Tiket Palsu Beredar, PT KAI Minta Masyarakat Waspada

Syaiful Rachman | Suara.com

Selasa, 27 Juni 2017 | 06:41 WIB
Tiket Palsu Beredar, PT KAI Minta Masyarakat Waspada
Para calon pemudik saat menunggu Kereta Api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (15/6).

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan mengimbau masyarakat mewaspadai pembelian tiket palsu yang dilakukan oknum untuk mencari keuntungan pribadi dalam suasana kepadatan arus balik lebaran tahun ini.

"Saat pemberlakuan arus balik lebaran tahun ini, masyarakat hendaknya mewaspadai jangan sampai membeli tiket kereta api palsu," kata Manager Humas PT KAI Divre III Sumsel Aida Suryanti, di Palembang, Selasa (27/6/2017).

Aida menjelaskan, perbaikan pelayanan bagi penumpang KA di wilayah Sumatera Selatan meningkatkan animo masyarakat memilih KA sebagai moda transportasi saat mudik Lebaran 1438 Hijriah baik dari Kertapati-Lubuklinggau maupun Kertapati-Tanjungkarang (Lampung), sehingga diingatkan untuk mewaspadai tiket paslu.

Menurutnya, seluruh jajaran PT KAI Divre III telah berupaya maksimal untuk menyukseskan masa angkutan lebaran dimulai 15 Juni 2017 (H-10) hingga 11 Juli 2017 (H+10).

Upaya menghindari ulah orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dengan menjual tiket boarding pass KA palsu kepada calon penumpang saat masa angkutan lebaran ini, PT KAI Divre III mengimbau kembali kepada calon penumpang untuk membeli tiket di jaringan resmi telah menjadi mitra PT KAI.

Ia menjelaskan, masyarakat yang telah membeli tiket secara online agar mencetak sendiri boarding pass di Check In Counter (CIC) di stasiun keberangkatan penumpang.

Selain itu, warga diimbau untuk tidak membeli tiket dalam bentuk boarding pass, karena apabila palsu tidak bisa terdeteksi pada mesin pemindai saat boarding karena terdapat perbedaan kode pengaman seperti pada tiket asli, yaitu adanya latar belakang tulisan Kereta Api Indonesia.

Apabila terdapat perbedaan atau keraguan dengan boarding pass tersebut, calon penumpang diminta segera konfirmasi kepada petugas di stasiun.

Ia menegaskan, penerapan sistem check in dan boarding pass bagi penumpang KA adalah komitmen PT KAI Divre III dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa KA. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cina Luncurkan Kereta Api Berkecepatan 400 Km/Jam

Cina Luncurkan Kereta Api Berkecepatan 400 Km/Jam

News | Selasa, 27 Juni 2017 | 02:03 WIB

Prediksi Puncak Arus Balik, Pemudik Diminta Waspadai Kemacetan

Prediksi Puncak Arus Balik, Pemudik Diminta Waspadai Kemacetan

News | Selasa, 27 Juni 2017 | 00:04 WIB

Libur Lebaran, 6 Wisatawan 'Ditelan' Ombak Laut Tasikmalaya

Libur Lebaran, 6 Wisatawan 'Ditelan' Ombak Laut Tasikmalaya

News | Senin, 26 Juni 2017 | 19:16 WIB

Kebun Binatang Ragunan Saat Libur Lebaran

Kebun Binatang Ragunan Saat Libur Lebaran

Foto | Senin, 26 Juni 2017 | 15:38 WIB

Terkini

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Profil Praka Rico Pramudia, Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:29 WIB

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

Circle Korupsi Sulit Dibongkar? Eks Penyidik KPK Ungkap Peran Loyalitas dan Skema Berlapis

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:20 WIB

Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

Daftar 4 TNI Gugur di Lebanon, Terakhir Praka Rico Pramudia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:12 WIB