Kapolri: 2 Terduga Teroris Bima Akan Serang Polsek Woha

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 19 Juni 2017 | 14:34 WIB
Kapolri: 2 Terduga Teroris Bima Akan Serang Polsek Woha
Kapolri Tito Karnavian bersama Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri PUPR Basuki Hadimuljo rapat koordinasi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/6).

Suara.com - Kepolisian Indonesia menangkap 2 Terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (16/6/2017) pekan lalu. Mereka akan melakukan teror di sana.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bentuk teror yang akan mereka lakukan berupa rencana pengeboman di Polsek Woha, Bima, Minggu (18/6/2017) kemarin.

"Jumat sore sudah ditangkap lagi yang di Bima dua, itu berikut bom yang sudah jadi, bahan peledak TATO (Triacetone Triperoxide) semua sama. Rencananya yang di Bima akan menyerang Polsek Woha, tapi berhasil digagalkan," ujar Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror yakni Knw (21) dan Hdy (22). Tito menginstruksikan kepada jajaran kepolisian untuk pro aktif dalam menganitisipasi adanya terorisme saat Ramadan.

Tito menuturkan, Polisi juga telah menangkap puluhan orang pelaku terduga teroris di sejumlah daerah.

"Semenjak bom Kampung Melayu, saya sudah mengintruksikan kepada jajaran jangan ambil resiko, mereka yang baru punya rencana baru mengumpulkan bahan-bahan bom aja meskipun belum lengkap tangkap saja. Sekarang sudah ditangkap sebanyak 31 orang ditahan, baik di Medan, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, sampai ke daerah Bima," kata dia.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan dua terduga teroris dan terduga pelaku ledakan bom Kampung Melayu belajar dari pimpinan kelompok Bahrun Naim.

"AS (Ahmad Syukri) dari Qodriyah Bandung Raya itu kita sudah menemukan handphone-nya dia yang dia punya hubungan langsung dengan Bahrun Naim yang ada di Raka Suriah. Termasuk cara mengajarkan bom dipelajari dan Bahrun Naim. Rupanya di Bima juga sama belajar dari online juga, melalui Bahrun Naim juga. Jadi yang ditangkap sudah ada bersama barang bukti," ucapnya.

Tito menjelaskan beberapa tahun belakangan anggota polisi menjadi target dari pelaku teroris. Mereka merupakan jaringan ISIS yang ada di Indonesia yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan pimpinan Aman Abudurrahman yang menerapkan ideologi takfiri (mengkafirkan yang berbeda mazhab).

baca juga

"Kalau rekan-rekan menanya kenapa polisi yang ditembak mati, dan dikejar mereka karena prinsip mereka ideologi takfiri, ideologi yang berdasarkan prinsip tauhid yang berbeda dengan Al Qaeda. ISIS ini takfiri yaitu apapun yang bukan berasal dari tuhan dianggap haram. Kalau manusia bukan kelompok mereka termasuk muslim juga boleh dibunuh," tutur Tito.

Ia menceritakan kasus bom bunuh diri Masjid Polres Cirebon yang menyebabkan sejumlah anggota kepolisian yang menjadi korban. Tito mengatakan pelaku terkena doktrin Takfiri dalam menjalankan aksi terornya.

"Kelompok ini punya doktrin takfiri dan salah satu konsep mereka adalah kafir harbi dan kafir dini. Semua yang bukan kelompok dia adalah kafir. Tapi yang kafir agresif menyerang mereka dianggap sebagai kafir harbi. Harbi itu perang dalam bahasa arab jadi wajib diperangi duluan. Sedangkan yang lain yang tidak menyerang mereka dianggap kafir dini suatu saat kalau mereka sudah menguasai negara, maka kafir dini harus membayar pajak kepada mereka itu konsepnya," kata Tito.

"Itulah sebabnya penangkapan yang dilakukan terutama banyak oleh adik-adik densus 88 mereka membalas tapi membalasnya karena cari Densus susah," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Kendal

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Kendal

News | Minggu, 18 Juni 2017 | 19:01 WIB

Kyai Machasin: Radikalisme Bisa Datang dari Rumah

Kyai Machasin: Radikalisme Bisa Datang dari Rumah

wawancara | Senin, 19 Juni 2017 | 07:00 WIB

Bahas Kasus Novel, Kapolri Segera Temui Pimpinan KPK

Bahas Kasus Novel, Kapolri Segera Temui Pimpinan KPK

News | Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:27 WIB

Tito Minta Novel Baswedan Sebut Nama Jenderal yang Terlibat

Tito Minta Novel Baswedan Sebut Nama Jenderal yang Terlibat

News | Jum'at, 16 Juni 2017 | 14:03 WIB

Ariana Grande Jadi Warga Kehormatan Manchester

Ariana Grande Jadi Warga Kehormatan Manchester

Entertainment | Rabu, 14 Juni 2017 | 15:29 WIB

Rakor Persiapan Idul Fitri

Rakor Persiapan Idul Fitri

Foto | Senin, 12 Juni 2017 | 14:00 WIB

Pemainnya Tak Ikut Mengheningkan Cipta, Arab Saudi Minta Maaf

Pemainnya Tak Ikut Mengheningkan Cipta, Arab Saudi Minta Maaf

Bola | Jum'at, 09 Juni 2017 | 14:58 WIB

Timnas Arab Saudi Tolak Hening Cipta untuk Korban Teroris London

Timnas Arab Saudi Tolak Hening Cipta untuk Korban Teroris London

News | Jum'at, 09 Juni 2017 | 09:07 WIB

Cegah Teroris Marawi ke Tanah Air, Ini yang Dilakukan BNPT

Cegah Teroris Marawi ke Tanah Air, Ini yang Dilakukan BNPT

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 15:43 WIB

Terkini

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×