Begini Cara KPK Tangkap Gubernur Bengkulu dan Istrinya

Siswanto, Nikolaus Tolen

Rabu, 21 Juni 2017 | 15:37 WIB
Begini Cara KPK Tangkap Gubernur Bengkulu dan Istrinya
Barang bukti kasus suap proyek yang menjerat Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istri [suara.com/Nikolaus Tolen]
Setelah menetapkan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, istrinya: Lily Martiani Maddari, dan pengusaha bernama Rico Dian Sari serta Direktur PT. Statika Mitra Sarana Jhoni Wijaya menjadi tersangka kasus dugaan suap dua proyek pembangunan jalan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, menjelaskan kronologisnya.

Berawal dari laporan masyarakat, kemudian tim satuan tugas khusus penindakan bergerak.

Sampai akhirnya, anggota KPK menemukan Jhoni yang diduga tengah memberikan uang kepada Rico Dian Sari pada Selasa (20/6/2017) pagi. Rico merupakan pengusaha yang dekat dengan keluarga Ridwan.

"Selasa pagi, diduga JHW memberikan uang kepada RDS di kantor RDS yang dikemas dalam kardus berukuran A-4. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB RDS mengantarkannya ke rumah Gubernur Bengkulu, RM. Tak lama setelah itu, RDS keluar dari rumah RM sekitar 09.30 lalu disusul RM keluar dari rumah untuk berangkat ke Kantor. Sekitar pukul 10.00 WIB tim bergerak dan mengamankan RDS di jalan setelah meninggalkan rumah RM," kata Saut di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/6/2017).

Tim KPK kemudian membawa Rico kembali ke rumah Ridwan. Di rumah tersebut, KPK mengamankan Lily.

"Di rumah tersebut diamankan uang Rp1 miliar dalam pecahan Rp100 ribu yang sebelumnya telah simpan di brangkas," katanya.

Tim KPK selanjutnya membawa Rico dan Lily ke Markas Polda Bengkulu. Setelah itu, mengamankan Jhoni pada pukul 10.30 WIB yang tengah berada di hotel, tempat Jhoni menginap.

Dari tangan Jhoni, KPK amankan barang bukti senilai Rp260 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang disimpan dalam tas ransel. Setelah itu, Jhoni dibawa ke Mapolda Bengkulu oleh Tim KPK.

"RM kemudian datang ke Polda Bengkulu sekitar pukul 11.00 WIB. Sekitar Pukul 14.15, tim KPK membawa lima orang tersebut ke gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan," kata Saut.

Sekitar pukul 16.35 WIB, kelima orang tersebut tiba di gedung KPK.

Setelah melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang menjadi tersangka. Satu orang yang ikut diamankan ketika itu, Haris, dibebaskan. Stafnya Rico ini hanya dijadikan saksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×