Indikator: Jokowi Teratas Capres Versi Warga Jatim

Ririn Indriani

Senin, 12 Juni 2017 | 09:51 WIB
Indikator: Jokowi Teratas Capres Versi Warga Jatim
Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Tasikmalaya, Jawa Barat. [Foto Biro Pers Setpres]

Suara.com - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menempatkan Joko Widodo di urutan teratas sebagai calon Presiden dibanding sejumlah tokoh lain versi warga Jawa Timur pada survei Pemilihan Presiden 2019.

"Kalau Pemilu Presiden digelar sekarang maka Joko Widodo masih teratas dibandingkan lainnya," ujar Peneliti Indikator, Hendro Prasetyo, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/6/2017).

Lembaganya melakukan survei dengan beberapa cara, seperti "Top of Mind" atau jika dilakukan secara spontan, maka hasilnya Joko Widodo 28,2 persen, Prabowo Subianto 13,6 persen, kemudian tokoh-tokoh lainnya tidak lebih dari 1 persen, sedangkan 52,2 persen warga Jatim belum memiliki pilihan.

Kemudian, survei dengan cara simulasi semi terbuka dengan menyodorkan 41 nama, hasilnya Joko Widodo 41,7 persen, Prabowo Subianto 20,8 persen, Tri Rismaharini 2,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2 persen dan tokoh lainnya di kisaran 2 persen ke bawah.

Berikutnya, pilihan kepada calon Presiden dengan cara simulasi tertutup dua nama, menempatkan Joko Widodo dengan raihan 54,4 persen, sedangkan Prabowo Subianto 30,4 persen, dan 15,3 persen lainnya belum mempunyai pilihan.

"Artinya, secara 'head to head', Joko Widodo unggul dengan selisih 24 persen dibandingkan Prabowo Subianto versi masyarakat Jawa Timur," ucapnya.

Dengan demikian, kata Hendro, Joko Widodo masih mendominasi potensi kontestasi Pemilihan Presiden yang akan berlangsung pada 2019 di Jawa Timur.

"Salah satu alasannya karena juga berdasarkan survei, tingkat kepuasan kinerja Joko Widodo ssbagai Presiden dinilai positif, atau hasilnya 71 persen publik Jatim cukup atau sangat puas atas kinerja Joko Widodo sebagai Presiden," katanya.

Sementara itu, temuan survei tersebut dilakukan pada 3-7 Mei 2017 yang menggunakan metodologi jumlah sampel 819 orang berusia 17 tahun atau lebih dengan "multistage random sampling" yang tingkat toleransi kesalahannya 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Akui Medsos Efektif Dekatkan Dirinya Dengan Rakyat

Jokowi Akui Medsos Efektif Dekatkan Dirinya Dengan Rakyat

News | Sabtu, 10 Juni 2017 | 22:00 WIB

Jika Jokowi "Head to Head" dengan Prabowo, Siapa Unggul?

Jika Jokowi "Head to Head" dengan Prabowo, Siapa Unggul?

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 17:18 WIB

Inikah Cawapres Pendamping Jokowi Usulan Partai Golkar?

Inikah Cawapres Pendamping Jokowi Usulan Partai Golkar?

News | Rabu, 24 Mei 2017 | 07:03 WIB

Terkini

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB