KPK Tetapkan Irfan Jadi Tersangka Kasus Helikopter AW 101

Siswanto, Nikolaus Tolen

Jum'at, 16 Juni 2017 | 21:23 WIB
KPK Tetapkan Irfan Jadi Tersangka Kasus Helikopter AW 101
Ilustrasi KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur PT. Diratama Mandiri, Irfan Kurnia Saleh, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter Augusta Westland -101 di TNI Angkatan Udara tahun 2016-2017. Irfan diduga memperkaya diri sendiri dan korporasi, menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan atau sarana  yang ada padanya sehingga merugikan keuangan negara.
 
"KPK meningkatkan status perkara ke penyidikan dengan menetapkan IKS sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2017).
 
Menurut Basaria penangan kasus tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat. Konstruksi terjadinya kasus berawal pada bulan April 2016, ketika TNI AU mengadakan satu unit helikopter AW-101 dengan menggunakan metode pemilihan khusus. Artinya peserta lelang harus diikuti oleh dua peserta lelang. Adapun peserta lelangnya adalah PT. DJM dan juga PT. Karya Cipta Gemilang.
 
"Namun, tersangka IKS selaku Direktur DJM diduga sebagai pengendali KCG mengikuti proses pemilihan dengan menyertakan kedua perusahaan tersebut," kata Basaria.
 
Basaria menduga sebelum proses lelang dilakukan, Irfan sudah melakukan perikatan kontrak dengan AW sebagai produsen helikopter angkut dengan nilai kontrak sekitar Rp514 miliar. Namun, ketika pada bulan Juni 2016, saat dilakukan penunjukan pengumuman dan yang menang adalah DJM, lalu dilanjutkan kontrak dengan AW. Tetapi, nilainya meningkat sehingga negara mengalami kerugian hingga 220 miliar rupiah.
 
"Nilai kontraknya  jadi Rp738 miliar, dan dikirim pada Bulan Februari 2017," kata Basaria.
 
Atas kasus itu, Irfan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang  Nomor. 31 Tahun 1999 seabgaimana diubah dengan  Undang-undnag Nomor. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
 
Terkait kasus yang sama, Puspom TNI telah memblokir rekening DJM yang di dalamnya terdapat uang senilai Rp139 miliar. Diratama Jaya adalah perusahaan penyedia alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang berdiri sejak 2005. Perusahaan ini berkantor di gedung Bidakara 1, lantai 1, unit 10, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
 
Perusahaan itu juga menyatakan memiliki lisensi bisnis peralatan militer dari Amerika Serikat.
 
Selain KPK, Puspom TNI juga menetapkan seorang tersangka dari pihak TNI yang berinisial Kolonel FTS selaku Kepala Unit Pengadaan. Sehingga dalam kasus tersebut, Puspom TNI sudah menetapkan empat orang tersangka.Sebelumnya ada Marsekal Pertama FA selaku pejabat pembuat komitmen, Kolonel (Adm) WW sebagai pemegang kas, dan Pelda SS yang menyalurkan dana ke pihak tertentu.
 
Pemgadaan helikopter jenis angkut penumpang tersebut menimbulkan kontroversi lantara rencana pembeliannya ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada Tahun 2015. Awalnya, helikopter tersebut ditujukan sebagai helikopter pengangkut ver-very important person (VVIP), namun harganya terlalu mahal untuk kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tak stabil.
 
Namun, pada tahun 2016, Marsekal (purn) Agus Supriatna, yang masih menjabat sebagai Kepala Staf AU, kembali melakukan pwngadaan helikopter Aw-101 dengan perubahan fungsi sebagai helikopter angkut pasukan dan SAR.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:31 WIB

Tewaskan Junior di Mess Lanud Halim, 4 Anggota TNI AU Terancam Sanksi Pemecatan

Tewaskan Junior di Mess Lanud Halim, 4 Anggota TNI AU Terancam Sanksi Pemecatan

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:59 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

Serda AMF Tewas Dianiaya, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Terancam 9 Tahun Penjara

Serda AMF Tewas Dianiaya, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Terancam 9 Tahun Penjara

News | Rabu, 16 September 2026 | 11:20 WIB

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

Serda AMF Tewas saat 'Pembinaan', Kadispenau Pastikan 4 Prajurit Pelaku Sudah Ditahan!

Serda AMF Tewas saat 'Pembinaan', Kadispenau Pastikan 4 Prajurit Pelaku Sudah Ditahan!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 12:40 WIB

3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU

3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik

Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:22 WIB

Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI

Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Mobil di Jakpus Diduga Kena Flare Pesawat Tempur, TNI AU Telusuri

Mobil di Jakpus Diduga Kena Flare Pesawat Tempur, TNI AU Telusuri

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×