Diberi Makan ISIS, Budak Seks Tak Sadar Santap Daging Anaknya

Ruben Setiawan Suara.Com
Kamis, 29 Juni 2017 | 11:50 WIB
Diberi Makan ISIS, Budak Seks Tak Sadar Santap Daging Anaknya
Anggota Parlemen Irak dari etnis Yazidi, Vian Dakhil. (AFP)

Seorang anggota parlemen Irak menuturkan penderitaan yang dialami warga etnis Yazidi di bawah kekuasaan ISIS. Vian Dakhil, satu-satunya anggota parlemen dari etnis Yazidi di parlemen, menceritakan kembali kisah yang dengar dari seorang perempuan Yazidi yang dijadikan budak seks oleh ISIS.

Seperti dilansir Metro, Vian mengisahkan penderitaan si perempuan dalam sebuah wawancara televisi. Perempuan itu mengaku disekap di sebuah ruang bawah tanah selama tiga hari. Ia tak diberi makanan maupun minuman.

“Kemudian, datanglah anggota ISIS yang membawakannya sepiring nasi dan daging. Si perempuan langsung makan dengan lahap karena merasa lapar setengah mati,” kisah Vian.

“Ketika si perempuan menghabiskan makanannya, mereka berkata: ‘Kami memasak anakmu yang berumur satu tahun yang kami rampas darimu, dan dagingnyalah yang baru saja kamu makan’,” lanjut Vian.

ISIS dituding bertanggungjawab atas pembunuhan ribuan warga Yazidi. Mereka juga disinyalir menculik banyak sekali perempuan sebagai budak seks.

Berbicara mengenai pelecehan seksual yang dialami warga Yazidi, Vian lalu menceritakan kisah penderitaan sebuah keluarga.

“Salah satu dari perempuan-perempuan itu bercerita soal penculikan enam saudara perempuannya,” kenang Vian.

“Adik perempuannya yang termuda, seorang gadis berusia 10 tahun, diperkosa sampai mati di depan ayah dan saudara-saudaranya. Ia baru 10 tahun,” kata Vian. 

“Pertanyaannya adalah: ‘Mengapa? Mengapa orang-orang barbar ini melakukan hal ini kepada saya?’,” lanjut Vian sambil mengusap air mata yang menetes di pipinya.

Ini bukan kali pertamanya kebrutalan ISIS terungkap ke publik. Awal tahun ini, seorang remaja putri yang diperkosa oleh 40 orang, menceritakan bagaimana ia dipukuli dengan kabel saat mencoba melarikan diri dari cengkeraman ISIS.

Lamiya Haji Bashar, (18), si remaja, mengaku diadili oleh ISIS setelah mencoba memimpin beberapa temannya untuk melarikan diri.

“Mereka mengatakan bahwa mereka harus membunuh saya atau memotong kaki saya untuk mencegah saya kabur,” kata Lamiya.

“Saya mengatakan, jika Anda memotong satu kaki saya, saya akan melarikan diri dengan kaki lainnya. Saya mengatakan saya tidak akan menyerah. Jadi mereka pun memutuskan untuk terus menyiksa saya jika saya mencoba kabur,” tutupnya. (Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI