Bekasi Tutup Paksa Laundry Pencemar Sungai

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 20 Juli 2017 | 12:48 WIB
Bekasi Tutup Paksa Laundry Pencemar Sungai
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan seusai melakukan pertemuan tertutup di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/11/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menutup paksa perusahaan pencucian pakaian, PT Millenium Laundry, Kamis (20/7/2017). Operasional tempat cuci pakaian itu ditutup.

Perusahaan itu ditutup paksa karena terbukti mencemari Kali Bekasi dengan limbah hasil usahanya.

"Tempat usaha ini kami hentikan opersionalnya sampai pengusaha yang bertanggung jawab mau memasang instalasi pengolahan air limbah (IPAL)," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Hal itu dikatakannya saat memimpin langsung proses penyegelan bangunan yang menjadi tempat usaha PT Millenium Laundry di Jalan Raya Narogong Pangkalan III RT05/02 Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

Proses penyegelan berlangsung kondusif dengan disaksikan pengusaha serta puluhan karyawan tempat usaha. Segel dalam bentuk stiker berukuran 20x30 sentimeter persegi itu ditempel oleh Rahmat Effendi di dinding gapura dekat masuk pintu perusahaan.

Segel tersebut bertuliskan: Bangunan Limbah Cair Ini Dalam Pengawasan Sesuai Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindugan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menurut Rahmat, perusahaan itu telah terbukti secara laboratorium mencemari Kali Bekasi dengan limbah produksinya berupa cairan deterjen.

Limbah itu dibuang langsung ke Kali Bekasi tanpa pengolahan yang terdeteksi oleh warga bantaran Kali Bekasi pada Senin (17/7/2017) di sekitar Jembatan Perumahan Kemang Pratama, Bekasi Selatan.

Limbah itu mencemari Kali Bekasi selama beberapa hari hingga membuat ekosistem sungai terganggu, khususnya ikan dan sumber air bagi Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Bhagasasi.

baca juga

Penanggung jawab operasional PT Millenium Laundry Muhidin mengaku pihaknya sudah berulang kali meminta kepada pemilik gedung pabrik untuk menyediakan instalasi pengolahan air limbah. Akan tetapi desakan yang disampaikan itu tak kunjung dipenuhi pemilik bangunan pabrik seluas 1.800 meter persegi itu.

"Kalau harus kami yang menyiapkan, terbentuk pendanaan karena pasti membutuhkan biaya besar. Akhirnya limbah hasil pencucian dan pewarnaan sekadar ditampung lalu dibuang ke Kali Bekasi tanpa penanganan lebih lanjut," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wali Kota Bekasi Kecelakaan di Tol, Ini Cerita Saksi Mata

Wali Kota Bekasi Kecelakaan di Tol, Ini Cerita Saksi Mata

News | Kamis, 09 Februari 2017 | 13:01 WIB

Wali Kota Bekasi Masih Tetap Menolak Jalan Tol Becakayu

Wali Kota Bekasi Masih Tetap Menolak Jalan Tol Becakayu

News | Minggu, 26 April 2015 | 23:39 WIB

Wali Kota Bekasi Sudah Prediksi Gagal Raih Adipura

Wali Kota Bekasi Sudah Prediksi Gagal Raih Adipura

News | Minggu, 08 Juni 2014 | 20:48 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×