya untuk mencari keselamatan dan kedamaian.

JK mengatakan tidak ada orang yang ingin meninggalkan negaranya kalau bukan karena terpaksa akibat perang dan konflik yang berkepanjangan. Sama halnya para pengungsi dari Timur Tengah, terutama Suriah, yang lari ke negara-negara Barat.

"Kita harus membuka hati kita untuk mereka dan bekerja sama bagaimana mengembalikan harapan, bagaimana mengurangi kemarahan anak-anak muda ini, agar anak-anak ini terputus dari radikalisme dan ekstremisme," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peluang Investasi Jepang

Peluang Investasi Jepang

Foto | Senin, 05 Juni 2017 | 13:45 WIB

JK Tiba di Jepang Hadiri Konferensi Masa Depan Asia

JK Tiba di Jepang Hadiri Konferensi Masa Depan Asia

Bisnis | Minggu, 04 Juni 2017 | 07:46 WIB

Ditarget 8 Besar di Asian Games 2018, Menpora: Haqqul Yaqin

Ditarget 8 Besar di Asian Games 2018, Menpora: Haqqul Yaqin

News | Jum'at, 02 Juni 2017 | 22:02 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×