Banjir India Belum Reda, Korban Tewas Mencapai 83 Orang

Syaiful Rachman | Suara.com

Sabtu, 15 Juli 2017 | 02:47 WIB
Banjir India Belum Reda, Korban Tewas Mencapai 83 Orang
Warga beramai-ramai menaiki perahu, mengungsi dari bencana banjir yang menerjang India dalam dua pekan terakhir [AFP]

Suara.com - Korban Banjir yang menerjang wilayah timur laut India Bertambah. Setelah tercatat 28 orang tewas pada 11 Juli lalu, saat ini jumlah korban tewas melonjak hingga 83 orang.

Selain itu, banjir juga menyebabkan matinya tiga ekor badak bercula satu di sebuah taman nasional yang memiliki konsentrasi spesies terbesar di dunia.

Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat di daerah perbukitan Assam, Arunachal Pradesh, Nagaland dan Manipur selama dua minggu terakhir itu, juga memicu tanah longsor. Di seluruh tempat itu lebih dari 2 juta orang telah mengungsi, pihak berwenang mengatakan.


"Assam adalah daerah yang paling parah dilanda banjir dan 53 nyawa hilang sejauh ini dalam banjir dan tanah longsor dengan sekitar 2 juta orang mengungsi," kata Menteri Kepala Assam Sarbananda Sonowal kepada Reuters.

"Operasi pertolongan dan penyelamatan akan dilakukan dalam pijakan perang." Perdana Menteri Narendra Modi telah mengirim sebuah tim pejabat pemerintah federal, yang dipimpin oleh menteri dalam negeri junior Kiren Rijiju, untuk menilai kerusakan tersebut.

Sungai Brahmaputra yang meluap juga telah benar-benar merusak suaka margasatwa Kaziranga di Assam, yang memaksa hewan untuk melarikan diri ke daerah yang lebih aman.

Badak bertanduk satu tenggelam pada Jumat, membuat jumlah korban hewan yang terancam punah dalam banjir menjadi tiga orang, kata Menteri Kehutanan Assam, Pramila Rani Brahma, kepada Reuters.

Taman Nasional Kaziranga, sebuah situs warisan dunia UNESCO, merupakan rumah bagi sekitar 2.500 badak dari sekitar 3.000 populasi dunia.

Hampir 60 hewan lainnya, kebanyakan rusa dan babi hutan, tewas dalam banjir, katanya.

Banjir di kawasan utara India itu memaksa 1,5 juta orang mengungsi. Air di sungai Brahmaputra, yang mengalir dari China menuju India dan Bangladesh, melewati batas ketinggian bibir sungai setelah hujan lebat.

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan duka cita terhadap keluarga korban, sementara ribuan orang mencari perlindungan di lebih dari 300 tempat penampungan darurat. Di sisi lain, pejabat setempat menyatakan "kewaspadaan tertinggi terhadap bahaya kesehatan" untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Upaya besar juga dilakukan untuk menyelamatkan badak bercula satu dan hewan liar lain, yang berada dalam bahaya, saat banjir menggenangi Taman Nasional Kaziranga, kata badan PBB, UNESCO.

"Lebih dari 90 persen wilayah Taman Nasional Kaziranga kini terendam air," kata Menteri Kehutanan negara bagian Assam, Rani Brahma, kepada Reuters.

Taman seluas 430 km persegi itu adalah habitat bagi 2.500 badak bercula satu.

Hewan kini mengungsi di daratan tinggi, termasuk pegunungan di luar wilayah taman, kata dia.

Namun, saat hewan itu pindah ke daerah lebih tinggi untuk menghindari banjir, mereka rentan menjadi korban para pemburu binatang langka.

Mereka juga semakin berpotensi menjadi korban tabrakan oleh kendaraan jika hewan itu berlindung di jalanan.

"Barikade khusus telah dipasang di jalan-jalan utama dan para penjaga hutan sudah meminta pengendara untuk memacu kendaraan mereka di bawah kecepatan 40 km per jam," kata penjaga kawasan taman nasional.

Ketinggian air di sungai Brahmaputra diperkirakan terus naik hingga akhir pekan ini sebelum kembali ke tingkat normal, kata Komisi Pusat Perairan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dipaksa Guru Beli Buku dan Tas, Siswa Kelas 7 Bunuh Diri

Dipaksa Guru Beli Buku dan Tas, Siswa Kelas 7 Bunuh Diri

News | Selasa, 11 Juli 2017 | 21:30 WIB

Banjir Ekstrem di India Tewaskan 28 Orang

Banjir Ekstrem di India Tewaskan 28 Orang

News | Selasa, 11 Juli 2017 | 05:32 WIB

Dipaksa Menikah, Gadis Cilik Diselamatkan Teman-teman Sekolahnya

Dipaksa Menikah, Gadis Cilik Diselamatkan Teman-teman Sekolahnya

News | Kamis, 06 Juli 2017 | 20:55 WIB

Pengadilan India Izinkan Mayat Dimasukan ke Kulkas Agar Hidup

Pengadilan India Izinkan Mayat Dimasukan ke Kulkas Agar Hidup

News | Rabu, 05 Juli 2017 | 18:52 WIB

Terkini

Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:52 WIB

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:50 WIB

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:09 WIB

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:08 WIB

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:37 WIB

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB