Array

Rizieq Dipolisikan di Bali, FPI: Ini akan Jadi Kotak Pandora

Jum'at, 09 Juni 2017 | 11:27 WIB
Rizieq Dipolisikan di Bali, FPI: Ini akan Jadi Kotak Pandora
Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Juru Bicara FPI Munarman, serta Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke polisi pada Kamis (9/6/2017), kemarin. Kali ini, dia dilaporkan masyarakat atas nama Patriot Garuda Nusantara dan Yayasan Sandhi Murti ke Polda Bali terkait viral video berisi ucapan kebencian pada masyarakat Bali di YouTube dengan berdurasi 13 menit.

"Kalau orang melaporkan itu hak setiap warga negara, tapi tergantung pembuktian hukumnya," kata Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam Sugito Atmo Pawiro, Jumat (9/6/2017).

Tapi, Sugito penasaran dengan pelapor. Dia bertanya-tanya kenapa kasus tersebut baru dilaporkan sekarang.

"Kenapa sih munculnya sekarang di saat sekarang lagi ramai setelah pilkada DKI. Kenapa nggak dari dulu-dulu gitu lho. Ini kalau tidak ada muatan politik saya kira nggak akan muncul kembali," kata dia.

Lantas, Sugito mengaitkan kecurigaannya dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini dijebloskan ke penjara. Dia menduga latar belakang pelaporan terhadap Rizieq ke Polda Bali balas dendam.

"Karena ada muatan politis jadi semua orang yang paham teknologi mencoba buka Youtube apalagi yang bersangkutan tidak suka dengan sepak terjang habib. Karena ini akan jadi kotak pandora semua peristiwa, sejak penodaan agama Ahok kan dari Youtube, Apa sih kesalahan habib? Karena sekarang lagi musimnya begitu kan. Kalau misalnya ada perkataan yang dianggap ujaran kebencian itu akan dilaporkan," katanya.

"Kalau misalnya peristiwa itu terjadi sebelum pilkada fine-fine saja. Nah muncul sekarang ini jadi tanda tanya besar apa itu inisiatif dari warga Bali atau apa ada yang mengkondisikan, atau jangan-jangan yang bersangkutan tidak tahu menahu, atau yang menyuruh itu bilang ini ada lho, silakan kamu melaporkan. Karena orang awam kan nggak paham yang semacam begitu. Orang yang paham itu adalah yang punya kepentingan," Sugito menambahkan.

Sugito sudah melihat rekaman video yang dijadikan barang bukti pelaporan ke Polda bali. Menurut Sugito video tersebut merupakan rekayasa.

"Saya kira begini ya, kalau yang kontra HR (Habib Rizieq) ini menyudutkan HR. Tapi yang nggak ini kriminalisasi. Tapi kita tidak bisa paksa semua orang pro HR. Tapi bagi yang meyakini ini adalah rekayasa dan bagian skenario untuk bunuh karakater HR, bisa jadi," kata dia.

Tapi, Sugito tetap menghormati proses hukum. Dia berharap polisi menjalankan tugas secara profesional.

"Tapi yang paling penting adalah polisi jangan jadi alat kekuasaan, bahkan menyikapi hukum secara tidak netral," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI